Fartolin Inhalan dapat untuk pengelolaan rutin bronkospasma kronik-tidak responsif terhadap terapi konvensional
Fartolin Inhalan dapat untuk pengelolaan rutin bronkospasma kronik-tidak responsif terhadap terapi konvensional
Fartolin Inhalan dapat untuk pengelolaan rutin bronkospasma kronik-tidak responsif terhadap terapi konvensional
Fartolin Inhalan dapat untuk pengelolaan rutin bronkospasma kronik-tidak responsif terhadap terapi konvensional
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 23.500/botol per April 2019
Kemasan 1 botol @ 5 ml
Produsen Fahrenheit

Fartolin inhalasi adalah obat yang digunakan sebagai pengelolaan rutin pada penyempitan bronkus (bronkospasme) bagi penderita asma dan alergi. Obat ini mengandung salbutamol dan benzalkonium chloride yang dapat meredakan batuk, mengi, dan sesak napas. Fartolin inhalasi termasuk obat keras yang memerlukan resep dokter.

Diindikasikan sebagai pengobatan serangan akut bronkospasme dan penatalaksanaan rutin bronkospasme kronis yang tidak responsif terhadap terapi konvensional.

Salbutamol 1 mg, benzalkonium chloride 0.2 mg

2,5 mg diberikan 3-4 kali/hari

Digunakan dengan cara nebulisasi.

Sakit kepala, mual, muntah, diare, pusing, dada berdebar, insomnia, reaksi alergi, iritasi mulut dan tenggorokan.

Hipersensitivitas, persalinan prematur, dan aborsi yang mengancam selama trimester 1 dan 2 kehamilan.

Hipertiroidisme, penyakit kardiovaskular, aneurisma, diabetes, pasien yang mengonsumsi obat antihipertensi, tirotoksikosis, penurunan kadar kalium darah (hipokalemia), ibu hamil, dan ibu menyusui.

Pasien pengobatan inhibitor MAO, efek antagonis oleh propanolol, dan beta blocker.

Drugs. https://www.drugs.com/cons/salbutamol.html
Diakses pada 8 Agustus 2019

SehatQ. https://www.sehatq.com/obat/benzalkonium-chloride
Diakses pada 7 Oktober 2019

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/fartolin
Diakses pada 7 Oktober 2019

Artikel Terkait