Fluoxetine

24 Feb 2020| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Fluoxetine (Fluoksetin) digunakan untuk mengobati depresi

Fluoxetine dapat menurunkan kecemasan, memperbaiki mood, tidur, nafsu makan, meningkatkan energi, dan dapat memulihkan minat dalam keseharian

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Andep, Antiprestin, Courage, Deprezac, Deproz, Elizac, Floxet, Foransi, Kalxetin, Lodep, Nopres, Noxetine, Oxipres, Prozac, ZAC, Zactine.

Deskripsi obat

Fluoxetine termasuk obat antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) yang digunakan untuk mengobati depresi. Obat ini dapat menurunkan kecemasan, memperbaiki mood, tidur, nafsu makan, meningkatkan energi, dan dapat memulihkan minat Anda dalam keseharian. Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) bekerja dengan membantu mengembalikan keseimbangan zat alami tertentu di dalam otak neurotransmitter seperti serotonin.

Fluoxetine (Fluoksetin)
Golongan

Antidepresan

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Depresi

  • Dewasa: dosis awal 20 mg, 1 kali sehari. Dapat dinaikkan secara bertahap hingga maksimal dosis 80 mg/hari dalam dua dosis terbagi.
  • Anak di atas 8 tahun: dosis awal 10 mg/hari, dapat ditingkatkan menjadi 20 mg/hari setelah 1-2 minggu.
  • Lansia: Maks: 60 mg per hari.

 

Obsessive compulsive disorder (OCD)

  • Dewasa: dosis awal 20 mg, 1 kali sehari. Dapat ditingkatkan hingga 60 mg/hari jika tidak berespon secara klinis. (Maksimal 80 mg/hari dalam 2 dosis terbagi)
  • Anak di atas 7 tahun: dosis awal 10 mg/hari, dapat ditingkatkan menjadi 20 mg/hari setelah 2 minggu. Tingkatkan hingga 60 mg/hari setelah beberapa minggu jika diperlukan.

Gangguan disforik pramenstruasi

  • Dewasa: 20 mg/hari secara kontinu, atau 20 mg per hari dimulai dari 14 hari sebelum menstruasi dan berlanjut sampai hari pertama menstruasi.

Bulimia nervosa

  • Dewasa: 60 mg/hari sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi.

Gangguan panik

  • Dewasa: dosis awal 10 mg, 1 kali sehari. Dapat ditingkatkan menjadi 20 mg/hari setelah 1 minggu. Dapat ditingkatkan lagi menjadi 60 mg/hari jika tidak ada respon klinis setelah beberapa minggu

Efek samping obat

Efek samping seperti:

  • Gangguan tidur
  • Mual, muntah
  • Lesu, cemas, kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan,
  • Berkeringat
  • Menguap
  • Pusing
  • Tremor
  • Penglihatan kabur
  • Perdarahan ginekologis
  • Disfungsi seksual : disfungsi ereksi, gangguan ejakulasi, penurunan libido
  • Mulut kering
  • Penurunan berat badan,
  • Pikiran dan perilaku untuk bunuh diri
  • Sindrom serotonin (hipertermia, kaku otot, berkeringat, gangguan status mental dan tanda vital)

Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Perhatian Khusus

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Memiliki riwayat mania / hipomania
  • Gangguan kejang
  • Diabetes mellitus
  • Lansia, anak-anak
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Peningkatan tekanan intraokular atau risiko glaukoma akut sudut sempit.
  • Pasien dengan faktor risiko pemanjangan QT
  • Alergi dengan obat fluoxetine atau obat lainnya

Jika ingin mengonsumsikan obat fluoxetine kepada anak-anak, remaja, dan dewasa yang berumur kurang dari 24 tahun berikan mereka perhatian atau pengawasan penuh karena obat ini berpotensi menimbulkan ide bunuh diri.

Konsultasikan kepada dokter jika Anda sedang merencanakan kehamilan, hamil, atau menganggap bahwa Anda hamil untuk mendiskusikan manfaat dan resiko dari penggunaan obat ini. Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya jika benar-benar diperlukan karena dapat membahayakan bayi yang belum lahir.

  • Jangan mengonsumsi obat ini bersamaan dengan pimozide atau thioridazine.
  • Penggunaan bersamaan atau dalam rentang 2 minggu setelah berhenti menggunakan obat MAOI

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Menggunakan fluoxetine dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi seperti

  • Dapat menyebabkan sindrom serotonin dengan obat serotonergik (misalnya triptans, TCA, fentanyl, tramadol, lithium, buspirone, tryptophan).
  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan dengan aspirin, OAINS, warfarin, dan antikoagulan lainnya.
  • Dapat meningkatkan kadar plasma phenytoin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/fluoksetin
Diakses pada 3 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/fluoxetine-oral-route/description/drg-20063952
Diakses pada 1 Oktober 2018

MIMS.  http://www.mims.com/indonesia/drug/info/fluoxetine?mtype=generic
Diakses pada 3 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1774-5095/fluoxetine-oral/fluoxetine-enteric-coated-oral/details
Diakses pada 3 Oktober 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email