Flutop-C sirup 60 ml obat untuk meringankan gejala-gejala flu.
Flutop-C sirup 60 ml obat untuk meringankan gejala-gejala flu.
Flutop-C sirup 60 ml obat untuk meringankan gejala-gejala flu.
Flutop-C sirup 60 ml obat untuk meringankan gejala-gejala flu.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 16.474/botol (60 ml) per November 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Ifars Pharmaceuticals Laboratories

Flutop-C adalah obat untuk meringankan gejala-gejala flu. Obat ini merupakan golongan obat bebas terbatas. Flutop-C mengandung paracetamol, guaifenesin, dextromethorphan Hbr, phenylpropanolamine HCL chlorphenamine maleate

Meringankan gejala-gejala flu seperti:

Tiap 5 ml: paracetamol 160 mg, guaifenesin 25 mg, dextromethorphan Hbr 3,5 mg, phenylpropanolamine HCL 3,5 mg, chlorphenamine maleate 0,5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 4 sendok takar (20 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak 6-12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sebelum atau setelah makan.

  • Mengantuk.
  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan psikomotor.
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Gangguan detak jantung atau irama jantung (aritmia).
  • Mulut kering.
  • Jantung terasa berdegup dengan kencang (palpitasi).
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pasien penderita diabetes melitus.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat.
  • Pasien hipersensitif terhadap komponen obat ini.
  • Pasien tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita pembesaran prostat jinak (hipertrofi prostat).
  • Pasien penderita retensi urin.
  • Pasien penderita debil dan kekurangan oksigen (hipoksia).
  • Anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Tidak boleh menjalankan mesin dan kendaraan bermotor saat mengkonsumsi obat.
  • Pasien penderita gangguan fungsi pernapasan.
  • Monoamine oxidase inhibitors

Sesuai kemsan per November 2019

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait