Farpain Tablet 10 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Farpain tablet adalah obat untuk terapi jangka pendek untuk nyeri ringan hingga sedang seperti nyeri setelah operasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Farpain tablet mengandung zat aktfi ketorolak trometamin.
Farpain Tablet 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaKetorolak trometamin.
Kelas terapiAnalgesik.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 2 strip @ 10 tablet (10 mg)
ProdusenFahrenheit

Informasi zat aktif

Ketorolak atau obat NSAID turunan asam karboksilat pirolizin yang bekerja secara reversibel menghambat enzim siklooksigenase-1 dan sikloosigenase-2 (COX-1 dan COX-2) yang mengakibatkan penurunan pembentukan prostaglandin sebagai mediator peradangan. Ketorolak memiliki sifat antipiretik, antiinflamasi dan analgesik.

  • Absorpsi: Diabsorpsi dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral. Ketersediaan hayati adalah 100% dan waktu puncak konsentrasi plasma sekitar 45 menit.
  • Distribusi: Penetrasi buruk ke dalam cairan serebrospinal, melewati plasenta, dan masuk ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Volume distribusi adalah 13 L dan ikatan protein plasma adalah 99%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan hidroksilasi.
  • Ekskresi: Diekskresi melalu urin sekitar 60% dalam bentuk obat tidak berubah dan feses sekiat 6%, Waktu paruh eliminasi sekitar 5 jam (dalam bentuk S-enansiomer sekitar 2,5 jam dan R-enansiomer adalah 5 jam).

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi nyeri ringan hingga sedang seperti nyeri setelah operasi.

Ketorolak bekerja menghambat enzim siklooksigenase-1 dan sikloosigenase-2 (COX-1 dan COX-2) yang mengakibatkan penurunan produksi prostaglandin sebagai mediator peradangan dan rasa nyeri.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis awal: 10 mg setiap 4-6 jam.
  • Dosis maksimal: 40 mg/hari.
    Durasi maksimal penggunaan adalah 5 hari (kombinasi parenteral dan oral).

Lansia:

  • Dosis awal: 10 mg setiap 4-6 jam sebagai terapi lanjutan dari pemberian parenteral.
  • Dosis maksimal: 40 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan saluran kemih.
  • Gangguan ginjal.
  • Gangguan sistem pernapasan dan gangguan kulit.
  • Pembengkakan pada anggota tubuh yang terjadi karena penimbunan cairan di dalam jaringan (edema).
  • Peningkatan berat badan.
  • Peradangan pada hati (hepatitis) dan gagal hati.
  • Kesadaran menurun (somnolen).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat penyakit saluran cerna.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Pasien dengan kardiak dekompensasi.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan farpain tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang alergi terhadap ketorolak, asetosal atau obat NSAID lainnya.
  • Penderita dengan riwayat luka pada dinding lambung (ulkus peptik) dan peradangan dinding usus (kolitis ulseratif).
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal sedang hingga berat.
  • Pasien penderita perdarahan pada pembuluh darah di otak (cerebrovaskular).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak 16 tahun ke bawah.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat NSAID, kortikosteroid, SSRI, antikoagulan, antiplatelet seperti aspirin, dan pentoksifilin.
    Penggunaan bersama ketorolak dengan salah satu atau beberapa obat tersebut dapat meningkatkan risiko pendarahan.
  • Probenesid, litium, obat glikosida janatung seperti digoksin dan metotreksat.
    Penggunaan bersama ketorolak dengan salah satu atau beberapa obat tersebut dapat meningkatkan konsentrasi plasma.
  • Obat antiepilepsi seperti fenitoin dan karbamazepin.
    Penggunaan bersama ketorolak dengan salah satu atau beberapa obat tersebut dapat meningkatkan risiko kejang.
  • Obat psikoaktif seperti flukosentin dan alprazolam.
    Penggunaan bersama ketorolak dengan salah satu atau beberapa obat tersebut dapat melihat atau mendengar hal yang tidak ada (halusinasi).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Beri tahu dokter Anda segera jika salah satu dari efek samping yang tidak biasa tetapi serius ini terjadi:

  • Pingsan.
  • Detak jantung cepat atau berdebar.
  • Perubahan pendengaran seperti telinga berdenging.
  • Perubahan mental atau suasana hati seperti kebingungan, depresi.
  • Sakit kepala yang terus-menerus atau parah.
  • Sakit perut.
  • Perubahan penglihatan seperti penglihatan kabur.
  • Gejala gagal jantung seperti pergelangan kaki bengkak, kelelahan yang tidak biasa, berat badan yang tidak biasa atau tiba-tiba.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Tanda-tanda gangguan ginjal seperti perubahan jumlah urin.
  • Tanda infeksi seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan yang terus-menerus.
  • Gejala meningitis seperti leher kaku yang tidak bisa dijelaskan dan demam.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/farpain
Diakses pada 18 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ketorolac?mtype=generic
Diakses pada 18 Agustus 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/ketorolac-343292#3
Diakses pada 18 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email