Faxiden adalah obat untuk mengobati keadaan nyeri disertai inflamasi seperti kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang (gangguan muskuloskeletal).
Faxiden adalah obat untuk mengobati keadaan nyeri disertai inflamasi seperti kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang (gangguan muskuloskeletal).
Faxiden adalah obat untuk mengobati keadaan nyeri disertai inflamasi seperti kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang (gangguan muskuloskeletal).
Faxiden adalah obat untuk mengobati keadaan nyeri disertai inflamasi seperti kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang (gangguan muskuloskeletal).
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 14.850/tube @ (10 g) per Oktober 2019.
Kemasan 1 tube @ 10 g
Produsen IFARS

Faxiden adalah obat untuk mengobati keadaan nyeri disertai inflamasi seperti kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang (gangguan muskuloskeletal). Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Faxiden mengandung zat aktif piroxicam.

Mengobati keadaan nyeri disertai inflamasi seperti:

  • Sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi (osteoartritis).
  • Post traumatic.
  • Kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang (gangguan muskuloskeletal).
  • Kondisi peradangan atau iritasi pada tendon (tendinitis).
  • Peradangan selubung tendon (tenosinovitis).
  • Nyeri bahu (periartritis).
  • Cedera yang terjadi karena regangan berlebihan atau terjadi robekan pada ligamen dan kapsul sendi (sprains).
  • Cedera yang terjadi karena regangan berlebihan atau terjadi robekan pada ligamen dan kapsul sendi (strains).
  • Nyeri punggung belakang.

Tiap 1 g: Piroxicam 0,5%

3-4 kali/hari

Dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.

  • Inflamasi akut yang terjadi pada kulit dan membran mukosa (eritema)
  • Ruam.
  • Pengelupasan atau terkelupasnya kulit dari tubuh.
  • Gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh (pruritus).
  • Reaksi lokal pada tempat pemakaian.
  • Penderita yang memilik riwayat tukak lambung atau perdarahan lambung.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap piroxicam.
  • Penderita yang mengalami pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme).
  • Benjolan di hidung yang berbentuk seperti buliran air (polip hidung).
  • Pembengkakan yang seringkali terjadi akibat reaksi alergi (angioderma).
  • Jangan digunakan pada daerah mata dan membran mukosa.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait