Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Fluorouracil

Ditulis oleh dr. Rikho Melga Shalim
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Fluorouracil merupakan salah satu obat yang digunakan untuk melawan sel kanker

Fluorouracil merupakan obat kemoterapi yang digunakan dalam beberapa jenis kanker. Obat ini bekerja dengan mengganggu pembentukan DNA dan RNA dalam sel. Proses ini membuat pertumbuhan sel yang tidak sempurna.

Obat fluorouracil memiliki efek lebih besar pada sel yang bertumbuh dengan cepat karena sel yang bertumbuh dengan cepat akan cepat pula berinteraksi dengan obat dalam darah sehingga dengan cepat dapat menghambat pertumbuhan sel.

Fluorouracil ()
Golongan

Obat kemoterapi

Kategori Obat

Obat keras (harus dengan resep dokter)

Bentuk Obat

Larutan injeksi, krim

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Pada penggunaan injeksi intravena/ intraarterial/ oral:

Kategori D: Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius di mana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan). 

 

Pada penggunaan topikal

Kategori X: Penelitian pada binatang percobaan atau manusia menunjukkan adanya kelainan pada janin atau terdapat bukti risiko terhadap janin berdasarkan pengalaman yang ada, serta besarnya risiko yang ditimbulkan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diperoleh. Penggunaan obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil atau wanita usia subur.

Keamanan penggunaan fluorouracil selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Intraarterial (diberikan melalui pembuluh darah arteri)

Pengobatan paliatif dari kanker kolon, rektum, payudara, lambung, atau pankreas

  • Dewasa: 5-7.5 mg/kg per hari sebagai obat infus kontinyu (perfusi regional).

 

Intravena (diberikan melalui pembuluh darah vena)

Pengobatan paliatif dari kanker kolon, rektum, payudaran, lambung, atau pankreas

  • Dewasa: 12 mg/kg/hari (maksimal 0.8-1g/hari) selama 3-4 hari, jika tidak terjadi gejala dan tanda keracunan, dapat diikuti pemberian selang 1 hari dengan dosis 6mg/kg untuk 304 kali pemberian.

Pemberian dapat diulang setelah 4-6 minggu atau dosis rumatan sebanyak 5-15mg/kg/minggu (maksimal 1gr/minggu).

  • Sebagai larutan infus 15mg/kg/hari (maksimal 1gr per hari) dalam 500ml larutan salin normal atau larutan glukosa 5% selama 4 jam, diulang pada hari berikutnya sampai munculnya gejala toksisitas atau total tercapai 12-15gr telah diberikan. Setelah itu dapat diulang kembali setelah 4-6 minggu.

 

Oral

Pengobatan paliatif dari kanker kolon, rektum, payudara, lambung, atau pankreas.

  • Dewasa: 15 mg/kg (maksimal: 1 gr/hari), dapat diberikan sekali per minggu untuk dosis pemeliharaan. Maksimal 1 gr/minggu.

 

Topical/Cutaneous

Keratosis aktinik, karsinoma sel basal superfisial

  • Dewasa: sebagai krim. Oleskan 1-2x per hari selama 2-4 minggu. Pengobatan dapat mencapai 3-6 minggu dalam kasus karsinoma sel basal.

Aturan pakai Fluorouracil dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan fluorouracil sebelum penggunaan. Sediaan dalam bentuk obat injeksi akan diberikan oleh petugas kesehatan saat dirawat. Sementara obat oral atau topikal dapat digunakan oleh diri sendiri.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Fluorouracil dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

  • Gangguan pada sel-sel darah (leukopenia, trombositopenia), sariawan, ulkus pada saluran cerna, perdarahan dan diare
  • Mual, muntah, ruam, hiperpigmentasi, kebotakan
  • Topikal: tanda peradangan awal dan reaksi fotosensitivitas. Dermatitis dan eritema multiformis (jarang)

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Penyakit jantung, terutama penyakit jantung coroner.
  • Gangguan hati atau ginjal.
  • Gizi buruk
  • Riwayat terapi dengan radiasi dosis tinggi pada pelvic atau penggunaan agen alkylating 
  • Sedang hamil atau kemungkinan hamil.

 

Kontraindikasi 

Jangan menggunakan Fluorouracil jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Alergi fluorouracil
  • Penggunaan topikal pada lapisan mukosa
  • Gizi buruk
  • Adanya infeksi berat yang serius
  • Sedang hamil dan menyusui

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Obat ini sendiri akan meningkatkan efek obat warfarin. Mengurangi efektivitas vaksin. Allopurinol terkadang juga mengganggu kerja fluorouracil. Penggunaan bersama Leucovorin calcium dapat memicu terjadinya keracunan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merk tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/fluorouracil?mtype=generic
Diakses pada 29 Agustus 2019

Artikel Terkait:
Back to Top