Fansidar Tablet

06 Jan 2021| Dea Febriyani
Fansidar tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati malaria.

Deskripsi obat

Fansidar tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati malaria yang disebarkan melalui gigitan nyamuk. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Fansidar mengandung zat aktif sulfadoksin dan pirimetamin.

Fansidar Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSulfadoksin dan pirimetamin.
Kelas terapiAntimalaria.
Klasifikasi obatKlorokuin.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet
ProdusenRoche Indonesia

Informasi zat aktif

Pirimetamin merupakan antagonis asam folat yang bekerja menghambat reduksi asam dihidrofolik menjadi asam tetrahidrofolat (asam folinat), sementara sulfadoksin merupakan analog struktural asam p-aminobenzoat (PABA) yang bekerja secara kompetitif menghambat sintesis asam dihidrofolat yang penting untuk konversi PABA menjadi asam folat. Kombinasi sulfadoksin dan pirimetamin menghasilkan aksi sinergis melawan plasmodium yaitu parasit yang disebarkan melalui nyamuk dan menyebabkan penyakit malaria. Sulfadoksin dan pirimetamin memiliki waktu paruh yang lama yang memungkinkan pemberian dosis tunggal. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, pirimetamin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Puncak konsentrasi plasma adalah 4 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi sulfadoksin adalah 0,14 L/kg dan pirimetamin adalah 2,3 L/kg. Ikatan protein adalah 90% dan obat terdistribusi melewati plasenta dan masuk ke dalam ASI.
  • Metabolisme: Metabolisme sulfadoksin sebanyak 5% muncul dalam darah sebagai metabolit asetat dan 2-3% sebagai glukuronida. Pirimetamin diubah menjadi beberapa metabolit.
  • Ekskresi: Waktu paruh eliminasi pirimetamin adalah 100 jam dan waktu paruh eliminasi sulfadoksin adalah 200 jam. Diekskresi terutama melalui ginjal.

Indikasi (manfaat) obat

  • Bermanfaat sebagai terapi pada pengobatan dan pencegahan penyakit malaria yang disebarkan melalui gigitan nyamuk.

Pirimetamin bekerja menghambat reduksi asam dihidrofolik menjadi asam tetrahidrofolat (asam folinat), sementara sulfadoksin merupakan analog struktural asam p-aminobenzoat (PABA) yang bekerja secara kompetitif menghambat sintesis asam dihidrofolat yang penting untuk konversi PABA menjadi asam folat sehingga sulfadoksin dan pirimetamin menghasilkan aksi sinergis melawan plasmodium yaitu parasit yang disebarkan melalui nyamuk dan menyebabkan penyakit malaria.

Komposisi obat

  • Sulfadoksin 500 mg.
  • Pirimetamin 25 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 2-3 tablet dalam bentuk dosis tunggal. Jangan ulangi pemberian obat selama 7 hari.

Anak-anak:

  • 2 tahun ke bawah dengan berat badan 5-10 kg: ½ tablet dalam dosis tunggal.
  • 2-5 tahun dengan berat badan 10-20 kg: 1 tablet dalam dosis tunggal.
  • 5-10 tahun dengan berat badan 20-30 kg: 1½ tablet dalam dosis tunggal.
  • 10-14 tahun dengan berat badan 30-45 kg: 2 tablet dalam dosis tunggal. Jangan ulangi pemberian obat selama 7 hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makanan, minum banyak air, dan tablet harus ditelan secara utuh.

Efek samping obat

  • Sindrom Stevens-Johnson.
    Sindrom Stevens-Johnson merupakan efek samping langka dari yang ditandai dengan gejala seperti flu, diikuti oleh ruam merah atau ungu yang menyebar, dan membentuk lepuh.
  • Biduran (urtikaria).
  • Kepekaan berlebihan terhadap cahaya (fotosensitisasi).
  • Nyeri sendi (artralgia).
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Gatal diseluruh atau sebagian tubuh (pruritus).
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Pusing hingga sekeliling terasa berputar (vertigo).
  • Kesulitan tidur (insomnia).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memilliki gangguan ginjal atau hati.
  • Pasien dengan kekurangan folat di dalam tubuh.
  • Pasien yang memiliki penyakit asma bronkial.
  • Pasien kekurangan enzim G6PD yang menyebabkan kehancuran pada sel-sel darah merah.
  • Wanita hamil.
  • Minumlah banyak air untuk mencegah terbentuknya kristal pada urin (kristaluria).
  • Hindari paparan sinar matahari berlebihan.
  • Hentikan penggunaan obat jika muncul ruam pada kulit.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan fansidar tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki gangguan ginjal atau hati berat.
  • Pasien yang memiliki kelainan darah (diskrasia darah).
  • Pasien dengan kondisi kekurangan sel darah merah akibat kekurangan folat di dalam tubuh (anemia megaloblastik).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Bayi usia 2 bulan ke bawah.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Zidovudin dan klozapin.
    Penggunaan bersama sulfadoksin dan pirimetamin meningkatkan risiko terjadinya penurunan sel darah (mielosupresi).
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama sulfadoksin dan pirimetamin dengan warfarin meningkatkan efek dari warfarin.
  • Halofantrin dan klorpromazin.
    Penggunaan bersama sulfadoksin dan pirimetamin meningkatkan kadar halofantrin dan klorpromazin di dalam tubuh.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda-tanda defisiensi folat seperti kelelahan yang tidak biasa, perubahan suasana hati, merasa mual, sariawan, ketidaknyamanan perut, dan kehilangan nafsu makan.
  • Batuk baru atau memburuk, demam, dan kesulitan bernapas.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Sakit tenggorokan dan bengkak di lidah Anda.
  • Kulit pucat, mudah memar, dan bintik-bintik ungu di bawah kulit.
  • Gejala demam, pilek atau flu.
  • Ruam pada kulit.
  • Terdapat darah dalam urin Anda.
  • Reaksi kulit yang parah seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah Anda, rasa terbakar di mata Anda, nyeri kulit, diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas) dan menyebabkan lepuh dan pengelupasan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sulfadoxine%20+%20pyrimethamine
Diakses pada 10 Agustus 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/fansidar-drug.htm#side_effects
Diakses pada 10 Agustus 2020

medicinenet. https://www.medicinenet.com/sulfadoxine_with_pyrimethamine-oral/article.htm#MissedDose
Diakses pada 10 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Penyakit Terkait