Farsix tablet 40 mg obat yang merupakan diuretik yang digunakan untuk mengobati edema.
Farsix tablet 40 mg obat yang merupakan diuretik yang digunakan untuk mengobati edema.
Farsix tablet 40 mg obat yang merupakan diuretik yang digunakan untuk mengobati edema.
Farsix tablet 40 mg obat yang merupakan diuretik yang digunakan untuk mengobati edema.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 14.670/strip (40 mg) per November 2019
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (40 mg)
Produsen Pratapa Nirmala

Farsix adalah obat yang membantu menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Selain itu dapat mengurangi gejala seperti sesak napas dan bengkak di lengan, kaki, dan perut. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Farsix mengandung furosemide sebagai zat aktifnya.

  • Mengobati pembengkakan pada anggota tubuh yang terjadi karena penimbunan cairan di dalam jaringan (edema) yang disebabkan oleh lemah jantung, sirosis hati, penyakit ginjal termasuk sindrom nefrotik.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) ringan sampai sedang dalam bentuk tunggal atau kombinasi.

Furosemide 40 mg

  • Dewasa:
    • Edema:
      • Dosis awal: 20-80 mg/6-8 jam dosis tunggal.
      • Dosis lanjutan: 20-40 mg/6-8 jam.
      • Dosis maksimal edema yang parah: 600 mg/hari.
      • Hipertensi: 40 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Anak-anak:
    • Dosis awal: 1-2 mg/kg BB/6-8 jam.
    • Dosis lanjutan: 1-2 mg/kg BB/6-8 jam.
    • Dosis maksimal: 6 mg/kg BB

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Gangguan pada saluran pencernaan: mual, diare, pankreatitis, jaundice, anorexia, iritasi oral dan gaster, muntah, kejang dan kostipasi.
  • Reaksi hipersensitifitas: interstitial nephritis alergi, sistemik vaskulitis, necrotizing anglitis.
  • Reaksi saluran saraf pusat: tinitus dan gangguan pendengaran, paresthesias, vertigo, diazziness dan sakit kepala.
  • Reaksi hematologi: tromobocytopenia, hemilitik anemia, leukopenia dan anemia.
  • Gangguan kulit: exfoliative dermatitis, erythema multiforma, purpura, photosensitivitas, urtikaria, ruam, pruritus.
  • Gangguan pada jantung: hipotensi orthostatik.
  • Hiperglycemia, glycosuria, hyperurisemia.
  • Pasien penderita ginjal tidak dapat memproduksi urine (anuria).
  • Hipersensitif terhadap furosemid atau sulfonamid.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait