Farnormin tablet 50 mg obat untuk pengobatan hipertensi, angina pektoris, aterosklerosis.
Farnormin tablet 50 mg obat untuk pengobatan hipertensi, angina pektoris, aterosklerosis.
Farnormin tablet 50 mg obat untuk pengobatan hipertensi, angina pektoris, aterosklerosis.
Farnormin tablet 50 mg obat untuk pengobatan hipertensi, angina pektoris, aterosklerosis.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 5.900/strip (50 mg) per Oktober 2019
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (50 mg)
Produsen Pratapa Nirmala

Farnormin adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, serangan jantung, angina (nyeri pada dada) yang disebabkan aterosklerosis. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Farnormin mengandung atenolol sebagai zat aktifnya.

Pengobatan tekanan darah tinggi (hipertensi), nyeri dada (angina pektoris) akibat penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri (aterosklerosis).

Atenolol 50 mg

  • Dewasa:
    • Anti hipertensi: 1 tablet (50 mg)/hari dosis dapat ditambah 2 tablet (100 mg)/hari setelah 2 minggu.
    • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal berat: 1 tablet (50 mg)/hari.
    • Antianginal: 2 tablet (100 mg)/hari dosis terbagi.
  • Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Simpan pada suhu di bawah 30°C
  • Gangguan kardiovaskular:
  • Sakit kepala.
  • Pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar (vertigo).
  • Kelelahan.
  • efek mengantuk (Sedasi).
  • Depresi.
  • Gangguan pencernaan:
  • Pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme).
  • Pasien dengan kondisi medis yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit (asma bronkial).
  • Pasien serangan jantung.
  • Pasien dengan kondisi Blok jantung, blok atrioventricular derajat 2 atau 3.
  • Pasien gagal jantung.
  • Pasien sinus bradikardia.
  • Pasien penderita gagal jantung kongestif.
  • Pasien yang mengalami penurunan detak jantung.
  • Pasien bronkospastik.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang mengalami disfungsi ginjal.
  • Klonidin.
  • Digitalis glikosida.
  • Epinefrin.
  • Beta-blocker.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait