Fluoxetine

02 Mar 2021| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Fluoxetine digunakan untuk mengatasi depresi, panik, kecemasan, dan gejala obsesif kompulsif

Fluoxetine membantu mengatasi depresi, panik, kecemasan, dan gejala obsesif kompulsif

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Andep, Antiprestin, Courage, Deprezac, Deproz, Elizac, Floxet, Foransi, Kalxetin, Lodep, Nopres, Noxetine, Oxipres, Prozac, ZAC, Zactine.

Deskripsi obat

Fluoxetine digunakan untuk mengobati depresi, gangguan obsesif kompulsif atau pikiran mengganggu yang tidak mau hilang dan kebutuhan melakukan tindakan tertentu berulang-ulang, beberapa gangguan makan, serta serangan panik atau serangan ketakutan ekstrim yang tiba-tiba dan tak terduga.

Fluoxetine berada dalam kelas obat inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI). Cara kerja obat ini adalah dengan meningkatkan jumlah serotonin, yaitu zat alami di otak yang membantu menjaga keseimbangan mental. 

Fluoxetine (Fluoksetin)
GolonganKelas terapi : Antidepresan. Klasifikasi Obat : Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI).
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kapsul
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan fluoxetine, di antaranya:

  • Sakit kepala
    Beristirahatlah. Minum banyak air dan hindari alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika rasa sakit tidak hilang setelah lebih dari seminggu, segera konsultasikan kepada dokter.
  • Diare
    Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi yang ditandai dengan sulit buang air kecil atau kencing yang berbau kuat. Jangan mengonsumsi obat untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
  • Mudah merasa lelah dan lemas
    Hentikan seluruh aktivitas Anda. Duduk atau berbaringlah sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi, menjalankan mesin, atau minum alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Gangguan kesulitan tidur
    Jika Anda mengalami kesulitan tidur pada malam hari yang disebabkan fluoxetine, cobalah mengonsumsi fluoxetine pada pagi hari.
  • Mual
    Minumlah fluoxetine saat atau setelah makan. Konsumsi makanan yang ringan serta hindari makanan pedas.
  • Mimpi aneh
  • Pusing
  • Mengantuk
  • Tremor atau gemetar
  • Mulut kering
  • Berkeringat
  • Sakit perut
  • Penurunan nafsu makan
  • Muntah
  • Hidung tersumbat
  • Penurunan gairah seksual
  • Impotensi

 

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan fluoxetine pada kondisi:

  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis hati)
  • Diabetes
  • Masalah buang air kecil
  • Gangguan tekanan bola mata yang terlalu tinggi (glaukoma sudut sempit akut)
  • Kejang atau epilepsi
  • Riwayat gangguan perubahan suasana hati yang sangat drastis, seperti merasa sangat senang atau sangat sedih (mania atau hipomania)
  • Penyalahgunaan narkoba atau pikiran untuk bunuh diri
  • Terapi elektrokonvulsif (ECT)
  • Anak-anak
  • Kehamilan dan menyusui
  • Lansia

Jika ingin mengonsumsikan obat fluoxetine kepada anak-anak, remaja, dan dewasa yang berumur kurang dari 24 tahun, berikan mereka perhatian atau pengawasan penuh karena obat ini berpotensi menimbulkan ide bunuh diri.

Konsultasikan kepada dokter jika Anda sedang merencanakan kehamilan, hamil, atau menganggap bahwa Anda hamil untuk mendiskusikan manfaat dan risiko penggunaan obat ini. Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya jika benar-benar diperlukan karena dapat membahayakan bayi yang belum lahir.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap fluoxetine
  • Penggunaan bersama pimozide atau thioridazine
  • Gangguan jantung atau gangguan irama jantung
  • Peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Penggunaan bersama atau dalam rentang 2 minggu setelah berhenti menggunakan obat MAOI

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan sertraline pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Penglihatan kabur, sakit mata atau bengkak, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
  • Detak jantung cepat atau berdebar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba seperti akan pingsan
  • Tingkat natrium rendah dalam tubuh yang ditandai dengan sakit kepala, kebingungan, bicara cadel, kelemahan parah, muntah, kehilangan koordinasi, dan perasaan tidak stabil
  • Reaksi sistem saraf yang parah, seperti otot yang sangat kaku, demam tinggi, berkeringat, kebingungan, detak jantung cepat atau tidak seimbang, tremor, dan perasaan seperti akan pingsan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Fluoxetine dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Carbamazepine
    Penggunaan bersama fluoxetine dapat menyebabkan penglihatan buram, sakit kepala sampai seperti berputar (vertigo), dan gerakan tak terkontrol pada salah satu bagian tubuh (tremor).
  • Triptofan
    Penggunaan bersama fluoxetine dapat menimbulkan perasaan agitasi, gelisah, dan sakit perut.
  • Obat golongan benzodiazepin, seperti triazolam dan midazolam
    Penggunaan bersama fluoxetine dapat menyebabkan kantuk berlebih.
  • Warfarin, obat golongan NSAID, dan aspirin
    Penggunaan bersama fluoxetine dapat menyebabkan pendarahan.
  • Aripiprazol, dekstrometorfan, metadon, paliperidone, dan risperidon
    Penggunaan bersama fluoxetine dapat menyebabkan gangguan pada jantung dan gerakan otot tak sadar.
  • Lithium
    Lakukan monitor terhadap kadar lithium dalam darah, tingginya kadar lithium dalam darah dapat meyebabkan toksisitas atau keracunan.
  • Fenitoin
    Penggunaan bersama fluoxetine dapat menyebabkan kebingunan, pusing, dan demam.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs. https://www.drugs.com/fluoxetine.html
Diakses pada 5 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1774-95/fluoxetine-oral/fluoxetine-oral/details
Diakses pada 5 Februari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/fluoxetine-prozac/
Diakses pada 5 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a689006.html
Diakses pada 5 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/prozac-drug.htm
Diakses pada 5 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/prozac-side-effects-drug-center.htm
Diakses pada 5 Februari 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322413#about 
Diakses pada 5 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email