Fortibi Kapsul

25 Nov 2020| Ajeng Prahasta
Fortibi kapsul adalah obat untuk memelihara daya tahan tubuh dan menghambat pertumbuhan bakteri TBC.

Deskripsi obat

Fortibi kapsul adalah obat untuk memelihara daya tahan tubuh dan menghambat pertumbuhan bakteri TBC. Obat ini termasuk dalam golongan jamu. Fortibi kapsul mengandung ekstrak mengkudu dan jahe.
Fortibi Kapsul
Golongan ObatJamu. Obat tradisional yang digunakan secara turun-menurun.
Kandungan utamaEkstrak mengkudu (Morinda citrifolia) dan ekstrak jahe (Zingiber officinale).
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen
Kemasan1 box isi 5 strip @ 6 kapsul
ProdusenSiho Global Health

Indikasi (manfaat) obat

  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Membantu menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis.

Ekstrak morindae diperoleh dari buah tanaman Morinda citrifolia L. atau mengkudu dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, karena memiliki efek antibakteri, efek antinyeri (analgesik) dan mampu mengembalikan fungsi sel abnormal menjadi baik kembali.
Jahe dapat digunakan untuk mengatasi mual, muntah, meningkatkan adsu makan, mencegah penggumpalan darah, dan berkhasiat sebagai antibakteri.
Ekstrak mengkudu dan jahe dapat meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang penyakit serta dapat menghambat pertumbuhan bakteri baik Gram positif maupun Gram negatif.

Komposisi obat

  • Ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia) 125 mg.
  • Ekstrak jahe (Zingiber officinale) 125 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

2 kapsul/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi setelah 2 jam pemberian obat antitiberkulosis (OAT) standard.

Efek samping obat

  • Buang angin.
  • Keringat berlebih.
  • Peningkatan nafsu makan.
  • Mengonsumsi mengkudu dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan hati dan peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).

Jika Anda mengalami eek samping yang sangat mengganggu dan semakin memburuk, segera konsultasikan ke dokter.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada tempat yang kering dan terlindung dari cahaya.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan kadar kalium yang tinggi dalam tubuh.

Kategori kehamilan

Penggunaan obat ini pada wanita hamil sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter, karena studi klinis penggunaan obat ini terhadap wanita hamil masih kurang.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi tehadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Informasi interaksi obat yang tersedia antara fortibi kapsul dan obat-obatan lain terbatas. Dianjurkan agar pasien berkonsultasi dengan dokter, apoteker, atau penyedia perawatan kesehatan sebelum menggunakan obat ini bersama obat lainnya.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi dan segera hubungi dokter Anda.

Sesuai kemasan per Oktober 2020

SohoGlobalHealth. https://www.sohoglobalhealth.com/id/brands/28
Diakses pada 22 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email