Formaldehyde

20 Agu 2019| Olivia
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Formaldehida digunakan sebelum atau sesudah tindakan operasi pengangkatan kutil

Formaldehida merupakan obat antiperspirant

Deskripsi obat

Formaldehyde adalah obat antiperspirant yang digunakan untuk mengobati kaki yang berkeringat atau bau yang berlebihan. Obat ini bekerja sebagai agen pengeringan sebelum atau sesudah tindakan operasi pengangkatan kutil.

Formaldehyde (Formaldehida)
Golongan

Antivirus topical

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Obat oles

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia telah menunjukkan abnormalitas pada janin, atau ada bukti risiko kepada janin berdasarkan pengalaman pengguna, atau keduanya. Risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melebihi kemungkinan adanya manfaat. Obat ini tidak boleh digunakan pada wanita yang hamil atau akan hamil.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Veruka Palmaris, Veruka Plantaris

  • Dewasa: larutan 3% atau gel 0.75% : gunakan sesuai aturan

Dosis umum formaldehyde adalah satu kali setiap hari.

Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa anjuran dari dokter.

Efek samping obat

Efek samping seperti seperti:

  • Topikal: Pencerah dan pengerasan kulit, dermatitis kontak, reaksi sensitivitas
  • Oral: Nyeri hebat disertai peradangan, ulserasi, nekrosis selaput lendir, muntah, hematemesis ,diare dengan bercak darah, hematuria, anuria, asidosis metabolik, vertigo, kejang, kehilangan kesadaran, kegagalan sirkulasi.

Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Perhatian Khusus

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki alergi dengan formaldehyde atau obat lainnya. Hindari penggunaan obat ini untuk wanita hamil. Sedangkan untuk wanita yang merencanakan kehamilan, konsultasi terlebih dahulu untuk mendiskusikan manfaat dan risiko penggunaan obat formaldehyde. Hindari kontak dengan mata, hidung, dan selaput lendir saat menggunakan obat formaldehyde.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Formaldehyde menurunkan efek obat antimikroba dengan bereaksi dengan protein.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS.  https://www.mims.com/philippines/drug/info/formaldehyde?mtype=generic
Diakses pada 3 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-9987/formaldehyde-topical/details
Diakses pada 3 Oktober 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email