Femara tablet adalah obat untuk mengobati kanker payudara pada wanita setelah menopause.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box 3 strip @ 10 tablet (2,5 mg)
Produsen Novartis Indonesia
Femara tablet adalah obat untuk mengobati kanker payudara pada wanita setelah berakhirnya menstruasi (menopause). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Femara tablet mengandung zat aktif letrozol.

Letrozol bekerja dengan menghambat enzim dalam mengubah androgen menjadi estrone dan estradiol sehingga terjadi penurunan produksi estrogen sehingga memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Letrozol 2,5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 2,5 mg/hari. Pengobatan dapat dilanjutkan hingga 5 tahun sebagai terapi tambahan atau hingga tumor berkembang pada kanker payudara.

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Kesulitan tidur.
    Hindari konsumsi kafein (teh, kopi, cola, dan coklat) di sore dan malam hari. Jagalah kamar tidur Anda tetap gelap dan tenang dan cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Berhenti menonton TV dan menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel atau tablet setidaknya 1 jam sebelum waktu tidur.
  • Merasa sangat lelah.
    Cobalah olahraga ringan dan konsumsi makanan sehat yang dapat mengurangi rasa lelah. Cobalah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Jangan mengemudi, mengendarai sepeda, atau mengoperasikan mesin jika Anda merasa sangat lelah. Hubungi dokter jika efek tidak berangsur membaik.
  • Merasa sakit dan kehilangan nafsu makan.
    Cobalah konsumsi letrozol setelah makan dan hindari konsumsi makanan berat, pedas, dan makan dalam porsi kecil, jika Anda merasa sakit, minumlah sedikit air untuk menghindari dehidrasi. Hubungi dokter jika efek samping tidak membaik atau memburuk.
  • Muka memerah dan berkeringat.
    Kurangi konsumsi makanan pedas, kafein, merokok, dan alkohol. Jaga ruangan tetap dingin dan gunakan kipas angin. Cobalah menyemprot wajah Anda dengan air dingin atau konsumsi minuman dingin.
  • Vagina kering atau gatal dan pendarahan dari vagina.
    Hubungi dokter atau perawat untuk merekomendasikan pelembab vagina untuk mengobati iritasi atau vagina kering. Pendarahan vagina biasanya terjadi dalam beberapa minggu pertama setelah konsumsi letrozol dan hubungi dokter jika efek samping ini terjadi lebih dari beberapa minggu setelah mulai konsumsi letrozol.
  • Nyeri ringan pada otot dan tulang.
    Konsultasikan pada profesional kesehatan Anda untuk meminta saran obat penghilang rasa sakit yang sesuai dan jika rasa sakit berlangsung lebih dari seminggu, hubungi dokter. Jika Anda mengalami nyeri pada sendi secara tiba-tiba, segera tanyakan kepada dokter.
  • Rambut rontok.
    Beberapa orang merasa rambutnya semakin tipis saat mereka mulai mengonsumsi letrozol. Efek samping ini merupakan efek samping yang ringan dan konsultasikan pada profesional kesehatan Anda bila efek samping ini mengganggu Anda.
  • Suasana hati yang rendah atau depresi.
    Segera konsultasikan pada dokter atau perawat Anda sehingga akan diberikan terapi kognitif atau antidepresan.
  • Tangan kebas atau kesemutan.
    Berhentilah minum letrozol dan konsultasikan pada dokter Anda.
  • Perubahan pada kulit termasuk ruam.
    Cobalah konsumsi obat antihistamin yang mungkin dapat membantu meringankan efek samping tersebut dan konsultasikan pada Apoteker untuk mengetahui obat apa yang cocok dengan Anda.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap letrozol.
  • Pasien yang belum mengalami berhentinya menstruasi (pramenupause).
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang memilki gangguan hati yang parah.
  • Pasien dengan kondisi berkurangnya kepadatan tulang (osteoprorosis).
  • Tamoksifen dan etinilestradiol.
    Penggunaan bersama letrozol dapat menurunkan efek terapi dari letrozol.
  • Rifampisin.
    Penggunaan bersama letrozol dapat menurunkan konsentrasi plasma.
  • Sitalopram.
    Penggunaan bersama letrozol dapat meningkatkan kadar sitalopram dalam darah dan meningkagkan risiko efek samping tertentu termasuk irama jantung tidak teratur yang serius dan dapat mengancam jiwa.
  • Esitalopram.
    Penggunaan bersama letrozol dapat meningkatkan kadar dan efek esitalopram dalam darah dan meningkatkan risiko efek samping seperti irama jantung tidak teratur, sindrom serotonin, halusinasi, kejang, perubahan tekanan darah yang ekstrem, demam, keringat berlebihan, menggigil atau gemetar, pengelihatan kabur, kejang atau kekakuan otot, tremor, kram perut, mual, muntah, dan diare.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/letrozole
Diakses pada 11 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/letrozole/
Diakses pada 11 Agustus 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/femara-letrozole-342220#3
Diakses pada 11 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/citalopram-with-letrozole-679-0-1443-0.html
Diakses pada 11 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/letrozole-with-lexapro-1443-0-1013-565.html
Diakses pada 11 Agustus 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait