Fuladic 2 % salep 5 g untuk pengobatan infeksi kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus.
Fuladic 2 % salep 5 g untuk pengobatan infeksi kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus.
Fuladic 2 % salep 5 g untuk pengobatan infeksi kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus.
Fuladic 2 % salep 5 g untuk pengobatan infeksi kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 67.375/tube (5 g) per Oktober 2019
Kemasan 1 tube @ 5 g
Produsen Guardian Pharmatama

Fuladic adalah obat untuk mengatasi infeksi kulit yang biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus atau bakteri lain yang sensitif terhadap asam fusidat, seperti pada impetigo contagiosa, superficial folliculitis, furuculosis, sycosis barbae, hodradenitis axillaris, abses, paronychia dan erythrasma. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Fuladic mengandung zat aktif sodium fusidate.

Pengobatan infeksi kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus atau bakteri lain yang sensitif terhadap asam fusidat seperti:

  • Infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil (impetigo contagiosa).
  • Superficial radang pada tempat tumbuhnya rambut (folliculitis).
  • Benjolan pada kulit yang bernanah dan terasa nyeri (furuculosis).
  • Folliculitis kronis yang menyerang bagian wajah yang ditumbuhi jenggot (sycosis barbae).
  • Benjolan kecil sebesar kacang di area pergesekan kulit, seperti ketiak atau lipat paha (hidradenitis axillaris).
  • Kumpulan nanah yang dikelilingi oleh dinding jaringan (abses).
  • Infeksi yang terjadi pada kulit di sekitar kuku (paronychia).
  • Infeksi kronis pada kulit yang disebabkan Corynebacterium afermentans (erythrasma).

Tiap 1 g: Sodium fusidate 20 mg

Dewasa dan anak-anak:

  • Lesi terbuka: 3-4 kali/hari.

Dioleskan pada daerah yang terinfeksi.

Reaksi sensitif seperti rash kulit, utikaria, iritasi.

  • Penderita yang hipersensitif terhadap salah satu komponen obat
  • Infeksi yang disebabkan oleh organisme yang tidak peka terhadap asam fusidate, khususnya Pseudomonas aeruginosa.
  • Bila digunakan untuk kulit muka, jangan kena mata.
  • Hindari pemakaian selama bulan terakhir kehamilan.
  • Dapat menyebabkan kerusakan otak (kernikterus) pada bayi selama bulan pertama.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait