Fentanyl

02 Mar 2021| Ajeng Prahasta
Ditinjau oleh dr. Virly
Fentanyl adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit atau nyeri

Fentanyl adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit atau nyeri

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Durogesic, Etanyl, Fentanyl Dexa Medica, Fentanyl Johnson

Deskripsi obat

Fentanyl adalah obat yang digunakan untuk meringankan rasa nyeri. Selain itu, obat ini juga digunakan sebagai obat bius pada pasien yang akan melakukan operasi atau pembedahan. Fentanyl berada dalam kelas obat yang disebut analgesik narkotik (opiat).

Fentanyl biasanya digunakan untuk meredakan rasa sakit yang hebat. Obat ini bekerja pada bagian otak dengan meningkatkan zat kimia tertentu yang berfungsi untuk menghambat rasa nyeri, memperlambat pernapasan, dan pada umumnya membuat Anda merasa lebih tenang. Obat ini harus digunakan dengan hati-hati dan dikonsumsi hanya berdasarkan anjuran dokter.

Fentanyl (Fentanil)
GolonganKelas terapi : Analgesik opioid Klasifikasi obat: Opioid agonists
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatInjeksi, lozenge, patch
Dikonsumsi olehDewasa, anak-anak, dan lansia
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan fentanyl, antara lain:

  • Sembelit
    Konsumsi lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal. Cukupi kebutuhan cairan Anda dan lakukan olahraga ringan untuk membantu mengatasi sembelit. Mintalah dokter merekomendasikan obat untuk membantu mencegah atau mengobati sembelit yang disebabkan fentanyl, jika gejala ini tidak kunjung hilang.
  • Mual
    Efek samping ini biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Makan dan minumlah dalam porsi kecil, tetapi sering. Jangan makan makanan dengan rasa yang kuat, seperti pedas. Mintalah rekomendasi obat antimual kepada dokter jika gejala ini semakin parah atau berlangsung lama.
  • Sakit perut
    Cobalah istirahat agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi kecil, tetapi sering dapat membantu meredakan sakit perut. Anda juga bisa mengompres perut dengan handuk hangat atau botol berisi air panas. Jika Anda merasa sangat nyeri, hubungi dokter.
  • Merasa mengantuk atau lelah
    Efek samping ini akan hilang dalam satu atau dua minggu karena tubuh Anda terbiasa dengan fentanil. Bicaralah dengan dokter Anda jika gejala ini tidak kunjung hilang. Jangan minum alkohol karena akan memperburuk efek samping ini.
  • Merasa pusing atau sensasi berputar (vertigo)
    Hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik. Jangan minum alkohol karena akan memperburuk efek samping ini. Jika gejala ini tidak kunjung hilang, jangan minum obat lagi dan hubungi dokter. Jangan mengemudi, mengendarai sepeda, atau menggunakan perkakas atau mesin.
  • Merasa bingung
    Bicarakan dengan dokter jika efek samping ini terjadi. Dosis Anda mungkin perlu diubah.
  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum alkohol saat mengonsumsi fentanil karena dapat memperburuk sakit kepala. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi fentanyl. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Gatal atau ruam
    Gatal dan ruam dapat diobati dengan mengonsumsi antihistamin. Tanyakan jenis antihistamin yang sesuai untuk Anda kepada apoteker. Jika gejalanya tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, bicarakan dengan dokter karena Anda mungkin perlu mencoba obat penghilang rasa sakit yang berbeda.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan fentanyl pada kondisi:

  • Cedera kepala
  • Peningkatan tekanan intrakranial
  • Gangguan ginjal atau hati
  • Kelemahan otot (myasthenia gravis)
  • Jantung berdetak lebih lambat
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Lanjut usia
  • Kehamilan dan menyusui
  • Infus IV cepat dapat menyebabkan kekakuan otot rangka dan dinding dada

Penghentian mendadak dapat menyebabkan withdrawal syndroms Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C. Hindari cahaya matahari langsung dan tempat lembap.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Pasien non-toleran opioid
  • Sedang menjalani pengobatan nyeri akut selain breakthrough, misalnya migrain atau sakit kepala lainnya atau nyeri setelah operasi
  • Depresi pernapasan akut atau berat
  • Gangguan pergerakan usus akibat kelumpuhan otot usus (ileus paralitik)

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan fentanyl pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan fentanyl dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Pernapasan lambat dan pendek
  • Penurunan keinginan untuk bernapas
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Kantuk ekstrim
  • Pusing
  • Kebingungan
  • Pingsan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan bersamaan.

Mengonsumsi obat fentanyl dengan obat-obatan lain secara bersamaan dapat menyebabkan interaksi, seperti:

  • Penghambat CYP3A4, misalnya eritromisin, klaritromisin, troleandomisin, antijamur azol, ritonavir, amiodaron, nefazodone, aprepitant, diltiazem, dan verapamil
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar fentanyl dan depresi pernapasan yang fatal.
  • SSRI, SNRI, dan MAOI
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatan risiko sindrom serotonin yang mengancam jiwa.
  • Rifampisin
    Rifampisin dapat menurunkan kadar fentanyl, sehingga menurunkan efektivitas fentanyl dalam meringankan nyeri.
  • Anestesi umum, obat penenang, barbiturat, dan narkotika
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan efek depresan.
  • Amonium klorida
    Penggunaan amonium klorida dapat meningkatkan ekskresi fentanyl, sehingga efektivitas fentanyl dalam meringankan rasa sakit akan menurun.
  • Fenotiazin
    Dapat meningkatkan efek hipotensi atau penurunan tekanan darah rendah jika digunakan bersama fenotiazin.
  • Pegvisomant
    Dapat mengurangi efektivitas pegvisomant dalam perawatan akromegali.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a605043.html
Diakses pada 10 Februari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/fentanyl/
Diakses pada 10 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/fentanyl?mtype=generic
Diakses pada 10 Februari 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/308156#what-is-fentanyl
Diakses pada 10 Februari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/fentanyl/transdermal-patch#about
Diakses pada 10 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6253/fentanyl-transdermal/details
Diakses pada 10 Februari 2021

uofmhealth. https://www.uofmhealth.org/health-library/d00233n1
Diakses pada 10 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email