no-image-drug
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet
Produsen Roche Indonesia
Fansidar tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati malaria yang disebarkan melalui gigitan nyamuk. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Fansidar mengandung zat aktif sulfadoksin dan pirimetamin.
  • Bermanfaat sebagai terapi pada pengobatan dan pencegahan penyakit malaria yang disebarkan melalui gigitan nyamuk.

Pirimetamin bekerja menghambat reduksi asam dihidrofolik menjadi asam tetrahidrofolat (asam folinat), sementara sulfadoksin merupakan analog struktural asam p-aminobenzoat (PABA) yang bekerja secara kompetitif menghambat sintesis asam dihidrofolat yang penting untuk konversi PABA menjadi asam folat sehingga sulfadoksin dan pirimetamin menghasilkan aksi sinergis melawan plasmodium yaitu parasit yang disebarkan melalui nyamuk dan menyebabkan penyakit malaria.

  • Sulfadoksin 500 mg.
  • Pirimetamin 25 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 2-3 tablet dalam bentuk dosis tunggal. Jangan ulangi pemberian obat selama 7 hari.

Anak-anak:

  • 2 tahun ke bawah dengan berat badan 5-10 kg: ½ tablet dalam dosis tunggal.
  • 2-5 tahun dengan berat badan 10-20 kg: 1 tablet dalam dosis tunggal.
  • 5-10 tahun dengan berat badan 20-30 kg: 1½ tablet dalam dosis tunggal.
  • 10-14 tahun dengan berat badan 30-45 kg: 2 tablet dalam dosis tunggal. Jangan ulangi pemberian obat selama 7 hari.
Dikonsumsi bersama makanan, minum banyak air, dan tablet harus ditelan secara utuh.
  • Sindrom Stevens-Johnson.
    Sindrom Stevens-Johnson merupakan efek samping langka dari yang ditandai dengan gejala seperti flu, diikuti oleh ruam merah atau ungu yang menyebar, dan membentuk lepuh.
  • Biduran (urtikaria).
  • Kepekaan berlebihan terhadap cahaya (fotosensitisasi).
  • Nyeri sendi (artralgia).
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Gatal diseluruh atau sebagian tubuh (pruritus).
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Pusing hingga sekeliling terasa berputar (vertigo).
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki gangguan ginjal atau hati berat.
  • Pasien yang memiliki kelainan darah (diskrasia darah).
  • Pasien dengan kondisi kekurangan sel darah merah akibat kekurangan folat di dalam tubuh (anemia megaloblastik).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Bayi usia 2 bulan ke bawah.
  • Pasien yang memilliki gangguan ginjal atau hati.
  • Pasien dengan kekurangan folat di dalam tubuh.
  • Pasien yang memiliki penyakit asma bronkial.
  • Pasien kekurangan enzim G6PD yang menyebabkan kehancuran pada sel-sel darah merah.
  • Wanita hamil.
  • Minumlah banyak air untuk mencegah terbentuknya kristal pada urin (kristaluria).
  • Hindari paparan sinar matahari berlebihan.
  • Hentikan penggunaan obat jika muncul ruam pada kulit.
  • Zidovudin dan klozapin.
    Penggunaan bersama sulfadoksin dan pirimetamin meningkatkan risiko terjadinya penurunan sel darah (mielosupresi).
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama sulfadoksin dan pirimetamin dengan warfarin meningkatkan efek dari warfarin.
  • Halofantrin dan klorpromazin.
    Penggunaan bersama sulfadoksin dan pirimetamin meningkatkan kadar halofantrin dan klorpromazin di dalam tubuh.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sulfadoxine%20+%20pyrimethamine
Diakses pada 10 Agustus 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/fansidar-drug.htm#side_effects
Diakses pada 10 Agustus 2020

medicinenet. https://www.medicinenet.com/sulfadoxine_with_pyrimethamine-oral/article.htm#MissedDose
Diakses pada 10 Agustus 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait