Fenoterol

Fenoterol digunakan untuk penderita asma akut dan masalah penyempitan saluran napas lainnya

Fenoterol tersedia dalam bentuk obat hirup dan obat oral yang diminum

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Fenoterol, Ipratorium + Fenoterol (Berodual), Berotec

Deskripsi obat

Fenoterol adalah obat golongan adrenergik (berhubungan dengan saraf simpatik) yang diindikasikan penggunaannya pada asma akut dan masalah paru lainnya yang menyebabkan saluran napas menyempit.

Fenoterol tersedia dalam bentuk obat inhalasi (hirup) dan obat oral yang diminum. Fenoterol tergolong obat keras yang memerlukan resep dokter untuk mendapatkannya.

Fenoterol (-)
Golongan

Andrenergik

Kategori obat

Obat keras (mungkin butuh resep)

Bentuk sediaan obat

Inhalasi dan obat minum

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak di atas 6 tahun

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun penelitian terkontrol pada wanita hamil belum dilakukan. Atau penelitian terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada penelitian terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester berikutnya).

Keamanan penggunaan fenoterol selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau membaca dengan baik petunjuk kemasan sebelum mengonsumsi obat.

Dosis:

Inhalasi

Pencegahan asma yang dicetuskan olahraga (aktivitas berat),   obstruksi saluran napas yang reversibel

Dewasa

  • Metered-dose inhaler (100 mcg/dosis): gunakan 1-2 inhalasi setiap kali diperlukan. Maksimal 8 kali inhalasi per hari
  • Solution (50 mcg/tetes): gunakan 0,5 ml (10 tetes) setiap kali penggunaan, maksimal 4 kali dalam sehari.

Mengatasi asma akut

Dewasa

  • Metered dose inhaler (100 mcg/dosis): gunakan 1 kali inhalasi setiap kali diperlukan. Bila setelah inhalasi pertama gejala tidak membaik dalam 5 menit, dosis kedua dapat diberikan.
  • Solution (50 mcg/tetes): gunakan 0,5 ml (10 tetes) setiap kali inhalasi. Pada kasus yang lebih berat, dosis dapat ditingkatkan menjadi sampai 1-1,25 ml (20-25tetes) tiap kali inhalasi.

Anak-anak usia 6-12 tahun (BB 22-36 kg)

  • Solution (50 mcg/tetes): gunakan 5-10 tetes tiap penggunaan. Pada kasus yang lebih berat dosis dapat ditingkatkan menjadi 1 ml (20 tetes)

Oral (Obat Minum)

Mengatasi Bronkospasme Akut

Dewasa: 2,5-4 mg tiga kali sehari (maksimal dosis sehari adalah 15 mg)

Efek samping obat

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Fenoterol dapat menyebabkan efek samping. Efek samping tersering meliputi :

Efek samping penggunaan fenoterol yang jarang namun masih mungkin dan harus segera dikonsultasikan ke dokter antara lain:

Konsultasikan juga dengan dokter segera bila Anda mengalami reaksi alergi terhadap fenoterol yang meliputi ruam-ruam kulit, rasa gatal, pembengkakan, pusing yang berat, dan sesak napas.

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut sebelum menggunakan fenoterol:

Kontraindikasi

Jangan menggunakan fenoterol jika Anda mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • alergi terhadap fenoterol dan obat golongan sejenis lainnya
  • mengalami gagal jantung hipertropik kardiomiopati

mengalami takiaritmia atau jantung berdebar cepat

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi fenoterol dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang menyebabkan efek fenoterol meningkat atau malah menurun.

Beritahukan semua obat-obat yang rutin Anda konsumsi kepada dokter (baik obat bebas maupun obat dengan resep), terutama bila Anda mengkonsumsi obat berikut ini:  

  • Obat golongan adrenalin lainnya seperti pseudoefedrin
  • Obat golongan antikolinergik seperti benztropin
  • Obat golongan xanthin seperti teofilin dan kafein
  • Obat golongan steroid seperti prednison
  • Obat golongan diuretik seperti furosemid
  • Obat golongan beta blocker seperti propanolol
  • Obat golongan MAO inhibitor seperti furazolidone, selegiline, phenelzine, moclobemide, linezolid, procarbazine
  • Obat golongan antidepresan tertentu seperti amitriptilin

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merk tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Drugs. https://www.drugs.com/mmx/fenoterol-hydrobromide.html
Diakses 23 Agustus 2019

Medicinet https://www.medicinenet.com/fenoterol_inhalation_solution-oral/article.htm
Diakses 23 Agustus 2019

MIMS. mims.com/indonesia/drug/info/fenoterol/?type=brief&mtype=generic
Diakses 23 Agustus 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email