Flamicort Tablet 4 mg

07 Jan 2021
Flamicort tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi.

Deskripsi obat

Flamicort tablet adalah obat untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi seperti asma bronkial, peradangan rongga hidung (rinitis alergi), biduran (urtikaria), peradangan berupa ruam kemerahan pada kulit (dermatitis kontak) dan peradangan kulit berupa ruam dan rasa gatal (dermatitis atopik). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Flamicort mengandung zat aktif triamsinolon.

Flamicort Tablet 4 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaTriamsinolon.
Kelas terapiAntialergi dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatGlukokortikoid.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (4 mg)
ProdusenDexa Medica

Informasi zat aktif

Triamsinolon adalah obat golongan kortikosteroid, obat ini bekerja dengan menekan permeabilitas kapiler dimana substansi darah dan cairan meninggalkan plasma dan pergi menuju ke tempat cedera sehingga mengurangi peradangan. Triamsinolon juga menekan sistem kekebalan dengan mengurangi aktivitas dan volume sistem limfatik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, triamsinolon diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian oral. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi) terjadi sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Dihilangkan cepat dari darah dan didistribusikan ke otot, kulit, hati, usus, dan ginjal. Obat terikat secara luas pada protein plasma (transkortin dan albumin). Hanya bagian yang tidak terikat yang aktif. Adrenokortikoid didistribusikan ke dalam ASI dan melalui penghalang plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit glukuronida dan sulfat yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme diekskresikan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan juga dibuang melalui feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh biologis) triamsinolon adalah 18 jam hingga 36 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi berbagai reaksi alergi dan peradangan pada kondisi:

  • Asma yang disebabkan terjadinya pembengkakan pada dinding saluran pernapasan (asma bronkial).
  • Peradangan berupa ruam kemerahan pada kulit ().
  • Peradangan kulit berupa ruam dan rasa gatal (dermatitis atopik). 
  • Peradangan rongga hidung yang disebabkan karena adanya reaksi alergi ().
  • Biduran (urtikaria).

Triamsinolon bekerja menstimulasi pembentukan enzim yang dibutuhkan untuk menurunkan respon peradangan (inflamasi). Obat ini mampu menekan sistem kekebalan dengan mengurangi aktivitas dan volume sistem limfatik.

Komposisi obat

Triamsinolon 4 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 4-48 mg/hari.
  • Anak-anak 12 tahun ke bawah: 416 mcg-1,7 mg/kgBB/hari.
    Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan dan sebaiknya jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan efek samping mengantuk serta mintalah Apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama mengonsumsi triamsinolon. Hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari satu minggu atau jika kondisi bertambah parah.
  • Pusing.
    Jika Anda merasa pusing ketika berdiri, cobalah untuk bangun dengan sangat lambat atau tetaplah duduk hingga merasa kondisi Anda jauh lebih baik. Jika merasa mulai pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduk hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika merasa pusing. Hindari mengonsumsi alkohol karena dapat memperburuk keadaan.
  • Gangguan cairan dan elektrolit.
  • Kelainan otot akibat penggunaan obat steroid (miopati steroid).
  • Kelemahan otot.
  • Luka pada lambung (tukak lambung).
  • Berkurangnya kepadatan tulang (osteoporosis).
  • Garis-garis pada beberapa bagian tubuh atau stretch marks (striae).
  • Daerah kulit tertentu lebih gelap (hiperpigmentasi).
  • Berat badan bertahan.
  • Perubahan suasana hati.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan tekanan bola mata yang tinggi (glaukoma) atau buramnya lensa mata (katarak).
  • Pasien yang memiliki kadar hormon tiroid yang rendah dalam tubuh (hipotiroidisme).
  • Pasien dengan infeksi herpes pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan kerusakan hati (sirosis).
  • (herpes simpleks okular).
  • Pasien dengan peradangan usus (kolitis ulserativa nonspesifik).
  • Pasien dengan gagal jantung.
  • Pasien dengan serangan jantung (infark miokard akut).
  • Pasien dengan gangguan saluran pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat kejang.
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan flamicort tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki jumlah sel keping darah yang rendah sehingga menjadi mudah berdarah dan memar (trombositopenia idiopatik purpura).
  • Pasien penderita komplikasi malaria akibat adanya parasit yang menyebabkan kerusakan pada sawar otak (malaria serebral).
  • Pasien penderita yang mengalami kesulitan dalam membedakan antara imajinasi dan kenyataan (psikosis akut).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap triamsinolon.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita tuberkulosis.
  • Pasien penderita herpes simpleks keratitis.
  • Pasien penderita parasitosis.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antihipertensi dan diuretik.
    Penggunaan bersama triamsinolon menurunkan tekanan darah arteri.
  • Obat antikolinergik seperti atropin.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan tekanan bola mata (intraokular).
  • Kontrasepsi oral.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan kadar serum estrogen.
  • Obat antikoagulan.
    Penggunaan bersama triamsinolon mengurangi efek antikoagulan dari obat-obatan antikoagulan oral.
  • Obat NSAID.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan risiko pendarahan di saluran cerna.
  • Seritinib.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan efek gula darah tinggi (hiperglikemia) yaitu meningkatkan kadar gula darah.
  • Obat turunan sulfonilurea dan insulin.
    Penggunaan bersama triamsinolon menurunkan efek terapi antidiabetik.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami gangguan penglihatan, mengalami pembengkakan, peningkatan berat badan secara cepat, sesak napas, depresi berat, timbulnya perilaku yang tidak biasa, kejang, feses berdarah, batuk berdarah, nyeri pada perut bagian atas yang menyebar ke punggung, mual dan muntah, jantung berdetak cepat.
  • Jika Anda mengalami penurunan kadar kalium dalam darah yang ditandai dengan gejala kebingungan, detak jantung tidak stabil, rasa haus yang ekstrim, peningkatan frekuensi buang air kecil, kelemahan otot, dan merasa lemas.
  • Jika Anda mengalami peningkatan tekanan darah tinggi yang ditandai dengan sakit kepala yang parah, penglihatan kabur, telinga berdengung, gelisah, nye dada, sesak napas, dan kejang.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/triamcinolone?mtype=generic
Diakses pada 28 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/triamcinolone.html
Diakses pada 28 September 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/t057.html
Diakses pada 28 Septmber 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email