Farmasal tablet 100 mg obat yang digunakan untuk mengurangi risiko stroke dan serangan jantung atau angina.
Farmasal tablet 100 mg obat yang digunakan untuk mengurangi risiko stroke dan serangan jantung atau angina.
Farmasal tablet 100 mg obat yang digunakan untuk mengurangi risiko stroke dan serangan jantung atau angina.
Farmasal tablet 100 mg obat yang digunakan untuk mengurangi risiko stroke dan serangan jantung atau angina.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 10.300/strip (100 mg) per Oktober 2019
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (100 mg)
Produsen Pratapa Nirmala

Farmasal adalah obat yang digunakan untuk mengurangi risiko stroke dan serangan jantung atau angina pada pasien dengan penyakit arteri koroner kronis. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Farmasal mengandung asam asetilsalisilat sebagai zat aktifnya.

  • Mengurangi risiko trombosis koroner lebih lanjut selama fase pemulihan dari serangan jantung (re-infarction prophylaxis).
  • Menurunkan risiko morbiditas atau serangan jantung (infark miokard) pada pasien dengan riwayat angina pectoris tidak stabil.
  • Mencegah trombosis setelah aoto-corynary by pass.
  • Mengurangi risiko serangan iskemik trasien berulang dan stroke pada pasien dengan serangan stroke ringan (TIA).

Acetylsalicylic acid 100 mg

  • Dosis umum: 1 tablet (100 mg)/hari.
  • Mengurangi risiko morbiditas dan mortalitas pada pasien dengan riwayat infark miokard: 1-3 tablet (100-300 mg)/hari
  • Mengurangi risiko serangan iskemik trasien dan stroke pada pasien dengan serangan stroke ringan (TIA): 1-3 tablet (100-300 mg)/hari

Tablet harus dikonsumsi dengan air dan sebaiknya sebelum makan diikuti minum air yang banyak.

  • Nyeri lambung.
  • Sensasi terbakar.
  • Mual.
  • Perdarahan saluran pencernaan.
  • Reaksi hipersensitivitas.
  • Pasien penderita tukak lambung (ulkus lambung).
  • Pasien penderita tukak usus dua belas jari (duodenum).
  • Pasien penderita kencenderungan gangguan perdarahan patologis atau gangguan perdarahan yang lainnya.
  • Hipersensitif terhadap acetylsalicylic acid.
  • Anak-anak.
  • Remaja dengan penyakit demam.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita kerusakan hati parah.
  • Pasien dengan keadaan adanya defisiensi protrombin dalam darah (hipo-protombinemia).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dengan gangguan sirkulasi yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Pasien dengan defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase yang parah.
  • Dapat menyebabkan hemolisis atau anemia hemolitik dan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko hemolisis adalah dosis tinggi, demam, atau infeksi akut.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait