Forderm 0,05 % krim 10 g untuk pengobatan jangka pendek inflamsi dan pruritus.
Forderm 0,05 % krim 10 g untuk pengobatan jangka pendek inflamsi dan pruritus.
Forderm 0,05 % krim 10 g untuk pengobatan jangka pendek inflamsi dan pruritus.
Forderm 0,05 % krim 10 g untuk pengobatan jangka pendek inflamsi dan pruritus.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 54.275/tube (10 g) per Desember 2019.
Kemasan 1 tube @ 10 g
Produsen Ferron Par Pharmaceuticals

Forderm adalah obat yang digunakan untuk pengobatan jangka pendek inflamasi dan rasa gatal disertai dengan ruam (pruritus corticosteroid-responsive demtoses) tingkat sedang sampai berat. obat ini merupakan golongan obat keras yang memerlukan resep dokter. forderm mengandung zat aktif clobetasol propionate.

  • Pengobatan jangka pendek peradangan dan pruritus pada corticosteroid-responsive dermatoses tingkat sedang sampai berat seperti:
    • Peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis).
    • Kelainan kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal (eksim) yang membandel.
    • Peradangan yang terjadi pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir (liken planus).
    • Penyakit dimana munculnya ruam yang jarang (discoid lupus erythematosus).
    • Kondisi dimana steroid yang kurang aktif tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Tiap 1 g: Clobetasol propionate 0,5 mg.

2 kali/hari, pada pagi dan malam hari.

Digunakan sesuai resep dokter.

  • Rasa terbakar.
  • Rasa perih.
  • Rasa gatal.
  • Kulit menjadi tipis dan keriput (atrofi kulit).
  • Kulit pecah-pecah.
  • Efek sistemik: cushing syndrome, gula darah tinggi (hiperglikemia), dan gula dalam air seni (glukosuria).
  • Pasien dengan kondisi kulit menjadi kemerahan, timbul bintil yang padat atau berisi nanah, dan pembuluh darah menjadi tampak jelas, khususnya pada bagian hidung, pipi, dagu, serta dahi (rosacea).
  • Pasien peradangan kulit (perioral dermatitis).
  • Pasien dengan jerawat (acne).
  • Pasien yang hipersensitif terhadap clobetasol propionate atau kortikosteroid lain serta bahan lain dalam sediaan ini.
  • Pasien dermatosis pada anak-anak 1 tahun ke bawah, termasuk dermatitis dan napkin eruption.
  • Pasien infeksi virus perkutan premier (seperti herpes simplex, cacar air).
  • Pada penderita eksim, pengunaan clobetasol propionate dengan dosis 2 g/hari selama 1 minggu dapat menekan hypothalamic-pitutary-adrenal (HPA) axis.
  • Hanya untuk pemakaian luar.
  • Hindari kontak dengan mata hidung, mulut dan selaput lendir lainnya.
  • Wanita hamil.
  • Wanita menyusui.
  • Anak-anak 12 tahun ke bawah.

Sesuai kemasan per Desember 2019.

Artikel Terkait