Farmabes Tablet 30 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Farmabes tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi angina pektoris, hipertensi, dan aritmia.

Deskripsi obat

Farmabes tablet adalah obat yang digunakan untuk nyeri dada (angina pektoris), darah tinggi (hipertensi), gangguan irama jantung (aritmia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Farmabes tablet mengandung zat aktif diltiazem hidroklorida.

Farmabes Tablet 30 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaDiltiazem hidroklorida.
Kelas terapiAntihipertensi, antiangina, dan antiaritmia.
Klasifikasi obatCalcium Channel Blocker (CCB).
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (30 mg)
ProdusenFahrenheit

Informasi zat aktif

Diltiazem hidroklorida atau golongan obat antagonis kanal kalsium adalah obat yang bekerja dengan memengaruhi pergerakan kalsium ke dalam sel-sel jantung dan pembuluh darah. Sehingga, diltiazem dapat melemaskan pembuluh darah dan meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung sekaligus mengurangi beban kerjanya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, diltiazem hidroklorida diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi di saluran pencernaan. Ketersediaan hayati: 40%.
  • Distribusi: Terdistribusi ke dalam ASI, volume distribusi: 3-13 L/kg, ikatan protein plasma: 70-80%.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme pertama oleh enzim CYP450 dan konjugasi ke N-monodesmethyldiltiazem, desacetyldiltiazem, desacetyl-N-monodesmethyldiltiazem, desacetyl-O-desmethyldiltiazem dan desacetyl-N, O-desmethydiltzem.
  • Ekskresi: Sekitar 2-4% melalui urin dalam bentuk obat tidak berubah dan feses. Waktu paruh eliminasi: sekitar 3-4,5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi nyeri dada (angina pektoris).
  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mengobati gangguan irama jantung (aritmia).

Diltiazem hidroklorida bekerja dengan memengaruhi pergerakan kalsium ke dalam sel-sel jantung dan pembuluh darah. Sehingga, diltiazem dapat melemaskan pembuluh darah dan meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung sekaligus mengurangi beban kerjanya.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Nyeri dada (angina pektoris): 100 mg/hari, jika tidak ada perubahan atau kondisi tidak membaik dosis dapat ditingkatkan hingga 200 mg/hari.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi): 100-200 mg/hari.
  • Gangguan irama jantung (aritmia): 60 mg sebanyak 3 kali/hari, pada usia lanjut dosis diberikan sebanyak 2 kali/hari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 360 mg/hari sesuai kondisi medis dan usia pasien.

Aturan pakai obat

DIkonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Cobalah beristirahat dan meminum banyak air. Jangan minum terlalu banyak alkohol dan berkonsultasi kepada apoteker atau dokter untuk merokendasikan obat mengatasi nyeri. Sakit kepala dapat hilang setelah saatu minggu mengonsumsi diltiazem.
  • Pusing dan kepala berat.
    Hentikan seluruh aktivitas dan cobalah untuk duduk atau berbaring. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Sakit perut dan gangguan saluran pencernaan.
    Cobalah untuk beristirahat, dan mengonsumsi makanan dengan porsi yang lebih sedikit dari biasanya, serta dapat menggunakan handuk hangat atau botol air yang berisi air hangat ke atas perut untuk meringankan rasa sakitnya. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.
  • Lelah dan lemas.
    Cobalah meminum banyak air dan jangan minum terlalu banyak alkhol. Segera konsultasi pada dokter jika efek samping tidak hilang setelah satu minggu.
  • Kulit kemerahan.
    Hentikan konsumsi kopi, teh, dan alkohol. Jaga temperatur ruangan agar tetap sejuk dan dapat menggunakan kipas angin. Anda juga dapat semprotkan wajah Anda dengan air dingin atau meminum air dingin. Kulit kemerahan dapat hilang dalam beberapa hari. Jika belum membaik atau semakin memburuk, segeralah konsultasikan kepada dokter Anda.
  • Kulit terasa panas.
    Dapat menggunakan kain yang dingin pada kulit, mandi dengan air dingin dan jika Anda memiliki kulit gatal, gunakan pelembab yang tidak beraroma secara teratur.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Cobalah makan lebih banyak makanan berserat tinggi seperti buah segar, sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga secara teratur, misalnya dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.
  • Penyumbatan atrioventricular (atrioventricular block).
  • Peningkatan serum alkaline phosphatase (ALP), glutamic oxaloacetic transaminase (GOT), dan glutamic pyruvic transaminase (GPT) di hati.
  • Detak jantung yang lebih lambat dari biasanya (bradikardi).

Perhatian Khusus

  • Kurangi dosis pada pasien yang memiliki gangguan fungsi hati, ginjal, gagal jantung, detak jantung yang lambat (bradikardi berat), penyumbatan atrioventricular (atrioventricular block) derajat satu.
  • Gejala tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan farmabes tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki penyakit ginjal dan hati.
  • Pasien yang memiliki gangguan hati atau masalah pada detak jantung.
  • Pasien yang memiliki penyakit kelainan darah (porfiria).
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Wanita hamil atau wanita yang berencana untuk hamil.
  • Ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Amiodaron, digoksin, dan klonidin.
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko jantung berdetak lebih lambat (bradikaradi), dan penyumbatan atrioventricular (atrioventricular block).
  • Siklosporin, fenitoin, karbamazepin, silostazol, benzodiazepin (midazolam dan triazolam), buspiron, quinidin, kortikosteroid (metilprednisolon), litium, dan teofilin.
    Penggunaan bersama diltiazem kadar konsentrasi serum siklosporin, fenitoin, karbamazepin, silostazol, benzodiazepin (midazolam dan triazolam), buspiron, quinidin, kortikosteroid (metilprednisolon), litium, dan teofilin.
  • Obat inhibitior CYP3A4 (simetidin).
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan konsentrasi plasma.
  • Obat penginduksi CYP3A4 (rifampisin).
    Penggunaan bersama diltiazem menurunkan konsentrasi plasma.
  • Obat antiplatelet.
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan efek obat antiplatelet.
  • Atorvastatin, fluvastatin, simvastatin.
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko miopati dan rhabdomiolisis.
  • Obat beta blocker.
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko bradikardi dan tanda dari gagal jantung.
  • Ivabradin.
    Penggunaan bersama diltiazem meningkatkan risiko jantung berdetak lebih lambat (bradikaradi).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda segera, jika Anda mengalami efek samping yang serius seperti:

  • Masalah jantung seperti detak lebih lambat dari detak jantung normal
    nyeri dada yang memburuk.
  • Masalah hati seperti menguningnya kulit atau bagian putih mata Anda
    urin berwarna gelap.
  • Sakit perut bagian atas.
  • Masalah kulit seperti bengkak pada wajah atau lidah.
  • Ruam merah atau ungu yang menyebar di kulit Anda

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/diltiazem-hidroklorida
Diakses pada 27 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diltiazem
Diakses pada 27 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/diltiazem/
Diakses pada 27 Juli 2020

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/diltiazem-oral-route/side-effects/drg-20071775?p=1
Diakses pada 27 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email