Farmoten tablet 25 mg

Farmoten tablet 25 mg obat untuk mengatasi hipertensi dan gagal jantung.

Deskripsi obat

Farmoten adalah obat untuk mengatasi hipertensi dan gagal jantung. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Farmoten mengandung captopril sebagai zat aktif.

Farmoten tablet 25 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 90.650/box (25 mg) per November 2019
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (25 mg)
ProdusenPratapa Nirmala

Indikasi (manfaat) obat

  • Pengobatan:
    • Hipertensi sedang dan berat yang tidak dapat diatasi dengan pengobatan kombinasi lain.
    • Gagal jantung yang tidak cukup responsitf atau tidak dapat dikontrol dengan diuretik dan digitalis.

Komposisi obat

Captopril 25 mg

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa:
    • Hipertensi:
      • Dosis awal: 12,5-25 mg sebanyak 2-3 kali/hari.
    • Hipertensi ringan sampai sedang: 150 mg/hari.
    • Hipertensi berat:
      • Dosis maksimal: 450 mg/hari.
    • Gagal ginjal:
      • Dosis awal: 25 mg sebanyak 3 kali/hari.
      • Dosis lanjutan: 1,25 mg sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi 1 jam sebelum makan.

Efek samping obat

  • Ruam makulopapular.
  • Rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang (pruritus).
  • Perubahan rasa (taste alteration).
  • Retensi kalium yang ringan.
  • Jumlah neutrofil yang merupakan bagian dari sel darah putih dalam darah menurun. Tanpa cukup neutrofil, maka tubuh sulit melawan bakteri dan bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai jenis infeksi (neutropenia).
  • Sel darah putih dapat berkurang akibat infeksi dari patogen khususnya mikroorganisme (agranulositosis).
  • Gangguan saluran cerna: mual, muntah.
  • Blood urea nitrogen.
  • Serum kreatinin.
  • Sensasi kesemutan, menggelitik, menusuk-nusuk, atau pembakaran kulit seseorang tanpa efek fisik jangka panjang yang jelas (paresthesia) ringan.
  • Penyakit serum.
  • Pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme).
  • Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati).
  • Batuk.

Perhatian Khusus

  • Anak-anak.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien penderita kelainan pada pembuluh darah arteri koroner pada jantung (coronary artery disease).
  • Pasien penderita gangguan pada pembukaan katup aorta jantung, sehingga membuat aliran darah dari jantung tidak lancar (stenosis aorta).
  • Ibu menyusui.
  • Wanita hamil.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Penderita yang hipersensitif terhadap captopril.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Diuretik.
  • Sprinolakton.
  • Triamterene.
  • Amilorid.
  • Renin releasing agent.
  • Vasodilator agent.
  • Sympathomimetic agent.

Sesuai kemasan per November 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email