Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Fluphenazine (Alias: Flufenazin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Virly Isella pada 07 Feb 2019
Fluphenazine digunakan untuk mengobati gejala gangguan mental.
Fluphenazine merupakan obat yang dapat membantu penderita gangguan mental.

Merk dagang yang beredar:

Sikzonoate

Fluphenazine merupakan obat antipsikotik yang digunakan untuk mengobati gejala gangguan mental seperti halusinasi, delusi, atau gangguan perilaku pada pasien skizofrenia. Obat ini bekerja dengan memengaruhi keseimbangan zat kimia alami (neurotransmitter) di otak. Fluphenazine tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak di bawah usia 12 tahun dan pasien dengan keterbelakangan mental. 

Fluphenazine (Flufenazin)
Golongan

Antipsikotik

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, injeksi

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Meskipun pada beberapa penelitian menunjukan tidak adanya efek samping terhadap bayi ketika obat ini digunakan selama menyusui, namun data ini masih sangat terbatas, dan bila digunakan harus dengan sangat hati-hati (harus dipantau efek samping berupa munculnya rasa kantuk dan status perkembangan bayi), dan disarankan untuk menggunakan alternatif obat antipsikotik golongan lain.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Injeksi intramuskular
Psikosis, Mania, Skizofrenia:

  • Dewasa: dalam sediaan dekanoat: Pada awalnya 12,5 mg kemudian disesuaikan dengan respon terapi. Dosis pemeliharaan: 12,5–100 mg disuntik setiap 2–6 minggu (bergantung pada respon terapi). Untuk dosis >50 mg, peningkatan dosis harus secara perlahan (ditingkatkan setiap 12,5mg). Dalam sediaan enantate ester dapat diberikan dengan dosis serupa disuntik setiap 1–3 minggu.
  • Lansia: 6,25 mg, disesuaikan berdasarkan respon terapi.

Oral
Psikosis, Mania, Skizofrenia:

  • Dewasa: dosis awal 2,5-10 mg/hari dibagi dalam 2–3 dosis, dapat ditingkatkan sesuai dengan respon terapi. Dosis pemeliharaan: 1–5 mg/hari. Dosis maksimal: 20 mg/hari.

Obat adjuvan jangka pendek pada ansietas (kecemasan) berat atau gangguan perilaku:

  • Dewasa: 1 mg dua kali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 2 mg dua kali sehari bila diperlukan.

Aturan pakai Fluphenazine dengan benar

Konsumsi Fluphenazine sesuai dengan anjuran dari dokter Anda. Dosis obat berdasarkan pada kondisi medis pasien dan respon terhadap pengobatan. Jangan berhenti mengonsumsi obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter karena dapat memperburuk kondisi Anda. Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Gunakan obat ini secara teratur agar mendapatkan manfaat yang maksimal.

Efek fluphenazine injeksi dalam sediaan dekanoat umumnya mulai bekerja 2–3 hari setelah injeksi, dan efek obat pada gejala psikotik menjadi signifikan dalam 2–4 hari. Efek obat bisa bertahan sampai dengan 6 minggu tergantung pada respon pengobatan pasien. Konsultasikan dengan dokter bila kondisi pasien tidak membaik atau memburuk.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi bila terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Efek samping seperti mengantuk, pusing, mual, kehilangan nafsu makan, berkeringat, mulut kering, penglihatan kabur, sakit kepala, dan sembelit dapat terjadi. Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Segera mencari pertolongan medis jika merasakan efek samping yang serius seperti:

  • Merasa gelisah
  • Tremor
  • Perubahan suasana hati (mood) seperti depresi atau perburukan gejala psikosis.
  • Kebingungan
  • Sering berkemih atau sulit berkemih
  • Gangguan penglihatan
  • Perubahan berat badan
  • Nyeri sendi
  • Mudah terjadinya lebam dan perdarahan
  • Kejang
  • Reaksi alergi (ruam, gatal, bengkak, kesulitan bernafas)
  • Sindrom neuroleptik maligna yang ditandai dengan demam, nyeri dan kaku pada bagian otot, kelemahan, berdebar-debar, dan urin berwarna gelap.
  • Tardive dyskinesia, yang ditandai dengan pergerakan tidak terkontrol terutama pada bagian wajah, mulut, lidah, tangan, dan kaki

Jika digunakan pada wanita, obat ini dapat meningkatkan hormon prolaktin yang menyebabkan meningkatnya produksi ASI, berhentinya menstruasi, atau kesulitan hamil. Pada laki-laki, dapat menyebabkan penurunan kemampuan seksual, berkurangnya sperma, atau payudara membesar.

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti gangguan kejang, penyakit hati, ginjal, jantung, paru, serebrovaskular, usia lanjut, depresi, glaukoma, riwayat penyakit kuning, parkinson, diabetes melitus, hipotiroidisme, miastenia gravis, penyumbatan usus, pembesaran prostat, dan retensi urin.

Kontraindikasi

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Alergi terhadap fluphenazine
  • Dalam keadaan koma atau depresi berat
  • Kelainan darah
  • Penyakit hati
  • Depresi sumsum tulang belakang
  • Tumor pada kelenjar adrenal
  • Kerusakan otak subkortikal
  • Kehamilan (terutama trimester 3) dan menyusui

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Menggunakan fluphenazine dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi.

  • Mengurangi efek antihipertensi dari guanethidine, metildopa dan klonidin.
  • Toksisitas litium.
  • Mengurangi kadar fluphenazine dalam darah bila digunakan bersamaan dengan antasida.
  • Meningkatkan risiko aritmia (tidak teraturnya irama jantung) jika digunakan bersamaan dengan obat yang memperpanjang interval QT.
  • Menyebabkan gangguan elektrolit jika digunakan bersama obat diuretik.
  • Memperberat efek depresi sistem saraf pusat bila dikonsumsi bersamaan dengan alkohol, barbiturat, hipnotik, obat penenang, opiat dan antihistamin.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakannya, dokter mungkin akan mengubah dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/flufenazin-dekanoat
Diakses pada 5 November 2018.

FDA Australia. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2010/071413s019lbl.pdf
Diakses pada 5 November 2018.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/fluphenazine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 5 November 2018.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500732/#!po=88.4615
Diakses pada 5 November 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5044-2224/fluphenazine-oral/fluphenazine-concentrate-oral/details 
diakses pada 5 November 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top