Farizol Suspensi 60 ml

Farizol merupakan antibiotik untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Deskripsi obat

Farizol suspensi adalah obat untuk mengobati infeksi bakteri dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri dan parasit seperti infeksi pada vagina (vaginitis) dan peradangan pada uretra (urethritis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter,
Farizol Suspensi 60 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaMetronidazol.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatNitroimidazoles.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenIfars Pharmaceutical Laboratories

Informasi zat aktif

Metronidazol bekerja dengan berinteraksi dengan DNA mikroba untuk memutuskan untai dan struktur heliksnya yang menyebabkan penghambatan sintesis protein, degradasi, dan kematian sel. Obat metronidazol bekerja dengan membunuh bakteri atau organisme lain yang menyebabkan infeksi dan dapat meredakan infeksi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metronidazol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi secara cepat dan hampir seluruhnya dari saluran pencernaan, terdapatnya makanan dapat menunda proses absorpsi. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) adalah 1-2 jam.
  • Distribusi: Didistribusi secara luas ke sebagian besar jaringan dan cairan tubuh, melintasi sawar darah-otak, mudah melintasi plasenta dan memasuki ASI dalam konsentrasi yang sama dengan konsentrasi serum bersamaan. Ikatan protein plasma adalah kurang dari 20%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui hidroksilasi, oksidasi samping, dan glukuronidasi menjadi metabolit hidroksil aktif dan beberapa metabolit.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urin sebanyak 60-80% dalam bentuk obat tidak berubah dan metabolit sekitar 20% dari total sebagai obat tidak berubah) dan melalu feses sekitar 6-15%. Waktu paruh eliminasi sekitar 8 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi berbagai infeksi seperti:

  • Peradangan vagina yang menyebabkan pembengkakan, gatal, perih, atau infeksi pada vagina (vaginitis).
  • Infeksi bakteri Helicobacter pylori terkait dengan penyakit ulkus peptikum.
  • Infeksi gusi yang sangat nyeri (gingivitis ulseratif akut).
  • Peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada uretra (urethritis) yang disebabkan Trichomonas vaginalis.Penyakit arteri, vena, kapiler dan pembuluh darah limfe yang menyebabkan kelainan pada kulit (ulkus tungkai) dan luka akibat tekanan pada kulit (luka tekanan)
  • Infeksi pada usus besar (amebasis).
  • Pencegahan infeksi bakteri anaerob pasca operasi.
  • Gangguan pencernaan akibat infeksi parasit pada usus halus (giardiasis) yang disebabkan oleh Giardia Lamblia.

Metronidazol termasuk dalam kelas obat yang disebut antimikroba nitroimidazol. Antimikroba adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi. Antimikroba nitroimidazol mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan organisme lain yang disebut protozoa. Obat metronidazol bekerja dengan membunuh bakteri atau organisme lain yang menyebabkan infeksi dan dapat meredakan infeksi.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: metronidazol benzoat 201 mg setara dengan metronidazol 125 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Intestinal amoebiasis: 750 mg sebanyak 3 kali/hari selama 5-10 hari
  • Hepatic amoebiasis: 750 mg sebanyak 3 kali/hari selama 5 -10 hari
  • Trichomomiasis:
    • Dosis tunggal: 2 g/hari.
    • Dosis terbagi: 500 mg sebanyak 2 kali/hari atau 250 mg sebanyak 3 kali/hari selama 7 hari berturut-turut.
  • Giardiasis: 250mg-500mg sebanyak 3 kali/hari selama 5-7 hari atau 2 g/hari sebagai dosis tunggal selama 3 hari.
  • Infeksi bakteri anaerobik: 7,5mg/kg BB setiap 6 jam. 
    untuk dewasa dengan berat badan 70 kg : 4 g /hari selama 7-10 hari.

Anak-anak:

  • Amobiasis: 35-50mg/kg/24 jam terbagi dalam 3 dosis selama 10 hari.
  • Trichomomiasis: 15mg/kg BB sebanyak 3 kali/hari selama 7-10 hari.
  • Giardiasis: 5 mg/kg BB sebanyak 3 kali/hari selama 5-7 hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi 1 jam sebelum makan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah hingga kondisi Anda lebih baik lagi, jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin jika Anda mengalami sakit kepala. Hindari mengonsumsi alkohol, karena akan memperburuk keadaan.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti sayuran dan buah segar serta konsumsi cairan yang cukup.
  • Kehilangan nafsu makan.
    Kurang nafsu makan ini akan segera berlalu, untuk sementara itu pilihlah makanan yang biasa Anda nikmati.
  • Muntah atau diare.
    Cobalah minum banyak cairan seperti air dan buah labu untuk menghindari dehidrasi, minumlah secara perlahan, dan sesering mungkin. Tanda-tanda dehidrasi terdiri dari buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau tajam. Jika diare dan muntah berlanjut selama lebih dari 24 jam, segera hubungi dokter untuk berkonsultasi masalah Anda. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berkonsultasi kepada apoteker atau dokter.
  • Rasa logam pada mulut atau lidah berambut.
    Cobalah minum banyak air dan mengonsumsi makanan yang Anda sukai. Jika lidah Anda sangat berambut, dapat menjadi tanda sariawan. Segera hubungi dokter untuk berkonsultasi.
  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari mengonsumsi makanan yang berat atau pedas dan cobalah mengonsumsi metronidazol setelah makan.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit susunan saraf pusat.
  • Jangan dikonsumsi bersamaan dengan alkohol.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Anak-anak.
  • Penuaan dini selama bayi atau pada remaja (sindrom cockayne).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan gangguan hati dan gangguan ginjal berat atau gagal ginjal stadium akhir (ESRD).
  • Pasien dengan atau riwayat kelainan pada darah (diskrasia darah) seperti kegagalan sumsum tulang dalam membentuk granulosit (agranulositosis), rendahnya jumlah sel darah putih (leukopenia), rendahnya jumlah neutrofil (neutropenia).
  • Pasien dengan atau riwayat gangguan kejang.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Penderita yang memiliki alergi terhadap metronidazol.
  • Wanita hamil selama trimester pertama dalam pengobatan penyakit menular seksual (trikomoniasis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap metronidazol dan nitroimidazol lain.
  • Pasien yang menggunakan disulfiram secara bersama dalam 14 hari terakhir.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Dronabinol.
    Penggunaan bersama metronidazol meningkatkan keracunan pada dronabinol. Hentikan penggunaan metronidazol setidaknya selama 14 hari sebelum mengonsumsi larutan dronabiol dan jangan mengonsumsi metronidazol dalam 7 hari saat menyelesaikan pengobatan dengan larutan dronabinol.
  • Flibanserin.
    Metronidazol dapat meningkatkan kadar atau efek dari flibanserin sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya efek samping.
  • Lomitapid.
    Penggunaan bersama metronidazol meningkatkan kadar dari lomitapid sehingga dapat menyebabkan terjadinya efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Kesulitan berbicara.
  • Kejang.
  • Jika Anda mengalami mati rasa, kesemutan atau sensasi rasa terbakar pada tangan atau kaki.
  • Demam, kekakuan pada leher, dan peningkatan kepekaan terhadap cahaya.
  • Gangguan penglihatan dan sakit pada bagian belakang mata.

Sesuai kemasan per November 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metronidazole
Diakses pada 2 Oktober 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/flagyl-metronidazole-342566#3
Diakses pada 2 Oktober 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/metronidazole/
Diakses pada 2 Oktober 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a689011.html
Diakses pada 2 Oktober 2020

Patient. https://patient.info/medicine/metronidazole-for-infection-flagyl
Diakses pada 2 Oktober 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/metronidazole-oral-tablet#about
Diakses pada 2 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email