Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Formaldehyde (Alias: Formaldehida)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty pada 06 Feb 2019
Formaldehida digunakan sebelum atau sesudah tindakan operasi pengangkatan kutil
Formaldehidamerupakan obat antiperspirant

Formaldehyde adalah obat antiperspirant yang digunakan untuk mengobati kaki yang berkeringat atau bau yang berlebihan. Obat ini bekerja sebagai agen pengeringan sebelum atau sesudah tindakan operasi pengangkatan kutil.

Formaldehyde (Formaldehida)
Golongan

Antivirus topical

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Obat oles

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia telah menunjukkan abnormalitas pada janin, atau ada bukti risiko kepada janin berdasarkan pengalaman pengguna, atau keduanya. Risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melebihi kemungkinan adanya manfaat. Obat ini tidak boleh digunakan pada wanita yang hamil atau akan hamil.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Veruka Palmaris, Veruka Plantaris

  • Dewasa: larutan 3% atau gel 0.75% : gunakan sesuai aturan

Dosis umum formaldehyde adalah satu kali setiap hari.

Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa anjuran dari dokter.

Aturan pakai Formaldehyde dengan benar

Sebelum menggunakan formaldehyde sebaiknya Anda mencuci dan keringkan bagian kulit yang akan diolesi. Kemudian oleskan secara merata formaldehyde ke bagian kulit yang terkena penyakit. Pastikan Anda membaca petunjuk pada kemasan terlebih dahulu dan mengikuti petunjuk dokter dalam penggunaan formaldehyde.

Segeralah mencuci tangan anda hingga bersih sebelum melakukan aktivitas lainnya atau menghindari sisa obat yang berada di tangan mengenai mata, hidung, mulut, atau wajah Anda.

Disarankan untuk mengoleskan formaldehyde ini secara teratur dan diwaktu yang sama setiap hari. Untuk membantu Anda mengingat gunakanlah pengingat (alarm).

Efek Samping

Efek samping seperti seperti:

  • Topikal: Pencerah dan pengerasan kulit, dermatitis kontak, reaksi sensitivitas
  • Oral: Nyeri hebat disertai peradangan, ulserasi, nekrosis selaput lendir, muntah, hematemesis ,diare dengan bercak darah, hematuria, anuria, asidosis metabolik, vertigo, kejang, kehilangan kesadaran, kegagalan sirkulasi.

Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki alergi dengan formaldehyde atau obat lainnya. Hindari penggunaan obat ini untuk wanita hamil. Sedangkan untuk wanita yang merencanakan kehamilan, konsultasi terlebih dahulu untuk mendiskusikan manfaat dan risiko penggunaan obat formaldehyde. Hindari kontak dengan mata, hidung, dan selaput lendir saat menggunakan obat formaldehyde.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Formaldehyde menurunkan efek obat antimikroba dengan bereaksi dengan protein.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

MIMS.  https://www.mims.com/philippines/drug/info/formaldehyde?mtype=generic
Diakses pada 3 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-9987/formaldehyde-topical/details
Diakses pada 3 Oktober 2018

Back to Top