Fluconazole (Alias: Flukonazol)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty pada 06 Feb 2019
Fluconazole dapat mengambat pertumbuhan sel dengan cara menganggu sturktur dan fungsi membran sel.
Fluconazole dapat mengobati infeksi yang disebabkan oleh jamur jenis Candida.

Merk dagang yang beredar:

Cancid, Candipar,Candizol, Cryptal, Diflucan, Fcz, Fioflucan, Flucanol, Flucess, Flukonazole Novell Pharma, Flukoral, Fludis, Fluxar, Fungoz, Funzela, Fuzolan, Govazol, Kifluzol, Lunazol, Quazol, Sifluzol, Sporale, Zemyc.

Fluconazole merupakan golongan obat antijamur azole. Obat ini digunakan untuk mencegah dan mengobati berbagai jenis infeksi jamur yang biasanya terjadi di mulut, kerongkongan, tenggorokan, vagina, saluran kemih, paru, aliran darah, dan rongga perut. Obat ini bekerja dengan mengganggu struktur dan fungsi membran sel jamur sehingga menghambat pertumbuhan sel.

Fluconazole (Flukonazol)
Golongan

Obat antijamur

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Intravena
Pencegahan infeksi jamur pada pasien imunokompromais

  • Dewasa: 50-400 mg/hari.
  • Anak di bawah 2 minggu: 3-12 mg/kgBB, 3 hari sekali; 2-4 minggu: 3-12 mg/kgBB, 2 hari sekali; di atas 4 minggu: 3-12 mg/kgBB/hari. (Maks 400 mg/hari). Kecepatan infus maks: 5-10 ml/menit.

Infeksi Cryptococcal, candidiasis sistemik

  • Dewasa: dosis awal 400 mg, diikuti dengan 200-400 mg, 1 kali sehari. Lama terapi disesuaikan dengan kondisi medis dan respon penderita, umumnya berkisar 6-8 minggu pada meningitis cryptococcal. Pencegahan relaps meningitis cryptococcal setelah terapi awal pada pasien AIDS: 100-200 mg/hari.
  • Anak di bawah 2 minggu: 6-12 mg/kgBB, 3 hari sekali; 2-4 minggu: 6-12 mg/kgBB, 2 hari sekali; di atas 4 minggu: 6-12 mg/kgBB/hari. (Maks 400 mg/hari). Kecepatan infus maks: 5-10 ml/menit.

Oral
Superficial mucosal candidiasis:

  • Dewasa: 50 mg/hari, dapat ditingkatkan menjadi 100 mg/hari jika diperlukan. Pengobatan selama 7-14 hari untuk penderita kandidiasis orofaringeal, 14 hari untuk penderita candidiasis oral atopik, 14-30 hari (kandidiasis mukosa lainnya termasuk esofagitis)
  • Anak di bawah 2 minggu: dosis awal 6 mg/kgBB, diikuti dengan 3 mg/kgBB, 3 hari sekali; 2-4 minggu: dosis awal 6 mg/kgBB, diikuti dengan 3 mg/kgBB, 2 hari sekali di atas 4 minggu: dosis awal 6 mg/kgBB, diikuti dengan 3 mg/kgBB, sehari sekali. (Maks 400 mg/hari)

Infeksi Cryptococcal, candidiasis sistemik:

Dewasa: dosis awal 400 mg, diikuti dengan 200-400 mg, 1 kali sehari. Lama terapi disesuaikan dengan kondisi medis dan respon penderita, umumnya berkisar 6-8 minggu pada meningitis cryptococcal. Pencegahan relaps meningitis cryptococcal setelah terapi awal pada pasien AIDS: 100-200 mg/hari.

  • Anak di bawah 2 minggu: 6-12 mg/kgBB, 3 hari sekali; 2-4 minggu: 6-12 mg/kgBB, 2 hari sekali; di atas 4 minggu: 6-12 mg/kgBB/hari. (Maks 400 mg/hari)

Pencegahan infeksi jamur pada pasien imunokompromais:

  • Dewasa: 50-400 mg/hari.
  • Anak di bawah 2 minggu: 3-12 mg/kgBB, 3 hari sekali; 2-4 minggu: 3-12 mg/kgBB, 2 hari sekali; di atas 4 minggu: 3-12 mg/kgBB/hari. (Maks 400 mg/hari)

Dermatofitosis, kandidiasis kutan, pityriasis versicolor:

  • Dewasa: 50 mg, sekali sehari hingga 6 minggu.

Candidal balanitis, Vaginal candidiasis:

  • Dewasa: dosis tunggal 150 mg.

Aturan pakai Fluconazole dengan benar

Fluconazole dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan. Dosis juga disesuaikan dengan berat badan untuk anak-anak. Pada umumnya dosis untuk anak-anak tidak boleh melebihi 600 miligram setiap hari kecuali dokter mengarahkannya.

Obat ini dapat bekerja dengan baik apabila dosisnya berada pada kadar yang konstan dalam tubuh. Gunakanlah pengingat (alarm) saat mengonsumsi obat ini agar Anda dapat mengonsumsinya diwaktu yang sama setiap hari. Teruskanlah untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan anjuran dokter bahkan jika gejala hilang setelah beberapa hari.

Menghentikan mengonsumsi obat terlalu cepat dapat menyebabkan kembalinya infeksi sehingga memungkinkan jamur untuk terus tumbuh. Hubungi dokter jika kondisi Anda tidak berubah atau memburuk.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi seperti:

  • Mual, muntah, perubahan pada indra pengecap / rasa
  • Diare, nyeri perut
  • Sakit kepala, pusing
  • Kerontokan rambut
  • Leucopenia
  • Peningkatan nilai enzim hati
  • Pingsan
  • Ruam
  • Anafilaksis
  • Hepatotoksisitas

Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Gangguan ginjal dan hati
  • Memiliki kondisi proaritmik potensial
  • Kehamilan dan laktasi
  • Memiliki alergi terhadap obat fluconazole atau obat antijamur lainnya

Jika ingin berkendara sebaiknya, jangan mengonsumsi obat fluconazole karena akan menyebabkan pusing.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap obat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Menggunakan fluconazole dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi seperti

  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma obat hipoglikemik oral (misalnya tolbutamide, glyburide, glipizide), phenytoin, theophylline, tofacitinib, rifabutin.
  • Dapat memperpanjang waktu prothrombin dengan antikoagulan.
  • Dapat menyebabkan peningkatan signifikan kadar ciclosporin pada pasien transplantasi ginjal dengan atau tanpa kerusakan ginjal.
  • Dapat mengurangi kadar flukonazol dengan rifampisin.
  • Meningkatkan risiko nefrotoksisitas dengan tacrolimus.
  • Peningkatan risiko aritmia jantung atau pemanjangan QT dengan terfenadine, cisapride, astemizole, pimozide, quinidine, halofantrine dan eritromisin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/flukonazol
Diakses pada 1 Oktober 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/fluconazole-oral-route/description/drg-20071428
Diakses pada 3 November 2018

MIMS.  http://www.mims.com/indonesia/drug/info/fluconazole?mtype=generic
Diakses pada 3 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3780-5052/fluconazole-oral/fluconazole-oral/details
Diakses pada 3 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top