Farizol merupakan antibiotik untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Farizol merupakan antibiotik untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Farizol merupakan antibiotik untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Farizol merupakan antibiotik untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Ifars Pharmaceutical Laboratories

Farizol merupakan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri dan parasit. Obat ini juga bisa untuk mengobati wanita dengan infeksi pada vagina. Obat ini merupakan golongan obat keras dan harus menggunakan resep dokter. Farizol memiliki kandungan metronidazole benzoate sebagai zat aktifnya.

  • Peradangan vagina yang menyebabkan pembengkakan, gatal, perih, atau infeksi pada vagina (vaginitis).
  • Peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada uretra (urethritis) yang disebabkan Trichomonas vaginalis.
  • Pengobatan amebiasis intestinal dan amebiasis liver.
  • Pencegahan infeksi bakteri anaerob pascaoperasi.
  • Gangguan pencernaan akibat infeksi parasit pada usus halus (giardiasis) yang disebabkan oleh Giardia Lamblia.

Tiap 5 ml: metronidazole benzoate 201 mg setara dengan metronidazole 125 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa:
    • Intestinal amoebiasis : 750 mg sebanyak 3 kali/hari selama 5-10 hari
    • Hepatic amoebiasis : 750 mg sebanyak 3 kali/hari selama 5 -10 hari
    • Trichomomiasis :
      • Dosis tunggal : 2 g/hari.
      • Dosis terbagi : 500 mg sebanyak 2 kali/hari atau 250 mg sebanyak 3 kali/hari selama 7 hari berturut-turut.
    • Giardiasis : 250mg-500mg sebanyak 3 kali/hari selama 5-7 hari atau 2 g/hari sebagai dosis tunggal selama 3 hari.
    • Infeksi bakteri anaerobic : 7,5mg/kg BB setiap 6 jam
      untuk dewasa dengan berat badan 70 kg : 4 g /hari selama 7-10 hari.

  • Anak-anak:
    • Amobiasis: 35-50mg/kg/24 jam terbagi dalam 3 dosis selama 10 hari.
    • Trichomomiasis: 15mg/kg BB sebanyak 3 kali/hari selama 7-10 hari.
    • Giardiasis : 5 mg/kg BB sebanyak 3 kali/hari selama 5-7 hari.

Dikonsumsi 1 jam sebelum makan.

  • Timbul rasa mual.
  • Gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan (Anoreksia).
  • Nyeri ulu hati (epigastrum).
  • Rasa tidak enak dimulut.
  • Muntah.
  • Gangguan pada saluran cerna.
  • Biduran (urtikaria).
  • Kemerahan pada kulit.
  • Reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian (anafilaksis).
  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan gerakan tubuh yang disebabkan masalah pada otak (ataksia).
  • Urin berwarna gelap.
  • Nilai sel darah putih yang rendah (leukopeni) ringan.
  • Penderita yang hiperensitivitas terhadap komponen produk.
  • Wanita yang hamil pada trimester pertama.
  • Pasien penderita penyakit susunan saraf pusat.
  • Jangan dikonsumsi bersamaan dengan alkohol.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Anak-anak.

Sesuai kemasan per November 2019

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait