Fenofibrate

29 Agu 2019| Olivia
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
fenofibrate adalah obat yang dapat menurunkan risiko pankreatitis

fenofibrate merupakan derivat asam fibrat

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Cholecaps, Evothyl, Felosma, Fenofibrate OGB Medikon, Fenolip, Fenosup Lidose, Fibesco, Fibramed, Hicholfen, Hipolip, Hyperchol/Hyperchol 200 M, Lifen 200M, Lipanthyl/Lipanthyl Penta 145/ Lipanthyl Supra 160, Lipofibrat, Noles 200, Profibrat, Trichol, Trolip, Yosenob, Zumafib, Zumafib Micro.

Deskripsi obat

Fenofibrate merupakan derivat asam fibrat yang digunakan untuk menurunkan kadar serum Trigliserida dan meningkatkan kadar HDL. Obat ini bekerja dengan meningkatkan enzim yang dapat memecah lemak sehingga dapat menurunkan risiko pankreatitis. Namun obat ini tidak menurunkan risiko serangan jantung atau stroke. Konsumsi obat ini juga harus diimbangi dengan pola makan dan olahraga yang teratur.

Fenofibrate (Fenofibrat)
Golongan

Fibrat

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Obat kapsul:

  • Dewasa: 150 mg/hari, dikonsumsi dengan makanan.

Obat tablet:

  • Dewasa: 120-160 mg/hari.

Efek samping obat

Efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi fenofibrate:

  • Nyeri perut, nyeri punggung
  • Sakit kepala
  • Asthenia
  • Diare
  • Mual
  • Konstipasi
  • Sindrom flu
  • Nyeri otot
  • Penurunan hemoglobin, hematokrit dan jumlah leukosit ringan sampai sedang
  • Tes fungsi hati abnormal (e.g. peningkatan SGOT, SGPT)

Perhatian Khusus

Obat ini dapat meningkatkan risiko terjadinya cholelithiasis, pankreatitis, rhabdomiolisis dan mempengaruhi otot-otot skeletal. Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Alergi fibrat
  • Penyakit ginjal
  • Kehamilan
  • Penyakit kandung empedu
  • Penyakit hati (sirosis bilier, hepatitis)

Obat ini tidak dianjurkan pada wanita hamil karena bisa membahayakan bayi di dalam kandungan. Konsultasikan dengan dokter agar Anda mengetahui risiko dan manfaat dari obat ini.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas
  • Kelainan fungsi hati
  • Sirosis bilier primer
  • Riwayat penyakit kandung empedu
  • Gangguan ginjal dan hati berat
  • Menyusui

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Menggunakan fenofibrate dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi seperti

  • Menurunkan penyerapan fenofibrate dengan cholestyramine.
  • Meningkatkan risiko nefrotoksisitas (gangguan ginjal) dengan ciclosporin.
  • Meningkatkan risiko toksisitas otot dengan simvastatin.
  • Meningkatkan risiko perdarahan dengan antikoagulan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/fenofibrat
Diakses pada 4 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/fenofibrate-oral-route/description/drg-20068427
Diakses pada 1 Oktober 2018

MIMS.  http://www.mims.com/indonesia/drug/info/fenofibrate/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 4 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-93290/fenofibrate-oral/details
Diakses pada 4 November 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email