Flunarizine

02 Mar 2021| Lenny Tan
Ditinjau oleh Veronika Ginting
Flunarizin digunakan untuk mengatasi serangan migrain, pusing, dan vertigo

Flunarizin digunakan untuk mengatasi serangan migrain, pusing, dan vertigo

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Bartolium, Cevadil 5 / Cevadil 10, Cymalium, Degrium, Dizine, Flunarizin, Frego, Funar, Galium, Gratigo, Gratizin, Seremig, Sibelium-5 / Sibelium-10, Siberia-5 / Siberia-10, Siberid, Silum 5 / Silum 10, Sinral, Unalium, Velnazin, Versilum, Xepalium

Deskripsi obat

Flunarizine digunakan untuk mengatasi serangan pusingsakit kepala yang terjadi pada satu sisi kepala (migrain), serta sakit kepala yang membuat sekeliling terasa berputar (vertigo). Flunarizine termasuk ke dalam golongan obat Calcium Channel Blocker (CCB).

Flunarizine digunakan untuk mencegah atau menurunkan frekuensi kambuh dan mengurangi tingkat keparahan migrain. Obat ini biasanya digunakan jika pengobatan lain tidak berhasil mengatasi migrain atau sakit kepala yang dialami.

Selain itu, flunarizine juga digunakan untuk mengatasi gangguan sistem saraf yang mengatur keseimbangan serta gerakan tubuh (sistem vestibular).

Flunarizine (Flunarizin)
GolonganKelas terapi : Antimigrain. Klasifikasi Obat : Calcium Channel Blocker (CCB).
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kapsul
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori N: Keamanan penggunaan obat ini pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui.
Dosis obatDewasa: 5-10 mg, setiap hari sebelum tidur.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian flunarizine, antara lain:

  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah hingga merasa lebih baik dan konsumsi banyak cairan. Mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit yang sesuai kepada dokter atau Apoteker Anda.
  • Mulut kering.
    Cobalah untuk mengunyah permen bebas gula atau permen karet bebas gula.
  • Mengantuk.
    Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Keluarnya cairan pada puting payudara yang bukan merupakan produksi ASI (galaktorea).
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Meningkatnya nafsu makan.
  • Kelelahan.
  • Reaksi ekstrapiramidal pada otak yang menyebabkan gerakan yang tidak disadari atau tidak dapat dikendalikan.
  • Peningkatan berat badan.
  • Depresi.
  • Nyeri lambung.

Perhatian Khusus

Obat ini tidak dapat digunakan dalam jangka panjang. Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Penderita penyakit pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
  • Mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Lanjut usia.
  • Mengalami epilepsi.

Obat ini dapat mengganggu kemampuan mengemudi dan mengoperasikan mesin. Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C. Jangan simpan di tempat lembap atau terpapar sinar matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Mengalami penyumbatan pada saluran kemih atau saluran pencernaan.
  • Mengalami gejala penyakit Parkinson atau gangguan ekstrapiramidal lain.
  • Mengonsumsi obat golongan beta blocker.
  • Mengalami kelainan darah secara genetik (porfiria akut).
  • Riwayat depresi.
  • Kehamilan dan menyusui.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori N: Keamanan penggunaan flunarizine pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika mengalami ruam pada kulit, depresi, nyeri otot, gangguan gerakan gemetar (tremor), dan kesulitan bergerak, segera hubungi dokter atau apoteker.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Penggunaan beberapa obat secara bersamaan dapat terjadi interaksi obat. Butuh saran dokter untuk menggunakan obat secara bersamaan. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan.

  • Phenytoin dan carbamazepine.
    Phenytoin dan carbamazepine dapat menurunkan metabolisme dari flunarizine, sehingga akan menurunkan efektivitasnya.
  • Kontrasepsi oral.
    Penggunaan flunarizine dengan kontrasepsi oral dapat menyebabkan keluarnya cairan pada payudara yang tidak berkaitan dengan produksi ASI (galaktore).
  • Obat penekan susunan saraf pusat (depresan susuan saraf pusat) dan triprolidin.
    Dapat meningkatkan efek merugikan atau racun (toksik). Lakukan pemantauan peningkatan efek depresan susunan saraf pusat selama terapi bersamaan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/flunarizine
Diakses pada 21 Januari 2021

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB04841
Diakses pada 21 Januari 2021

Pediatriconcall. https://www.pediatriconcall.com/drugs/flunarizine/585
Diakses pada 21 Januari 2021

medicinenet. https://www.medicinenet.com/flunarizine-oral_capsule_tablet/article.htm
Diakses pada 21 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email