Farmadol tablet adalah obat untuk meringankan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan menurunkan demam.
Golongan obat Hijau Obat bebas: Tidak memerlukan resep dokter.
HET Rp 25.000/box per Juni 2020
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen Fahrenheit

Farmadol tablet adalah obat untuk meringankan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan menurunkan demam. Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Farmadol tablet mengandung zat aktif parasetamol yang bekerja sebagai pereda nyeri (analgetik) dan mampu menurunkan demam (antipiretik).

  • Menurunkan demam.
  • Meredakan sakit kepala.
  • Meringankan nyeri sendi dan nyeri otot.
  • Meringankan sakit gigi.
  • Meredakan nyeri.
  • Meringankan nyeri haid (dismenore).
  • Meringankan nyeri dan demam setelah vaksinasi.

Parasetamol 500 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 1 tablet sebanyak 3-4 kali/hari.

  • Anak-anak:
    • 3-5 tahun: ¼ tab sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 6-12 tahun: ½ tab sebanyak 3-4 kali/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Reaksi gangguan pada darah seperti:
    • Kondisi rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia).
    • Kondisi rendahnya jumlah trombosit di dalam tubuh (trombositopenia).
    • Kondisi ketika jumlah sel neutrofil dalam darah menurun (neutropenia).
    • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Reaksi alergi.
  • Pada penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Urin berwarna gelap.
  • Mual.
  • Sakit pada perut bagian atas.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gatal.
  • Feses berwarna gelap.
  • Kelelahan.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan.
  • Muntah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita penyakit hati yang berat.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi anafilaksis atau reaksi alergi.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien kekurangan gizi kronis.
  • Dapat menyebabkan kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Hentikan penggunaan jika selama 3 hari mengonsumsi ini demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak hilang.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita.
    Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang
    mungkin timbul pada janin.
  • Alkohol.
  • Obat penghambat pembekuan darah.
  • Kloramfenikol.
  • Aspirin.
  • Fenobarbital.
  • Salisilamid.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/farmadol?type=brief&lang=id
Diakses pada 29 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/tylenol-acetaminophen-343346#0
Diakses pada 29 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html
Diakses pada 29 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait