Forxiga adalah obat yang digunakan dalam pengobatan diabetes mellitus tipe 2 pada pasien dewasa.
Forxiga adalah obat yang digunakan dalam pengobatan diabetes mellitus tipe 2 pada pasien dewasa.
Forxiga adalah obat yang digunakan dalam pengobatan diabetes mellitus tipe 2 pada pasien dewasa.
Forxiga adalah obat yang digunakan dalam pengobatan diabetes mellitus tipe 2 pada pasien dewasa.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 288.637/strip (5 mg) per Oktober 2019
Kemasan 1 box isi 2 strip @ 14 tablet (5 mg)
Produsen Astra Zeneca

Forxiga adalah obat yang digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2 pada pasien dewasa. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Forxiga mengandung zat aktif dapagliflozin.

Pengobatan diabetes mellitus tipe 2 pada pasien dewasa.

Dapagliflozin 5 mg

Dosis umum: 2 tablet (10 mg) sebanyak 1 kali/hari

Penderita gangguan fungsi hati: 1 tablet (5 mg) sebanyak 1 kali/hari

 

Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk memastikan informasi yang ditampilkan pada halaman ini berlaku untuk keadaan pribadi Anda.

  • Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Telan utuh bersamaan dengan setengah gelas air putih.
  • Obat dapat diminum kapanpun dalam satu hari, namun usahakan untuk meminum obat ini pada waktu yang sama.
  • Jika lupa meminum obat:
    • jika masih tersisa waktu 12 jam atau lebih sampai waktu minum obat berikutnya, segera minum obat yang terlupa lalu minum dosis berikutnya tepat waktu.
    • jika waktu yang tersisa kurang dari 12 jam sampai waktu minum obat berikutnya jangan minum obat yang terlupa, minum dosis berikutnya tepat waktu
    • jangan meminum obat dalam dosis ganda untuk mengganti dosis yang terlupakan.
  • Jangan menghentikan konsumsi obat ini tanpa berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Sangat sering terjadi (dialami oleh lebih dari 1 dibanding 10 orang)

  • rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia) jika digunakan bersamaan dengan obat golongan sulfonilurea. Ditandai dengan gemetar, keringat dingin, denyut jantung cepat, gelisah, lapar, pusing, gangguan penglihatan, perubahan suasana hati dan perasaan bingung.

Sering terjadi (dialami oleh 1 dari 10 orang)

  • Infeksi alat kelamin ditandai dengan iritasi, gatal atau keluarnya cairan tubuh dan bau yang tidak biasa dari penis atau vagina.
  • Nyeri punggung.
  • Perubahan kadar kolesterol atau lemak darah (terlihat dari hasil tes laboratorium).
  • Pusing.
  • Ruam pada kulit.

Jarang terjadi (dialami oleh 1 dari 100 orang)

  • Kehilangan cairan tubuh berlebih (dehidrasi).
  • Infeksi saluran kemih.
  • Kehausan
  • Konstipasi (Sembelit)
  • Mulut kering
  • Penurunan berat badan
  • Perubahan hasil tes laboratorium 
  • Penurunan fungsi ginjal

Hipersensitif terhadap zat aktif yang terkandung dalam obat ini.

  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung serius.
  • Pasien penderita infeksi saluran kemih.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien 18 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Diuretik.
  • Insulin.
  • Simvastin.
  • Tiazid.
  • Sulfonilurea.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait