Fargoxin tablet 0,25 mg

20 Jan 2020| Maria Yuniar
Fargoxin tablet 0,25 mg adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gagal jantung dan aritmia.

Deskripsi obat

Fargoxin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gagal jantung dan aritmia. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Fargoxin mengandung zat aktif digoxin.

Fargoxin tablet 0,25 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 42.550/box (0,25 mg) per November 2019
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (0,25 mg)
ProdusenPratapa Nirmala

Indikasi (manfaat) obat

Pengobatan gagal jantung dan gangguan irama jantung (aritmia).

Komposisi obat

Digoxin 0,25 mg

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis umum dewasa:
    • Digitalisasi:
      • Total 0,75 -1,25 mg dibagi menjadi dua atau lebih dosis, masing-masing diberikan setiap 6-8 jam.
      • Slow: 125-500 mcg (0,125-0,5 mg sebanyak 1 kali/hari selama 7 hari)
    • Terapi pemeliharaan: (0,125-0,5) mg sebanyak 1 kali/hari
  • Dosis umum pediatrik
    • Digitalisasi: Total jumlah berikut dibagi menjadi dua atau lebih dosis, masing-masing diberikan setiap 6-8 jam
      • Bayi prematur dan bayi baru lahir hingga usia 1 bulan: (0,02-0,035) mg/kg berat badan.
      • Bayi 1 bulan sampai 2 tahun: (0,035-0,06) mg/kg berat badan
      • Anak-anak 2-5 tahun: (0,03-0,04) mg/kg berat badan
      • Anak-anak 5-10 tahun: (0,02- 0,035) mg/kg berat badan
      • Anak-anak 10 tahun ke atas: lihat dosis umum dewasa, secara oral 0,01-0,02 mg/kg berat badan yang memadai (6 jam) hingga kompensasi dicapai (2-4 kali dosis umumnya cukup)
  • Terapi pemeliharaan: seperlima hingga sepertiga dari dosis digitalizing diberikan 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Diberikan setiap enam sampai delapan jam setiap hari

Efek samping obat

  • Gangguan sistem saraf pusat dan gastrointestinal (anoreksia, mual, muntah); dalam kasus yang jarang (terutama pada pasien usia lanjut yang memiliki arterioskierosis) kebingungan, disorientasi, aphasia, dan gangguan visual termasuk chromatopsia
  • Gangguan denyut jantung, konduksi dan ritme; pada ECG, penurunan segmen S-T dengan inversi preterminal gelombang T, reaksi alergi kulit (pruritus, urtikaria, dan ruam makular).
  • Diare, lemah, apatis, kelelahan gangguan penglihatan, depresi, malaise, psikosis telah dilaporkan sebagai efek samping SSP, toksisitas digoxin pada jantung dapat menyebabkan berbagai aritmia dan gangguan konduksi.

Perhatian Khusus

  • Pasien blok jantung.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien dengan penyakit pernafasan parah.
  • Pasien dengan sindrom malabsorbsi atau rekosntruksi gasrto-intestinal.
  • Pasien gangguan tidoid dan hipermetabolik states.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan ventricular takikardia.
  • Pasien dengan kondisi gangguan irama jantung.
  • Jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba (sinus arrest).
  • Jantung berdetak lebih lambat dari kondisi normal (bradikardia sinus) yang berlebihan.
  • Pasien hipersensitif terhadap digoxin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Tiazid
  • Prednisone
  • Magnesium trisilikat
  • Chlolestyramine
  • Colestipol
  • Neomycin

Sesuai kemasan per November 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email