no-image-drug
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
Produsen Yarindo Farmatama

Flurin DMP kaplet adalah obat untuk mengatasi gejala flu. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Flurin DMP kaplet mengandung zat aktif parasetamol, klorfeniramin maleat, pseudoefedrin HCl, dan dekstrometorfan HBr.

  • Parasetamol adalah obat yang mampu mengatasi nyeri dan menurunkan demam, parasetamol bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin atau zat penyebab peradangan, penurunan prostaglandin dalam tubuh akan mengurangi gejela peradangan seperti demam dan nyeri.
  • Deksklorfeniramin maleat adalah obat untuk mengatasi alergi yang bekerja dengan menghambat produksi histamin dalam tubuh saat mengalami reaksi alergi.
  • Pseudoefedrin adalah obat untuk mengatasi hidung tersumbat yang bekerja dengan mengurangi pembengkakan akibat peradangan pada membran mukosa hidung sehingga melancarkan jalan nafas pada hidung.
  • Dekstrometorfan HBr adalah obat untuk mengatasi batuk kering, obat ini bekerja dengan menekan batuk.

Meredakan gejala flu seperti:

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 kaplet/hari.

  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ kaplet/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Mengantuk.
  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan gerakan dan reaksi menjadi lambat (psikomotor).
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Mulut kering.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Kesulitan buang air kecil (retensi urin).
  • Pada penggunaan dosis besar dan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi yang berat (hipertensi berat).
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati yang berat.
  • Pasien dengan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi) atau stroke seperti pasien dengan berat badan yang berlebih atau pasien lanjut usia.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi gijal.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien yang memiliki kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien yang mengalami kesulitan buang air kecil (retensi urin).
  • Pasien dalam kondisi lemah.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien kekurangan oksigen (hipoksia).
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
  • Metoklopramid dapat meningkatkan efek dari parasetamol.
  • Karbamazin, fenobarbital, dan fenitoin dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.
  • Kolestiramin dapat mengurangi efek parasetamol.
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan.
  • Penggunaan bersama penghambat monoamin oksidase seperti furozolidon, linezolid, fenelzin, dan transilpromin dapat meningkatkan tekanan darah.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/flurin%20dmp?type=brief&lang=id
Diakses pada 2 Juli 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/tylenol-acetaminophen-343346#0
Diakses pada 2 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html
Diakses pada 2 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait