Ferrous Sulfate

Ferrous sulfate digunakan untuk mengobati dan mencegah anemia defisiensi besi

Ferrous sulfate digunakan untuk mengobati dan mencegah anemia defisiensi besi

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Corovit, Iberet Folic 500, Ferrolat, Iberet 500

Deskripsi obat

Ferrous sulfate adalah suplemen zat besi yang digunakan untuk mengobati atau mencegah kekurangan kadar zat besi, misalnya pasien yang mengalami anemia defisiensi besi atau selama kehamilan.

Anemia atau kurang darah dapat menyebabkan kelelahan, sesak napas, atau pertumbuhan yang lambat pada anak-anak. Untuk mencegahnya, diperlukan kadar zat besi yang cukup di dalam tubuh. Pasalnya, zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel darah merah.

Sebagai pengganti zat besi, ferrous sulfate akan membantu tubuh mencukupi kebutuhan zat besi di tubuh. Selain itu, zat besi juga bisa didapat melalui makanan, seperti sereal, daging sapi, ayam, dan ikan. 

Ferrous Sulfate ()
GolonganKelas terapi : Antianemia Klasifikasi obat: Vitamin dan mineral
Kategori obatObat bebas
Bentuk sediaan obatTablet, sirup, drops
Dikonsumsi olehDewasa dan anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori A: Penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak mengganggu perkembangan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan ferrous sulfate, antara lain:

  • Mual, sakit perut, atau mulas
    Coba minum besi sulfat saat atau setelah makan atau ngemil. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan pedas. Jika Anda sedang sakit, cobalah sesering mungkin minum air untuk menghindari dehidrasi. Gejala dehidrasi, misalnya buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau air seni berbau tajam.
  • Kehilangan nafsu makan
    Makan sesuai jam makan Anda. Cobalah makan dalam porsi kecil lebih sering dari biasanya. Pilihlah camilan bergizi yang tinggi kalori dan protein, seperti buah kering dan kacang-kacangan.
  • Sembelit
    Makan lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah segar, sayuran, dan sereal, serta minum banyak air. Cobalah berolahraga lebih teratur, misalnya dengan jalan kaki atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, bicarakan dengan apoteker atau dokter. 
  • Diare
    Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Feses berwarna kehitaman
    Hal ini biasa terjadi saat mengonsumsi zat besi dan tidak perlu dikhawatirkan. Bicaralah dengan dokter jika kotoran Anda berwarna hitam dan tampak lengket, memiliki garis-garis merah di dalamnya, atau jika Anda juga merasa tidak enak badan.
  • Noda hitam di gigi
    Bilas mulut Anda dengan air setelah minum obat. Jangan mengisap, mengunyah tablet, atau menyimpannya di mulut Anda.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan ferrous sulfate pada kondisi:

  • Hemoglobineopati
  • Penyakit penyimpanan zat besi atau penyerapan zat besi
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Anak-anak
  • Lanjut usia
  • Kehamilan dan menyusui
  • Kelainan enzim genetik yang menyebabkan gejala yang mempengaruhi kulit atau sistem saraf (porfiria)
  • Kelainan genetik sel darah merah (thalasemia)
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap suplemen ferrous sulfate
  • Kadar zat besi dalam tubuh berlebih (hemokromatosis)
  • Timbunan pigmen yang mengandung besi (hemosiderin) (hemosiderosis)
  • Sindrom kelebihan zat besi
  • Menerima transfusi darah
  • Gangguan darah
  • Pasien yang menerima transfusi darah berulang atau terapi Fe parenteral secara bersamaan
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Peadangan pada usus besar dan rektum (kolitis ulseratif)

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika efek samping yang Anda alami tidak hilang.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Jika ingin menggunakan obat bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan bersamaan.

Mengonsumsi obat ferrous sulfate dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan interaksi, seperti:

  • Antasida, pengikat fosfat yang mengandung aluminium, kolestiramin, simetidin, dan vitamin E
    Obat di atas dapat mengurangi penyerapan zat besi.
  • Kloramfenikol
    Kloramfenikol dapat meningkatkan efektivitas zat besi, sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya efek samping, seperti mual dan sakit perut.
  • Doksisiklin
    Doksisiklin dapat mengganggu penyerapan zat besi, sehingga efektivitas zat besi akan menurun.
  • L-tiroksin
    Ferrous sulfate dapat menurunkan penyerapan l-tiroksin, sehingga efektivitas obat l-tiroksin dalam mengatasi hipotiroidisme akan menurun.
  • Levodopa dan methyldopa
    Ferrous sulfate dapat menurunkan penyerapan levodopa dan methyldopa, sehingga efektivitas obat dalam menurunkan tekanan darah akan berkurang.
  • Penicillamine
    Ferrous sulfate dapat mengurangi penyerapan penicillamine, sehingga efektivitas penicillamine dalam mengatasi rheumatoid arthritis akan menurun.
  • Kuinolon
    Ferrous sulfate dapat menurunkan penyerapan kuinolon, sehingga efektivitas kuinolon dalam mengatasi infeksi akan menurun.
  • Tetrasiklin
    Penggunaan bersama tetrasiklin dapat menyebabkan terjadinya penghambatan penyerapan.
  • Vitamin C
    Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ferrous%20sulfate?mtype=generic
Diakses pada 10 Februari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/ferrous-sulfate/#:~:text=Ferrous%20sulfate%20(or%20sulphate)%20is,too%20low%2C%20leading%20to%20anaemia.
Diakses pada 10 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/ferrous_sulfate.html
Diakses pada 10 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4127/ferrous-sulfate-oral/details
Diakses pada 10 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_ferrous_sulfate_slow_fe_fer-in-sol/drugs-condition.htm
Diakses pada 10 Februari 2021

Uofmhealth. https://www.uofmhealth.org/health-library/d03824a1
Diakses pada 10 Februari 2021

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/f011.html
Diakses pada 10 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682778.html
Diakses pada 10 Februari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/ferrous-sulfate#benefits
Diakses pada 10 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email