Floxigra Kaplet 500 mg

Floxigra kaplet adalah obat untuk mengatasi infeksi saluran kemih, saluran pernapasan, dan kulit

Deskripsi obat

Floxigra kaplet adalah obat untuk mengatasi infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, serta infeksi lain yang disebabkan bakteri. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Floxigra kaplet termasuk golongan antibiotik yang disebut fluoroquinolones. Obat ini mengandung zat aktif ciprofloxacin. Zat aktif ini efektif mengobati infeksi yang disebabkan berbagai jenis bakteri, termasuk bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran kemih, perut, kulit, prostat, dan tulang.

Floxigra Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 124.030/strip per Oktober 2019
Kandungan utamaCiprofloxacin.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatAntibiotik kuinolon.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenGraha Farma

Informasi zat aktif

Ciprofloxacin termasuk dalam golongan antibiotik kuinolon. Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri atau mencegah pertumbuhannya. Namun, obat ini tidak akan bekerja untuk pilek, flu, atau infeksi virus lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ciprofloxacin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Cepat dan terserap dengan baik dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 70-80%.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas di jaringan. Melintasi plasenta, memasuki ASI, empedu (konsentrasi tinggi), dan cairan serebrospinal (meninges noninflamed 10%; meninges meradang 14-37%). Pengikatan protein plasma: 20-40%.
  • Metabolisme: Sebagian dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine sekitar 40-50% dalm bentuk obat tidak berubah, sekitar 15% sebagai metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 3-5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Infeksi yang disebabkan bakteri Gram negatif, seperti (Escherichia coli, Haemophilus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Legionella pneumophila, Moraxella catarrhalis, Proteus mirabilis, dan Pseudomonas aeruginosa), serta Gram positif (Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus epidermidis, Enterococcus faecalis, dan Streptococcus pyogenes).
  • Infeksi pada perut.
  • Peradangan pada kelenjar prostat (prostatitis).
  • Penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhii (demam tifoid).
  • Peradangan pada kandung kemih (sistitis).
  • Infeksi pada tulang dan sendi.
  • Infeksi saluran kemih. 
  • Infeksi pada rongga perut.
  • Peradangan pada uretra (uretritis).
  • Infeksi pada kulit dan jaringan lunak.
  • Kencing nanah (gonore).
  • Infeksi saluran pencernaan.
  • Infeksi saluran pernapasan.

Ciprofloxacin merupakan antibiotik spektrum luas dari kelas fluorokuinolon yang dapat melawan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif dengan memisahkan DNA bakter. Hal ini dapat menghambat pembelahan sel bakteri dan menghentikan pertumbuhannya.

Komposisi obat

Cirofloxacin 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Demam tifoid: 500 mg/hari, dikonsumsi selama 7 hari.
  • Sistitis tanpa komplikasi: 250-500 mg, dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi selama 3 hari.
  • Infeksi tulang dan sendi: 500-750 mg dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi selama 3 bulan.
  • Perawatan dan anthrax: 500 mg/hari dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 60 hari.
  • Prostatitis: 500-750 mg/hari, pada kondisi akut dikonsumsi selama 2-4 minggu dan pada kondisi kronis dikonsumsi selama 4-6 minggu.
  • Servisitis dan uretritis gonococcal: 500 mg/hari dikonsumsi dalam dosis tunggal.
  • Infeksi Pseudomonal saluran pernafasan bawah pada cystic fibrosis: 750 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Pencegahan meningitis meningokokus: 500 mg sebagai dosis tunggal.
  • Radang panggul: 500-750 mg dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 14 hari.
  • Infeksi saluran kemih tidak terkomplikasi: 250-500 mg/hari, dikonsumsi selama 3 hari.
  • Infeksi yang disebabkan bakteri usus: 500-750 mg, dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 5-14 hari.
  • Infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan jaringan lunak: 500-750 mg, dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 7-14 hari.
  • Otitis eksterna: 750 mg/hari, dikonsumsi selama 28 hari-3 bulan.

Anak-anak: 

  • Perawatan dan anthrax: 10-15 mg/kgBB, dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 60 hari.
    Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien. 
    • Dosis maksimal: 500 mg/hari.
  • Cystic fibrosis: 20 mg/kgBB, dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi selama 10-14 hari.
    • Dosis maksimal: 750 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, dapat dikonsumsi bersama makanan.

Efek samping obat

Efek pada saluran pencernaan:

  • Mual.
    Hindari makanan kaya rasa atau pedas saat mengonsumsi obat ini. Minumlah obat ini setelah Anda makan.
  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan, seperti air untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi, misalnya buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Muntah.
  • Gangguan pencernaan.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Nyeri pada perut.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Kesulitan menelan (disfagia).

Efek pada darah:

  • Peningkatan kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan kadar sel darah putih dalam darah (leukositopenia).
  • Anemia.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).

Reaksi alergi:

  • Erupsi kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Kelainan serius pada kulit, lapisan bola mata, mulut bagian dalam, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Kemerahan pada kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Demam obat.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).

