Avigan

Favipiravir adalah obat antivirus baru yang digunakan untuk mengobati penyakit flu seperti flu burung dan flu babi yang disebabkan infeksi virus influenza A. Obat ini memiliki spektrum yang luas sehingga dapat bekerja pada jenis virus influenza yang lebih rendah seperti virus influenza B dan C. Selain itu beberapa penelitian menyebutkan Favipiravir dapat pula mengatasi virus lain seperti alphavirus, arenavirus, bunyavirus, flavivirus, filovirus dan norovirus

Obat ini bekerja secara selektif menghambat RNA polimerase yang terlibat dalam replikasi virus sehingga dapat menghentikan virus berkembang dalam tubuh. Karena mekanisme tersebut, favipiravir dianggap memiliki spektrum yang luas dan mulai diujikan sebagai pilihan pengobatan COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 atau coronavirus.

 

Favipiravir (T-705, Avigan, favilavir)
Golongan

Antivirus

Kategori obat

Obat dengan resep (obat keras)

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia telah menunjukkan abnormalitas pada janin, atau ada bukti risiko kepada janin berdasarkan pengalaman pengguna, atau keduanya. Risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melebihi kemungkinan adanya manfaat. Obat ini tidak boleh digunakan pada wanita yang hamil atau akan hamil

Favipiravir dapat terserap ke dalam ASI karena itu pemberian ASI pada bayi sebaiknya dihentikan ketika ibu mengonsumsi obat ini. 

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Influenza

Dewasa: pengobatan diberikan dalam 5 hari dengan rincian,
hari pertama, 1600 mg 2 kali/hari 
hari kedua sampai keempat, 600 mg 2 kali/hari 

Covid-19/Corona

Hingga saat ini, favipiravir masih berstatus obat investigatif yang berarti masih diuji khasiat terapi dan keamanannya. Menurut data penelitian yang telah dilakukan, favipiravir pada pasien COVID-19 dewasa diujikan dalam pengobatan selama 13 hari dengan rincian:
hari pertama, 1600 mg 2 kali/hari 
hari kedua sampai ketigabelas, 600 mg 2 kali/hari 

Saat ini favipiravir telah memasuki fase 3 dari 4 rangkaian uji klinis pada pasien COVID-19. 

  • Obat ini hanya bisa digunakan sesuai anjuran dokter. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis, serta jangan menggunakan obat lebih lama dari waktu yang dianjurkan.
  • Obat ini dikonsumsi dengan cara diminum dengan air putih.
  • Obat ini dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan.
  • Segera konsumsi obat jika gejala influenza mulai terasa, beri jarak antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Jika tidak ada gejala yang terasa selama masa terapi, disarankan untuk mengonsumsi tiap 12 jam sekali.
  • Simpan obat pada suhu ruangan (>25 oC).

Sebagai obat baru, efek samping favipiravir masih diuji lebih lanjut. Namun  telah ada beberapa efek samping yang dilaporkan berdasarkan pengujian obat pada binatang. Diantaranya:

  • Diare
  • Penurunan produksi sel darah merah
  • Muntah
  • Penurunan berat badan
  • Penurunan kemampuan pergerakan tubuh
  • Memengaruhi fungsi hati dengan meningkatkan kadar alkali fosfat, transaminase alanin, transaminase aspartat dan bilirubin total. 
  • perubahan pada fungsi testis dan sperma

Segera konsultasikan pada dokter jika Anda mengalami efek samping yang tidak disebutkan di atas pada saat mengonsumsi favipiravir.

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Manula
  • Anak-anak
  • Ibu hamil, menyusui atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap obat ini.
  • Memiliki riwayat penyakit asam urat, infeksi jamur atau bakteri, gangguan sistem imun, gangguan mental, TBC, asma, gagal napas, hepatitis.
  • Memiliki riwayat gangguan ginjal, sedang menjalani cuci darah atau pernah menerima transplantasi organ.
  • Memiliki riwayat kecanduan minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang.
  • Sedang menggunakan obat herbal, suplemen atau obat-obatan lain seperti pyrazinamide, repaglinide, teofilin atau famciclovir.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.