Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Fentanyl (Alias: Fentanil)

Terakhir ditinjau oleh dr. Virly Isella pada 07 Feb 2019
Fetanil dapat meningkatkan zat kimia otak sehingga dapat mengurangi rasa nyeri.
Fetanil dapat bermanfaat sebagai obat bius.

Merk dagang yang beredar:

Durogesic

Fentanil merupakan obat opioid sintetik yang digunakan sebagai analgetik (anti nyeri khususnya pada pasien dengan nyeri berat, meredakan nyeri setelah operasi) dan untuk keperluan anestesi. Obat ini bekerja pada bagian otak dan meningkatkan zat kimia otak tertentu yang berfungsi untuk memblok rasa nyeri, memperlambat pernapasan, dan pada umumnya membuat Anda merasa lebih tenang. Obat ini harus digunakan dengan hati-hati dan dikonsumsi hanya berdasarkan anjuran dokter Anda. 

Fentanyl (Fentanil)
Golongan

Analgesik, anestesi

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Suntik, lozenge, dan patch

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak, dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Meskipun penggunaan fentanil selama menyusui diketahui tidak menyebabkan efek samping pada bayi yang mendapatkan ASI karena kecilnya kadar fentanil yang masuk ke dalam ASI, namun data akan hal ini masih sangat terbatas, dan tetap perlu dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda sebelum penggunaannya. Disarankan untuk mengganti obat dengan alternatif lainnya bila memungkinkan, atau batasi penggunaan fentanil atau gunakan pada dosis rendah, dan perlu pemantauan keadaan bayi dengan ketat (perhatikan munculnya rasa kantuk berlebih, sulit bernapas atau sulit minum ASI).

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Buccal

Nyeri breakthrough (nyeri yang tiba-tiba terjadi meskipun pasien sudah diberi obat untuk mengatasi nyeri) pada pasien kanker

  • Dewasa: Pada pasien yang sudah mendapatkan dan toleran terhadap pengobatan opioid: Dalam sediaan lozenge: Dosis permulaan 200 mcg selama 15 menit untuk episode nyeri breakthrough, dapat diulang sekali setelah 15 menit jika diperlukan. Naikan dosis berikutnya secara perlahan berdasarkan respon pasien sampai dengan 1,6 mg/dosis. Setelah didapatkan dosis efektif, pemberian tidak boleh melebihi 4 unit dosis/hari. Dalam sediaan tablet: Dosis permulaan, 100 mcg untuk episode nyeri breakthrough, dapat diulang sekali setelah 30 menit jika diperlukan, tunggu setidaknya 2 atau 4 jam sebelum mengobati episode nyeri lainnya. Dalam sediaan film: Dosis permulaan 200 mcg untuk episode nyeri breakthrough, setelah itu, tunggu setidaknya 2 jam sebelum mengobati episode nyeri lainnya.
  • Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperlukan.

Injeksi Intramuskular

Premedikasi sebelum anestesi

  • Dewasa: 50–100 mcg diberikan 30–60 menit sebelum induksi anestesi.
  • Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperlukan.

Intravena

Adjuvan anestesi umum

  • Dewasa: Pasien dengan pernapasan spontan: Dosis permulaan 50–200 mcg diikuti dengan tambahan 50 mcg. Dosis maksimal: 200 mcg. Kecepatan pemberian infus 0,05–0,08 mcg/kgBB/menit. Pasien dengan bantuan ventilasi: Awalnya, 300–3.500 mcg (hingga 50 mcg/kgBB) diikuti tambahan 100–200 mcg tergantung pada respon pasien. Dosis awal (sebagai alternatif secara bolus): Sekitar 1 mcg/kgBB/menit diberikan pada 10 menit pertama diikuti pemberian melalui infus sekitar 0,1 mcg/kgBB/menit.
  • Anak: 2–12 thn. Dosis permulaan 2–3 mcg/kgBB diikuti oleh tambahan 1 mcg/kgBB.

Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperlukan.

Hidung

Nyeri breakthrough pada pasien kanker

  • Dewasa: Dosis permulaan, semprotkan 50 atau 100 mcg ke dalam 1 lubang hidung untuk satu episode nyeri breakthrough, dapat diulang sekali setelah 10 menit; tunggu setidaknya 2 atau 4 jam sebelum mengobati episode nyeri lain. Dosis dinaikan perlahan berdasarkan respons hingga maksimal 4 episode yang diobati setiap hari.
  • Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperlukan.

Sublingual

Nyeri breakthrough pada pasien kanker

  • Dewasa: Tab: Dosis permulaan, 100 mcg untuk satu episode nyeri breakthrough, dapat diulang sekali setelah 30 menit jika diperlukan, tunggu setidaknya 2 atau 4 jam sebelum mengobati episode nyeri lainnya. Spray: Dosis permulaan, 100 mcg untuk satu episode nyeri breakthrough, dapat diulang sekali setelah 30 menit jika diperlukan; tunggu setidaknya 4 jam sebelum mengobati episode nyeri lainnya.
  • Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperlukan.

Transdermal

Nyeri kronis yang tidak dapat diatasi

  • Dewasa: Dosis fentanil yang dikeluarkan dalam sediaan patch berkisar antara 12–100 mcg/jam. Dosis harus disesuaikan berdasarkan penggunaan opioid sebelumnya. Pasien yang belum pernah mendapatkan opioid: Dosis permulaan, ≤25 mcg/jam, disarankan untuk memulai penyesuaian dosis dengan dosis kecil opioid kerja pendek sebelum menggunakan fentanil patch. Pasien yang mendapat analgesik opioid kuat: Dosis permulaan harus didasarkan pada kebutuhan opioid 24 jam sebelumnya. Selama penggantian ke fentanil patch, penggunaan opioid sebelumnya harus dihentikan secara bertahap. Jika pasien membutuhkan dosis >100 mcg/jam, dapat digunakan >1 patch, pertimbangkan terapi alternatif atau tambahan jika dosis yang diperlukan >300 mcg/jam. Ganti patch setiap 72 jam dan tempelkan patch baru ke tempat yang berbeda, hindari penggunaan di area kulit yang sama selama beberapa hari.
  • LansiaPengurangan dosis mungkin diperlukan.

Aturan pakai Fentanyl dengan benar

Gunakan obat ini hanya sesuai dengan Anjuran dokter Anda.

  • Untuk fentanil dalam sediaan patch, obat ini hanya digunakan untuk yang toleran terhadap opioid. Obat ini hanya digunakan di bagian kulit saja, jangan dipakai pada kulit yang mengalami luka bakar, iritasi, radiasi, dan tempelkan ke bagian kulit yang kering serta daerah kulit dengan sedikit rambut. Bersihkan daerah yang akan ditempelkan fentanil patch hanya dengan air bersih, jangan gunakan sabun, minyak, lotion, atau alkohol. Lepaskan patch setelah 3 hari, atau sesuai anjuran dokter Anda. Jika memungkinkan, tempelkan patch selanjutnya pada area kulit lainnya. Tunggu paling tidak selama 3 hari sebelum penggunaan di daerah kulit yang sama. 
  • Pengobatan fentanil hanya bila diresepkan dan disarankan oleh dokter Anda.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi bila terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Efek samping yang terjadi akibat menggunakan obat ini adalah:

  • Mual dan muntah
  • Konstipasi
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Iritasi ringan
  • Gatal dan kemerahan
  • Perubahan mental
  • Kebingungan
  • Sakit perut yang parah
  • Kesulitan buang air kecil
  • Mimisan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Depresi nafas
  • Ketergantungan

Gejala overdosis: perubahan status mental, hilang kesadaran, hipotensi, depresi nafas sampai dengan gagal nafas.

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Peringatan

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu bila Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Peningkatan tekanan intrakranial
  • Cedera kepala
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Miastenia gravis
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Penyakit paru obstruksi kronis
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan toleransi obat
  • Penghentian obat secara mendadak dapat menyebabkan gejala putus obat, penghentian penggunaan obat harus dilakukan secara perlahan
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Pasien non toleran opioid
  • Tatalaksana nyeri akut (seperti migrain atau sakit kepala lainnya)
  • Depresi pernafasan akut atau berat
  • Penyakit paru obstruktif
  • Ileus paralitik

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi secara bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat secara bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu, bila perlu dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya. Interaksi yang mungkin terjadi:

  • Penggunaan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 (eritromisin, klaritromisin, troleandomisin, antijamur azole, ritonavir, amiodaron, nefazodone, diltiazem, dan verapamil) dapat meningkatkan kadar fentanil dalam darah sehingga meningkatkan risiko depresi nafas yang bersifat fatal.
  • Peningkatan terjadinya risiko sindrom serotonin yang mengancam jiwa bila digunakan bersamaan dengan SSRI, SNRI dan MAOI.
  • Dapat menurunkan kadar fentanil dalam darah bila digunakan bersamaan dengan obat turunan rifampisin.
  • Meningkatkan efek depresan bila digunakan bersamaan dengan anestesi umum, barbiturat, atau obat golongan narkotik lainnya.
  • Meningkatnya efek hipotensi bila digunakan bersamaan dengan fenotiazin.
  • Menurunkan efikasi pegvisomant.
  • Dapat meningkatkan efek depresan bila dikonsumsi bersamaan dengan alkohol.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Penyakit
  • Kanker
Referensi

American Academy of Pediatrics. The Transfer of Drugs and Other Chemicals Into Human Milk. 2001.

Hughes H. Kahl LK. The Harriet Lane Handbook 21st ed. Elsevier. 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/fentanyl-transdermal-route/side-effects/drg-20068152
Diakses pada 5 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/fentanyl/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 5 November 2018.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501222/#!po=66.4063
Diakses pada 5 November 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6253/fentanyl-transdermal/details
Diakses pada 5 November 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top