Fludane Sirup 60 ml

06 Nov 2020| Arif Putra
Ditinjau oleh Dea Febriyani
Fludane sirup adalah obat unutk meringankan gejala-gejala flu.

Deskripsi obat

Fludane sirup adalah obat unutk meringankan gejala-gejala flu. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Fludane sirup mengandung zak aktif parasetamol, klorfeniramin maleat, dan fenilpropanolamin hidroklorida.
Fludane Sirup 60 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 22.000/botol per November 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaParasetamol, klorfeniramin maleat, dan fenilpropranolamin hidroklorida.
Kelas terapiParasetamol.klorfeniramin maleat, dan fenilpropranolamin hidroklorida.
Klasifikasi obatParasetamol, klorfeniramin maleat, dan fenilpropranolamin hidroklorida. Analgesik non-opioid. Antihistamin generasi ke-1. Dekongestan.
Kemasan1box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenArmoxindo Farma

Informasi zat aktif

Parasetamol.
Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Fenilpropanolamin hidroklorida dan klorfeniramin maleat.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan fludane sirup pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Indikasi (manfaat) obat

Meredakan gejala-gejala flu seperti:

Parasetamol adalah obat yang dapat menurunkan demam (antipiretik) dan meredakan nyeri (analgetik). Obat ini merupakan obat yang dapat bekerja dengan mengurangi produksi bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan (prostaglandin) di otak. Klorfeniramin maleat termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin yang membantu mengurangi gejala alergi dengan mencegah efek zat yang disebut histamin. Fenilpropanolamin adalah obat yang dapat mengatasi hidung tersumbat.

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 4 sendok takar 5 ml (20 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau mengisap manisan bebas gula.
  • Mual dan muntah.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Hubungi dokter atau apoteker jika Anda mengalami gejala kekurangan cairan seperti penurunan frekuensi berkemih.
  • Mengantuk.
    Jika gejala mengantuk timbul setelah mengonsumsi obat ini, janganlah mencoba untuk mengemudi dan menggunakan alat atau mesin.
  • Penggunaan jangka panjang dengan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati.
  • Detak jantung berdetak lebih dari 100 kali per menit (takikardia).
  • Gangguan pencernaan dan gangguan psikomotor.
  • Irama jantung tidak normal (artimia).
  • Jantung berbedar (palpitasi).
  • Gangguan pengeluaran urin (retensi urin).

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan obat jika mengalami susah tidur, jantung berdebar dan pusing.
  • Dapat menggannggu kemampuan mengendarai kendaraan dan menjalankan mesin.
  • Penderita yang menkomsumsi bersamaan dengan alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan fungsi hati.
  • Penderita gangguan fungsi hati.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita yang hipersensitif terhadap obat penghilang gejala lain.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid yang tinggi dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien kondisi ketika kelenjar prostat membesar. (hipertrofi prostat).
  • Pasien gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Pasien gangguan fungsi hati.
  • Pasien tekanan darah tinggi (hipertensi berat).
  • Pasien gangguan jantung.
  • Pasien peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien kencing manis (diabetes mellitus).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Metoklopramid.
    Penggunaan obat bersama metoklopramid dapat meningkatkan efek pereda nyeri dari parasetamol.
  • Karbamazepin, fenobarbital dan fenitoin.
    Penggunaan obat bersama salah satu obat di atas meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Monoamine Oksidase (MAO) inhibitors.
    Penggunaan obat dengan kandungan dekstrometorfan bersama dengan obat MAO inhibitor dapat memperpanjang efek obat dekstrometorfan.
  • Obat antikoagulan warfarin.
    Penggunaan bersama parasetamol  dapat meningkatkan efek koagulansi sehingga meningkatkan resiko terjadinya perdarahan.
  • Kolestiramin dan lixisenatid.
    Penggunaan bersama salah satu obat di atas dapat mengurangi efek terapi dari paracetamol.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

Parasetamol merupakan obat yang dapat menurunkan demam (antipiretik) dan meredakan nyeri (analgetik). Obat ini merupakan obat yang dapat bekerja dengan mengurangi produksi bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan (prostaglandin) di otak. Parasetamol mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit, yaitu dengan membutuhkan rasa sakit yang lebih besar untuk berkembang sebelum seseorang merasakannya. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, parasetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Parasetamol diserap dengan baik setelah pemberian oral dan waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Klorfeniramin maleat termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin. Antihistamin membantu mengurangi gejala alergi dengan mencegah efek zat yang disebut histamin. Histamin diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap zat asing yang membuat tubuh alergi.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, klorfeniramin maleat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Klorfeniramin maleat diserap dengan baik dari saluran cerna. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi ketersediaan hayati.
  • Distribusi: Klorfeniramin maleat didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Klorfeniramin maleat waktu paruh adalah 12-43 jam pada orang dewasa dan 10-13 jam pada anak-anak, obat dan metabolit diekskresikan dalam urin.

Fenilpropanolamin adalah simpatomimetik kerja tidak langsung, sering digunakan secara oral sebagai garam HCl untuk mengatasi hidung tersumbat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, fenilpropanolamin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati parsial.
  • Ekskresi: Melalui urine 80-90% (tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) sekitar 3-5 jam.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sesuai kemasan per Desember 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/search?q=Paracetamol
Diakses pada 23 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phenylpropanolamine?mtype=generic
Diakses pada 23 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/antiza
Diakses pada 23 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/paracetamol.html
Diakses pada 23 Oktober 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/c049.html
Diakses pada 23 Oktober 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/d026.html
Diakses pada 23 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email