Flumetholon tetes 5 ml

13 Jan 2020| Lenny Tan
Flumetholon tetes 5 ml obat untuk mengatasi peradangan mata.

Deskripsi obat

Flumetholon adalah obat untuk mengatasi penyakit radang di daerah okular luar dan di segmen anterior mata. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Flumetholon mengandung fluorometholone sebagai zat aktifnya.

Flumetholon tetes 5 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 123.225/botol (5 ml) per November 2019
Kemasan1 botol @ 5 ml
ProdusenSanten Pharmaceutical

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi penyakit radang di daerah okular luar dan di segmen anterior mata:
    • Peradangan kelopak mata yang biasanya terjadi di area pertumbuhan bulu mata dan bisa mengenai kedua kelopak mata (blepharitis).
    • Mata merah akibat peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam (konjungtiva mata) (konjungtivitis).
    • Peradangan atau inflamasi yang terjadi pada kornea mata (keratitis).
    • Radang selaput putih atau dalam kedokteran di sebut sklera mata (skleritis).
    • Peradangan yang terjadi di antara jaringan sklera dan konjungtiva pada mata (episcleritis).
    • Iritis.
    • Peradangan pada iris mata dan badan siliar (iridocyclitis).
    • Peradangan yang terjadi pada uvea atau lapisan tengah mata (uveitis).
    • Peradangan pasca operasi.

Komposisi obat

Fluorometholone 0,1%

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1-2 tetes sebanyak 2-4 kali/hari

Aturan pakai obat

Teteskan pada area mata.

Efek samping obat

  • Kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Perforasi kornea dapat terjadi jika obat ini diberikan kepada pasien dengan herpes kornea, ulkus kornea.
  • Infeksi kornea yang disebabkan oleh jamur (keratomycosis).
  • Infeksi pseudomonas aeruginosa. dapat diinduksi oleh obat ini
  • Katarak subkapsular posterior.
  • Peradangan kelopak mata yang biasanya terjadi di area pertumbuhan bulu mata dan bisa mengenai kedua kelopak mata (blefaritis).
  • Ruam.
  • Iritasi.
  • Hiperemia konjungtiva.
  • Deposit kornea.
  • Penindasan sistem hipofisis-adenokortikal.
  • Keterlambatan penyembuhan luka

Perhatian Khusus

  • Tidak boleh digunakan dalam jangka lama.
  • Pasien dengan erosi kornea atau luka kornea.
  • Pasien dengan keratokonjungtivitis virus.
  • Pasien penderita penyaki tuberkulosis mata (tbc mata)
  • Penyakit jamur pada mata.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komponen dalam obat ini.

Sesuai kemasan per November 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email