Fasidol forte kaplet adalah obat untuk meredakan demam serta nyeri ringan hingga sedang.
Golongan obat Hijau Obat bebas: Tidak memerlukan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (650 mg)
Produsen Ifars Pharmaceutical Laboratories

Fasidol forte kaplet adalah obat untuk meredakan demam serta meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala dan sakit gigi. Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Faasidol forte kaplet mengandung zat aktif parasetamol.

Parasetamol bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin atau zat penyebab peradangan, penurunan prostaglandin dalam tubuh akan mengurangi gejela peradangan seperti demam dan nyeri.

Parasetamol 500 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 0,5 g-1 g/4-6 jam.

  • Dosis maksimal: 4 g/hari.

Anak-anak:

  • 1-2 bulan: 30-60 mg/8 jam.
    • Dosis maksimal: 60 mg/kg BB.
  • 3-6 bulan: 60 mg.
  • 6 bulan-2 tahun: 120 mg.
  • 2-4 tahun: 180 mg.
  • 4-6 tahun: 240 mg.
  • 6-8 tahun: 240-250 mg.
  • 8-10 tahun: 360-375 mg.
  • 10-12 tahun: 480-500 mg.
  • 12-16 tahun: 480-750 mg.

Dosis dikonsumsi setiap 4-6 jam. Maksimal 4 dosis dalam 24 jam.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Kondisi rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia).
  • Kondisi rendahnya jumlah trombosit di dalam tubuh (trombositopenia).
  • Kondisi ketika jumlah sel neutrofil dalam darah menurun (neutropenia).
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Reaksi alergi.
  • Pada penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Urin berwarna gelap.
  • Mual.
  • Sakit pada perut bagian atas.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gatal.
  • Feses berwarna gelap.
  • Kelelahan.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan.
  • Muntah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita penyakit hati yang berat.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi anafilaksis atau reaksi alergi.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien kekurangan gizi kronis.
  • Dapat menyebabkan kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Hentikan penggunaan jika selama 3 hari mengonsumsi ini demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak hilang.
    • Kloramfenikol.
      Parasetamol dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.
    • Kolestiramin.
      Kolestiramin dapat mengurangi penyerapan parasetamol.
    • Probenesid.
      Probenesid dapat meningkatkan konsentrasi serum parasetamol.
    • Rifampisin dan antikonvulsan seperti fenobarbital, karbamazepin, fenitoin , dan primidon.
      Konsentrasi serum parasetamol akan menurun jika dikonsumsi dengan obat di atas.
    • Antikoagulan kumarin dan warfarin.
      Parasetamol dapat meningkatkan efek penghambat pembekuan darah warfarin dan kumarin jika digunakan dalam jangka panjang.
    • Domperidon dan metoklopramid.
      Parasetamol dapat meningkatkan penyerapan dari domperidon dan metoklopramid.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol Diakses pada 4 Agustus 2020 WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-362/acetaminophen-oral/details Diakses pada 4 Agustus 2020 Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html Diakses pada 4 Agustus 2020 Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html Diakses pada 4 Agustus 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait