Flutop-C Sirup 60 ml

05 Jan 2021| Dina Rahmawati
Flutop-C sirup adalah obat untuk meringankan gejala flu, seperti demam dan sakit kepala

Deskripsi obat

Flutop-C sirup adalah obat untuk meringankan gejala flu, seperti demam dan sakit kepala. Obat ini merupakan golongan obat bebas terbatas. Flutop-C sirup mengandung paracetamol, guaiphenesin, dextromethorphan Hbr, phenylpropanolamine HCl, dan chlorpheniramine maleate.
Paracetamol merupakan obat untuk mengatasi nyeri serta menurunkan suhu tinggi saat demam. Guaiphenesin mampu membantu mengencerkan lendir di paru-paru, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Dextrometorphan sendiri bekerja dengan cara menekan refleks batuk.
Phenylpropanolamine digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat. Zat ini bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah untuk mengurangi pembengkakan. Sementara, chlorpheniramine digunakan untuk meredakan gejala alergi, misalnya ruam, mata berair, mata gatal, dan bersin, sehingga tidak memperparah flu.

Flutop-C Sirup 60 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 16.474/botol per November 2019
Kandungan utamaParacetamol, guaiphenesin, dextromethorphan Hbr, phenylpropanolamine HCl, dan chlorpheniramine maleate.
Kelas terapiObat batuk dan flu.
Klasifikasi obatAnalgesik non-opioid.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenIfars Pharmaceuticals Laboratories

Informasi zat aktif

Paracetamol adalah obat yang dapat menurunkan demam (antipiretik) dan meredakan nyeri (analgetik). Obat ini dapat mengurangi produksi bahan kimia, yaitu prostaglandin, yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Guaiphenesin bertindak sebagai ekspektoran dengan meningkatkan hidrasi kelenjar pernapasan dan mengurangi kekentalan dahak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, Guaiphenesin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran gastrointestinal. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma kira-kira 15 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI (dalam jumlah kecil).
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) Kira-kira 1 jam.

Phenylpropanolamine sering digunakan secara oral sebagai garam HCl untuk mengatasi hidung tersumbat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, phenilpropanolamie diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati parsial.
  • Ekskresi: Melalui urine 80-90% (tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh).
  • Sekitar 3-5 jam.

Dextrometorphan berfungsi untuk meredakan batuk. Namun, obat ini tidak dapat digunakan untuk mengatasi batuk berdahak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dextrometorphan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tidak diketahui.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif oleh hati.
  • Ekskresi: Sedikit yang diekskresikan tidak berubah terutama dalam urine, sekitar 7% sampai 10% diekskresikan dalam tinja.

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat antihistamin. Obat ini membantu mengurangi gejala alergi yang terjadi, seperti bersin, batal-gatal, serta mata dan hidung berair.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa saluran pencernaan dan hati.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak. Obat dan metabolit diekskresikan dalam urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk.

Parasetamol bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin di sistem saraf pusat, sehingga meringankan peradangan yang terjadi. Selain itu, obat ini juga memberikan efek antipiretik, atau meredakan demam, melalui tindakan langsung pada pusat pengatur panas. Hal ini menyebabkan peningkatan pembuangan panas melalui keringat dan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi).
Dextromethorphan menekan refleks batuk dengan bekerja langsung di pusat batuk di medula. Guaiphenesin meningkatkan cairan saluran pernapasan dengan mengurangi kelengketan dan kekentalan dahak.
Chlorpheniramine maleat membantu mengurangi gejala alergi dengan mencegah efek zat histamin. Histamin diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap zat asing yang membuat tubuh alergi. Phenylpropanolamine digunakan untuk membantu mengatasi hidung tersumbat yang bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah vena dan arteri. Penyempitan pembuluh darah di sinus, hidung, dan dada memungkinkan drainase di area tersebut, sehingga mengurangi penyumbatan.

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

  • Paracetamol 130 mg.
  • Guaiphenesin 30 mg.
  • Dextromethorphan hydrobromide 3,5 mg.
  • Phenylpropanolamine hydrochloride 3,5 mg.
  • Chlorpheniramine maleat 0,5 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 4 sendok takar (20 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak berusia 6-12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sebelum atau setelah makan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada dokter atau apoteker Anda. Jika sakit kepala ini berlangsung selama lebih dari seminggu atau gejala semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Mual dan muntah.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Mengantuk.
    Beristirahatlah dan jangan mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengonsumsi permen atau permen karet bebas gula.
  • Penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan risiko terjadinya perdarahan pada lambung.
  • Sakit kepala yang membuat penderita mengalami sensasi seperti berputar (vertigo).
  • Gangguan gerak yang dipengaruhi keadaan jiwa (psikomotor).
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Kesulitan buang air kecil.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dalam wadah tertutup rapat dan terhindar dari cahaya matahari.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kemampuan berpikir rendah (debil) dan hipoksia (kekurangan oksigen).
  • Pasien dengan gangguan fungsi pernapasan, misalnya asma dan emfisema.
  • Penderita dengan gangguan jantung dan diabetes mellitus.
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.
  • Pasien penderita alergi terhadap komponen obat ini.
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Anak-anak berusia 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Dapat mempengaruhi kemampuan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Flutop-C sirup pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Penderita dengan gangguan jantung dan kencing manis (diabetes mellitus).
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.
  • Hipersensitif terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Phenobarbital, carbamazepin, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan potensi kerusakan pada hati.
  • Obat penghambat monoamin oksidase (MAOI) untuk mengatasi depresi.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Metoklopramid.
    Metoklopramid dapat meningkatkan efek antinyeri paracetamol.
  • Kolestiramin dan lixisenatide.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menurunkan efek paracetamol.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika:

  • Selama 3 hari mengonsumsi ini demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak hilang.
  • Gejala memburuk atau timbul gejala baru.
  • Timbul ruam pada kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan.

Sesuai kemasan per November 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phenylpropanolamine?mtype=generic
Diakses pada 23 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/guaifenesin?mtype=generic
Diakses pada 23 Desember 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/c049.html
Diakses pada 23 Desember 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/g020.html
Diakses pada 23 Desember 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/d026.html
Diakses pada 23 Desember 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/a004.html
Diakses pada 23 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email