Flucoral kapsul adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida albicans.
Flucoral kapsul adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida albicans.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 1 strip @ 10 kapsul (50 mg; 100 mg)
Produsen Kalbe Farma

Flucoral kapsul adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida albicans. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Flucoral kapsul mengandung zat aktif flukonazol yang tersedia dalam dua dosis yaitu 50 mg dan 150 mg. Flukonazol bekerja dengan menghambat atau menghentikan pertumbuhan jamur.

  • Infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida albicans (kandidiasis sistemik).
  • Infeksi aliran darah yang disebabkan oleh jamur Candida albicans (kandidemia).
  • Infeksi pada mukosa atau selaput lendir yang disebabkan oleh jamur Candida albicans (kandidiasis mukosa).
  • Infeksi jamur pada vagina yang disebabkan oleh jamur Candida (kandidiasis vagina).
  • Peradangan selaput otak yang disebabkan karena infeksi jamur Cryptococcus neoformans (meningitis kriptokokal).
  • Terapi pada pasien AIDS, transplantasi organ atau penderita gangguan sistem imun lainnya.
  • Mengatasi gejala yang pertama kali muncul pada pasien HIV/AIDS dan merupakan infeksi oportunistik yang tersering ditemukan yang disebabkan oleh jamur spesies Candida (kandidiasis orofaring).
  • Flucoral kapsul 50 mg: flukonazol 50 mg.
  • Flucoral kapsul 150 mg: flukonazol 150 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Meningitis kriptokokal dan infeksi kriptokokal lain:
    • Dosis umum: 400 mg pada hari pertama, hari selanjutnya 200-400 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Pencegahan kekambuhan pada pasien AIDS: 200 mg/hari.
  • Kandidemia:
    • Dosis awal: 400 mg pada hari pertama, hari selanjutnya 200 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg/hari.
  • Kandidiasis orofaring:
    • Dosis umum: 50-100 mg sebanyak 1 kali/hari selama 7-14 hari.
    • Pencegahan: 150 mg sebanyak 1 kali/minggu.
  • Kandidiasis oral:
    • Dosis umum: 50 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Kandidiasis mukosa lain:
    • Dosis efektif: 50-100 mg/hari selama 14-30 hari.
  • Kandidiasis vagina: 150 mg dapat dikonsumsi dalam dosis tunggal.

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan.

  • Gangguan saluran pencernaan seperti:
  • Sakit kepala.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Ruam pada kulit.
  • Reaksi alergi berat (anafilaktik).

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Dapat meningkatkan enzim hati.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Warfarin.
  • Kumarin.
  • Obat untuk mengatasi kadar gula darah yang tinggi (antidiabetes) golongan sulfonilurea.
  • Rifampisin.
  • Hidroklortiazid.
  • Teofilin.

Kalbemed. https://kalbemed.com/Products-Diseases/Products/Read-Product-Article/ArtMID/458/ArticleID/566/FLUCORAL
Diakses pada 23 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/diflucan-fluconazole-342587#5
Diakses pada 23 Juni 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/flukonazol
Diakses pada 23 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait