Farsifen 400 kaplet 400 mg digunakan untuk meringankan gejala-gejala penakit rematik tulang, sendi, dan non sendi.
Farsifen 400 kaplet 400 mg digunakan untuk meringankan gejala-gejala penakit rematik tulang, sendi, dan non sendi.
Farsifen 400 kaplet 400 mg digunakan untuk meringankan gejala-gejala penakit rematik tulang, sendi, dan non sendi.
Farsifen 400 kaplet 400 mg digunakan untuk meringankan gejala-gejala penakit rematik tulang, sendi, dan non sendi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 7.560/strip (400 mg) per Oktober 2019.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (400 mg).
Produsen Ifars

Farsifen adalah obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit seperti sakit kepala, sakit gigi, radang sendi, dan nyeri otot. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Farsifen mengandung zat aktif ibuprofen.

Meringankan gejala-gejala penyakit rematik tulang, sendi, dan non sendi, meringankan gejala-gejala akibat trauma otot dan tulang/sendi (trauma muskuloskeletal), meringankan nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri haid, nyeri pada penyakit gigi atau pencabutan gigi, nyeri setelah operasi, sakit kepala.

Ibuprofen 400 mg.

  • Dewasa:
    • Untuk pereda nyeri (analgesik) dan mengurangi peradangan (antiinflamasi) rematik tulang, sendi, non sendi, trauma otot dan tulang: 400 mg sebanyak 3-4 kali/hari.
    • Untuk analgesik: 200-400 mg sebanyak 3-4 kali/hari.

Dikonsumsi bersamaan dengan makan.

  • Gangguan saluran mencernaan termasuk mual, muntah, gangguan pencernaan, diare, sembelit, dan nyeri lambung.
  • Ruam kulit, penyempitan bronkus (bronchospasme), penurunan sel pembeku darah (trombositopenia).
  • Penderita dengan tukak lambung yang berat dan aktif.
  • Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap ibuprofen dan obat antiinflamasi nonsteroid lain.
  • Penderita sindroma polip hidung, angiodema.
  • Penderita dimana bila menggunakan aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya akan timbul gejala asma, rhinitis atau gatal-gatal (urtikaria).
  • Kehamilan 3 bulan terakhir.
  • Pasien penyakit yang terkait dengan kekebalan tubuh manusia (lupus eritematosus sistemik).
  • Pasien gangguan fungsi hati.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita asma.
  • Penderita penyakit gagal jantung.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Aspirin dan obat antiinflamasi lain.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.