Fludane Plus kaplet adalah obat untuk meredakan gejala flu seperti menurunkan demam, meredakan sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin yang disertai batuk.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
Kemasan 1 box isi 25 strip @ 4 kaplet
Produsen Armoxindo Farma

Fludane Plus kaplet digunakan untuk meredakan gejala flu seperti menurunkan demam, meredakan sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin yang disertai batuk. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Fludane Plus kaplet mengandung zat aktif parasetamol, fenilpropanolamin HCl, dan dekstrometorfan HBr. Parasetamol bekerja sebagai pereda rasa nyeri (analgetik) dan menurunkan demam (antipiretik), fenilpropanolamin HCl yang mampu meredakan hidung tersumbat dan bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah agar meredakan pembengkakan pada hidung sehingga melegakan pernapasan, dekstrometorfan HBr bekerja dengan menekan refleks batuk.

Meringankan gejala flu seperti:

  • Menurunkan demam.
  • Meredakan sakit kepala.
  • Meringankan hidung tersumbat.
  • Mengatasi bersin-bersin yang disertai batuk.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 kaplet sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ kaplet sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan.

  • Mengantuk.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan mental yang menyebabkan penderitanya tidak mampu membedakan kenyataan dengan halusinasi (psikotik).
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Mulut kering.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Gangguan kesulitan mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Pada penggunaan dosis besar dan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lain seperti efedrin, pseudoefedrin, dan fenilefrin.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi berat).
  • Pasien yang menggunakan terapi obat anti depresan tipe penghambat monoamin oksidase.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien penderita penyakit akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien dengan gangguan mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Anak-anak usia 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien yang mengonsumsi obat yang menekan susunan saraf pusat.
  • Pada penggunaan dosis besar.
  • Pasien penderita gangguan pernapasan.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita stroke.
  • Pasien dengan berat badan yang berlebih.
  • Pasien penderita lanjut usia.
  • Konsultasikan ke dokter bila dalam 3 hari gejala flu tidak berkurang.
  • Hentikan penggunaan jika mengalami susah tidur, jantung berdebar-debar, dan pusing.
  • Pasien penderita asma.
  • Penyakit kronis akibat kerusakan kantong udara atau alveolus pada paru-paru sehingga membuat pernapasan menjadi pendek (emfisema).

Antidepresan tipe penghambat monoamin oksidase.

Sesuai kemasan per Juni 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/fludane-fludane%20forte-fludane%20plus
Diakses pada 23 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait