Forderm 0,05 % krim 10 g

05 Feb 2020| Anita Djie
Forderm 0,05 % krim 10 g untuk pengobatan jangka pendek pada penyakit kulit yang responsif terhadap kortikosteroid.

Deskripsi obat

Forderm krim adalah obat yang digunakan untuk pengobatan jangka pendek pada penyakit kulit yang responsif terhadap kortikosteroid, seperti psoriasis, eksim, serta peradangan pada kulit dan membran mukosa (liken planus). Obat ini merupakan golongan obat keras yang memerlukan resep dokter. forderm mengandung zat aktif clobetasol propionate.

Forderm 0,05 % krim 10 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 54.275/tube (10 g) per Desember 2019.
Kemasan1 tube @ 10 g
ProdusenFerron Par Pharmaceuticals

Indikasi (manfaat) obat

  • Pengobatan jangka pendek peradangan dan pruritus pada penyakit kulit (dermatosis) yang berespon terhadap kortikosteroid tingkat sedang sampai berat seperti:
    • Peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis).
    • Kelainan kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal (eksim) yang membandel.
    • Peradangan yang terjadi pada kulit dan membran mukosa (liken planus).
    • Penyakit dimana munculnya luka kronis dengan peradangan dan jaringan parut di kulit (discoid lupus erythematosus).
    • Kondisi dimana steroid yang kurang aktif tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Komposisi obat

Tiap 1 g: Clobetasol propionate 0,5 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

2 kali/hari, pada pagi dan malam hari.

Aturan pakai obat

Digunakan sesuai resep dokter.

Efek samping obat

  • Rasa terbakar.
  • Rasa perih.
  • Rasa gatal.
  • Kulit menjadi tipis dan keriput (atrofi kulit).
  • Kulit pecah-pecah.
  • Efek sistemik: cushing syndrome, gula darah tinggi (hiperglikemia), dan gula dalam air seni (glukosuria).

Perhatian Khusus

  • Pada penderita eksim, pengunaan clobetasol propionate dengan dosis 2 g/hari selama 1 minggu dapat menekan hypothalamic-pitutary-adrenal (HPA) axis.
  • Hanya untuk pemakaian luar.
  • Hindari kontak dengan mata hidung, mulut dan selaput lendir lainnya.
  • Wanita hamil.
  • Wanita menyusui.
  • Anak-anak 12 tahun ke bawah.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kondisi kulit menjadi kemerahan, timbul bintil yang padat atau berisi nanah, dan pembuluh darah menjadi tampak jelas, khususnya pada bagian hidung, pipi, dagu, serta dahi (rosacea).
  • Pasien peradangan kulit di sekitar mulut (perioral dermatitis).
  • Pasien dengan jerawat (acne).
  • Pasien yang hipersensitif terhadap clobetasol propionate atau kortikosteroid lain serta bahan lain dalam sediaan ini.
  • Pasien dermatosis pada anak-anak 1 tahun ke bawah, termasuk dermatitis dan napkin eruption.
  • Pasien infeksi virus perkutan premier (seperti herpes simplex, cacar air).

Sesuai kemasan per Desember 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email