Fertin Tablet 50 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Fertin tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan kesuburan (infertilitas) pada pria dan wanita.

Deskripsi obat

Fertin tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan kesuburan (infertilitas) pada pria dan wanita. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Fertin tablet mengandung zat aktif klomifen sitrat.
Fertin Tablet 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaKlomifen sitrat.
Kelas terapiHormon.
Klasifikasi obatSelective estrogen receptor modulators (SERM).
Kemasan1 box isi 1 strip @ 10 tablet (50 mg)
ProdusenInterbat

Informasi zat aktif

Klomifen sitrat adalah obat yang digunakan sebagai terapi hormon dengan merangsang kelenjar hipofisis untuk melepaskan hormon FSH (Follicle Stimuating Hormone) dan hormon LH (Luentinizing Hormone) untuk mendukung pertumbuhan dan pelepasan sel telur yang matang sehingga dapat dibuahi oleh sel sperma (ovulasi) dan meningkatkan kesuburan dengan cara meningkatkan jumlah sel sperma pada pria.

  • Absorpsi: Secara cepat diabsorbsi dari saluran cerna dan waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) sekitar 6 jam.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati dan mengalami sirkulasi asam empedu, bilirubin, serta obat-obatan dari hati ke empedu.
  • Ekskresi: Dieksresi melalui feses sebanyak 42% dan urin 8%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 5 hari.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi ketidaksuburan (infertilitas) pada wanita akibat sel telur yang tidak dapat dilepaskan dari indung telur (ovarium) sehingga tidak dapat dibuahi oleh sel sperma (anovulasi).

Klomifen sitrat merupakan obat yang digunakan sebagai terapi hormon dan bekerja pada hipotalamus dengan cara meningkatkan sekresi gonadotropin-releasing hormone (GnRH) yang merupakan hormon reproduksi pada wanita dan pria, sehingga merangsang kelenjar hipofisis untuk melepaskan hormon FSH (follicle stimuating hormone) dan hormon LH (luentinizing hormone) untuk mendukung pertumbuhan dan pelepasan sel telur yang matang sehingga dapat dibuahi oleh sel sperma (ovulasi) dan meningkatkan kesuburan dengan cara meningkatkan jumlah sel sperma pada pria.

Komposisi obat

Klomifen sitrat 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Ketidaksuburan (infertilitas) tanpa ovulasi: 1 tablet/hari selama 5 hari mulai pada hari ke-5 siklus. Biasanya ovulasi terjadi pada 6-10 hari setelah tablet terakhir. Bila ovulasi tidak terjadi, dosis dinaikkan menjadi 2 tablet/hari.
  • Jumlah sperma yang rendah pada pria (oligospermia): 1 tablet/hari selama 40-90 hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Gangguan penglihatan.
  • Rangsangan berlebihan pada indung telur (overstimulasi ovarium).
  • Muka memerah.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.
  • Bercak haid.
  • Pendarahan yang berlebihan saat haid (menoragia).
  • Tumbuhnya jaringan yang membentuk lapisan dinding rahim pada bagian luar rahim (endometriosis).
  • Kejang
  • Berat badan naik.
  • Ruam kulit.
  • Pusing.
  • Rambut rontok.

Kategori kehamilan

Kategori X: Penggunaan fertin tablet tidak disarankan pada ibu hamil. Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kondisi penyakit hati, kista ovarium, dan tumor yang bergantung pada hormon.
  • Wanita hamil.
  • Pasien dengan kondisi perdarahan vagina yang belum jelas sebabnya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Ospemifen.
      Klomifen sitrat meningkatkan efek samping ospemifen.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri atau tekanan panggul dan pembesaran di area panggul Anda.
  • Terjadi masalah penglihatan seperti melihat kilatan cahaya dalam penglihatan Anda.
  • Peningkatan kepekaan mata Anda terhadap cahaya.
  • Perdarahan vagina yang berat.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clomifene Diakses pada 20 Juli 2020 Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/klomifen-sitrat Diakses pada 20 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email