Flumetholon tetes 5 ml obat untuk mengatasi penyakit radang di daerah okular luar dan di segmen anterior mata.
Flumetholon tetes 5 ml obat untuk mengatasi penyakit radang di daerah okular luar dan di segmen anterior mata.
Flumetholon tetes 5 ml obat untuk mengatasi penyakit radang di daerah okular luar dan di segmen anterior mata.
Flumetholon tetes 5 ml obat untuk mengatasi penyakit radang di daerah okular luar dan di segmen anterior mata.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 123.225/botol (5 ml) per November 2019
Kemasan 1 botol @ 5 ml
Produsen Santen Pharmaceutical

Flumetholon adalah obat untuk mengatasi penyakit radang di daerah okular luar dan di segmen anterior mata. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Flumetholon mengandung fluorometholone sebagai zat aktifnya.

  • Mengatasi penyakit radang di daerah okular luar dan di segmen anterior mata:
    • Peradangan kelopak mata yang biasanya terjadi di area pertumbuhan bulu mata dan bisa mengenai kedua kelopak mata (blepharitis).
    • Mata merah akibat peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam (konjungtiva mata) (konjungtivitis).
    • Peradangan atau inflamasi yang terjadi pada kornea mata (keratitis).
    • Radang selaput putih atau dalam kedokteran di sebut sklera mata (skleritis).
    • Peradangan yang terjadi di antara jaringan sklera dan konjungtiva pada mata (episcleritis).
    • Iritis.
    • Peradangan pada iris mata dan badan siliar (iridocyclitis).
    • Peradangan yang terjadi pada uvea atau lapisan tengah mata (uveitis).
    • Peradangan pasca operasi.

Fluorometholone 0,1%

1-2 tetes sebanyak 2-4 kali/hari

Teteskan pada area mata.

  • Kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Perforasi kornea dapat terjadi jika obat ini diberikan kepada pasien dengan herpes kornea, ulkus kornea.
  • Infeksi kornea yang disebabkan oleh jamur (keratomycosis).
  • Infeksi pseudomonas aeruginosa. dapat diinduksi oleh obat ini
  • Katarak subkapsular posterior.
  • Peradangan kelopak mata yang biasanya terjadi di area pertumbuhan bulu mata dan bisa mengenai kedua kelopak mata (blepharitis).
  • Ruam.
  • Iritasi.
  • Hiperemia konjungtiva.
  • Deposit kornea.
  • Penindasan sistem hipofisis-adrenokortikal.
  • Keterlambatan penyembuhan luka

Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komponen dalam obat ini.

  • Tidak boleh digunakan dalam jangka lama.
  • Pasien dengan erosi kornea atau luka kornea.
  • Pasien dengan keratoconjuctivitis virus.
  • Pasien penderita penyaki tuberkulosis mata (tbc mata)
  • Penyakit jamur pada mata.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait