Fexazol Tablet 200 mg

27 Okt 2020
no-image-drug

Deskripsi obat

Fexazol tablet adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur seperti infeksi jamur pada kulit, rambut, kuku, dan darah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Fexazol tablet mengandung zat aktif ketokonazol.
Fexazol Tablet 200 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaKetokonazol.
Kelas terapiAntifungi.
Klasifikasi obatDerivat imidazol.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 6 tablet (200 mg)
ProdusenMolex Ayus

Informasi zat aktif

Ketokonazol menghambat aktivitas jamur, menurunkan biosintesis ergosterol dan menghambat pembentukan membran sel jamur sehingga pertumbuhan jamur. Ketokonazol termasuk dalam golongan obat yang disebut agen antijamur imidazol. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ketokonazol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara bervariasi dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati: Menurun seiring dengan peningkatan pH lambung. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan termasuk cairan sendi yang meradang, tendon, saliva, sebum, cerumen, empedu, feses, urin, testis, kulit dan jaringan lunak; buruk menembus sawar darah-otak dan CSF (jumlah yang dapat diabaikan). Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma kira-kira 99%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses (57%); urin (13%, 2-4% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 2 jam (awal); 8 jam (terminal).

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi infeksi jamur pada kulit, rambut, kuku, dan darah seperti:

  • Infeksi jamur yang terdapat pada kelenjar getah bening, selaput lendir, kulit, dan organ internal (paracoccidioidomycosis).
  • Infeksi yang disebabkan jamur Candida albicans (kandidiasis) mukokutan kronik yg tidak responsif terhadap nistatin atau antijamur lain.
  • Infeksi yang disebabkan oleh jamur Blastomyces (blastomycosis).
  • Infeksi jamur yang terdapat pada paru-paru akibat menghirup spora Histoplasma capsulatum (histoplasmosis).
  • Infeksi jamur yang terdapat pada permukaan kulit dan lapisan kulit (chromomycosis).
  • Infeksi yang disebabkan oleh jamur Coccidioides (coccidioidomycosis).

Ketokonazol menghambat aktivitas jamur, menurunkan biosintesis ergosterol dan menghambat pembentukan membran sel jamur sehingga pertumbuhan jamur. Ketokonazol termasuk dalam golongan obat yang disebut antijamur azole. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur.

Komposisi obat

Ketokonazol 200 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Infeksi mikosis kecuali kandidosis vagina: 1 tablet/hari dikonsumsi dengan makanan selama 14 hari, jika tidak ada respon dosis dapat ditingkatkan hingga 400 mg.
  • Kandidiasis vagina: 2 tablet/hari dikonsumsi selama 5 hari.

Anak-anak:

  • 1-4 tahun: 50 mg/hari.
  • 5-12 tahun: 100 mg/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah hingga merasa kondisi Anda baik-baik saja, hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin hingga kondisi anda membaik. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti sayuran dan buah segar, serta sereal.
  • Muntah atau diare.
    Minum cairan yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan menggantikan cairan yang hilang. Dehirasi ditandai dengan penurunan jumlah dan frekuensi buang air kecil, disertai urin berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Mual.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat ini setelah makan atau bersama dengan makanan untuk mencegah terjadinya mual.
  • Sakit perut.
  • Gatal.
  • Reaksi sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Pusing.
  • Kerontokan rambut (alopesia).
  • Demam dan menggigil.
  • Reaksi alergi.
  • Kerusakan hati (hepatotoksisitas).
  • Pembesaran jaringan payudara pada pria (ginekomastia).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kesemutan (parestesia).
  • Penurunan kesadaran (somnolen).
  • Ketidakmampuan mempertahankan ereksi (impotensi).
  • Ruam kulit.

Perhatian Khusus

  • Ibu menyusui.
  • Lakukan pemantauan fungsi hati pada penggunaan jangka panjang atau 14 hari ke atas.
  • Anak-anak.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan fexazol tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Wanita hamil.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Penggunaan bersama astemizol atau terfenadin.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ketokonazol.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Warfarin.
    Ketokonazol dapat meningkatkan kadar warfarin dalam plasma sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Siklosporin.
    Ketokonazol dapat meningkatkan kadar siklosporin.
  • Rifampisin dan fenitoin.
    Ketokonazol dapat menurunkan kadar obat di atas sehingga dapat menurunkan efek obat di atas.
  • Antikolinergik, antasid, antagonis reseptor H-2, dan klordiazepoksid.
    Penggunaan ketokonazol dapat mengurangi penyerapan obat di atas.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kelemahan atau kelelahan yang tidak biasa, pusing, mual, dan muntah atau terjdi gangguan hati seperti sakit perut bagian atas, demam, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, atau penyakit kuning (kulit atau mata menguning).
  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba seperti Anda ingin pingsan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ketoconazole?mtype=generic
Diakses pada 23 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/ketoconazole-oral-tablet#interactions
Diakses pada 23 September 2020

EverydayHealth. https://www.everydayhealth.com/drugs/ketoconazole
Diakses pada 23 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/ketoconazole.html
Diakses pada 23 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email