Efek pada ginjal:

  • Infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada ginjal.
  • Gagal ginjal.
  • Poliuria.
  • Peradangan pada vagina.

Efek pada sistem saraf:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Letih.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan kondisi kejiwaan, seperti marah dan gelisah dengan atau tanpa pemicu (agitasi).
  • Gemetar yang tidak terkendali (tremor).

Efek pada hati:

  • Peradangan pada hati.

Efek pada kardiovaskular:

  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Peningkatan tekanan darah hingga di atas normal (hipertensi).
  • Sakit kepala sebelah (migrain).
  • Sensasi panas dan kemerahan pada wajah.
  • Pingsan.
  • Nyeri sendi.
  • Lemas.
  • Nyeri otot.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Sesak napas.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu 20-25°C.

Perhatian Khusus

  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang menerima transplantasi ginjal atau jantung atau paru-paru.
  • Pasien yang mengalami kejang.
  • Pasien yang memiliki riwayat atau risiko mengalami gangguan irama jantung.
  • Pasien yang memiliki ambang kejang yang lebih rendah.
  • Pasien penderita peradangan pada sendi atau rheumatoid arthritis.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati.
  • Pasien yang mengalami infeksi virus.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Floxigra kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ciprofloxacin atau antibiotik derivat quinolon lainnya.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah.
  • Jangan dikonsumsi bersama dengan tizanidin.
  • Pasien penderita epilepsi atau pasien dengan gangguan kejang.
  • Pasien yang memiliki riwayat tendon pecah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan riwayat melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot (myasthenia gravis).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antasida, seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida, serta suplemen yang mengandung zat besi dan zink.
    Antasida dapat menurunkan penyerapan ciprofloxacin, sehingga efektivitas ciprofloxacin dalam mengatasi infeksi akan berkurang.
  • Susu, produk kalsium, multivitamin, serta suplemen mineral yang mengandung zat besi, zink, dan kalsium.
    Dapat menurunkan kadar ciprofloxacin dalam tubuh, sehingga efektivitas ciprofloxcin dalam mengatasi infeksi akan berkurang.
  • Methotrexate.
    Ciprofloxcin dapat meningkatkan kadar methotrexate, sehingga dapat menimbulkan terjadinya keracunan atau toksisitas.
  • Tizanidin.
    Penggunaan bersama tizanidin dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Dexamethasone.
    Penggunaan bersama ciprofloxacin dapat meningkatkan risiko gangguan tendon parah.
  • Probenesid.
    Penggunaan bersama probenesid dapat meningkatkan konsentrasi plasma ciprofloxacin, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual dan diare.
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama ciprofloxcin dapat meningkatkan efek penghambat pembekuan darah, sehingga meningkatkan terjadinya risiko perdarahan dan memar.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti asam mefenamat.
    Penggunaan obat di atas dapat menyebabkan kejang.
  • Glibenklamid.
    Penggunaan bersama ciprofloxacin dapat meningkatkan efektivitas antidiabetes, sehingga menimbulkan risiko hipoglikemia atau kadar gula darah menjadi sangat rendah.
  • Kuinidin, prokainamid, amiodaron, dan sotalol.
    Penggunaan obat di atas bersama ciprofloxacin dapat menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain untuk mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gula darah rendah, seperti sakit kepala, lapar, mudah tersinggung, pusing, mual, detak jantung cepat, atau perasaan gemetar.
  • Gejala kerusakan saraf disertai mati rasa, kesemutan, nyeri terbakar di tangan, lengan, kaki, atau kaki.
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang serius, seperti gugup, kebingungan, halusinasi, masalah ingatan, kesulitan berkonsentrasi, dan pikiran untuk bunuh diri.
  • Tanda-tanda pecahnya tendon, seperti nyeri tiba-tiba, bengkak, memar, nyeri tekan, kaku, masalah gerakan, atau suara benturan atau letusan di salah satu persendian Anda.
  • Sakit perut yang parah, diare yang berair atau berdarah.
  • Detak jantung cepat atau berdebar, dada Anda berdebar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba.
  • Ruam kulit apa pun tidak peduli seberapa ringannya.
  • Kelemahan otot dan masalah pernapasan.
  • Sedikit atau tidak ada buang air kecil.
  • Penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata).
  • Peningkatan tekanan di dalam tengkorak ditandai dengan sakit kepala parah, telinga berdenging, pusing, mual, masalah penglihatan, dan nyeri di belakang mata Anda.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7748/ciprofloxacin-oral/details
Diakses pada 18 Desember 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a688016.html
Diakses pada 18 Desember 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_ciprofloxacin_cipro/drugs-condition.htm
Diakses pada 18 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/ciprofloxacin.html
Diakses pada 18 Desember 2020

Patient. https://patient.info/medicine/ciprofloxacin-for-infection-ciproxin
Diakses pada 18 Desember 2020

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ciprofloxacin-oral-route/description/drg-20072288
Diakses pada 18 Desember 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326020#generic-name
Diakses pada 18 Desember 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/ciprofloxacin
Diakses pada 18 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email