Flumin kaplet

24 Jan 2020| Arif Putra
Flumin kaplet adalah obat untuk meringankan gejala flu.

Deskripsi obat

Flumin kaplet adalah obat untuk meringankan gejala flu. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Flumin memiliki kandungan paracetamol sebagai zat aktifnya.

Flumin kaplet
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp. 7.941/strip per November 2019.
Kemasan1 box isi 16 strip @ 10 kaplet
Produsen"Pabrik Pharmasi Zenith "

Indikasi (manfaat) obat

Meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin.

Komposisi obat

  • Paracetamol 300 mg.
  • Phenylpropanolamine HCI 15 mg.
  • Chlorpeheniramine maleate 2 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa 12 tahun ke atas: 1 kaplet sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ kaplet sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati.
  • Sedasi
  • Mengantuk
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan psikomotrik
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardi)
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia)
  • Mulut kering
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • Gangguan pengeluaran urin (retensi urin).

Perhatian Khusus

  • Penderita gangguan fungsi hati.
  • Penderita gangguan funngsi ginjal.
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Hentikan penggunaan obat jika mengalami susah tidur, jantung berdebar dan pusing.
  • Dapat menggannggu kemampuan mengendarai motor dan menjalankan mesin.
  • Penderita yang menkomsumsi bersamaan dengan alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan fungsi hati.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita yang hipersensitif terhadap obat penghilang gejala lain.
  • Pasien gangguan fungsi hati.
  • Pasien tekanan darah tinggi (hipertensi berat).
  • Pasien gangguan jantung.
  • Pasien peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien kencing manis (diabetes mellitus).
  • Pasien hipertiroid.
  • Pasien kondisi ketika kelenjar prostat membesar. (hipertrofi prostat).
  • Pasien gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Penghambat MAO.

Sesuai kemasan per November 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email