Famvir Tablet

26 Sep 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 2 strip @ 7 tablet (125 mg; 250 mg; 500 mg)
Produsen
Novartis Indonesia
Famvir tablet adalah obat untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh jenis virus tertentu seperti penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster (herper zoster), penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (herpes genital), dan infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (herpes simpleks). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Famvir tablet mengandung zat aktif famsiklovir.

Mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus herpes seperti pada:

  • Infeksi yang disebabkan oleh virus simpleks yang terjadi pada daerah mulut (herpes labialis).
  • Penyakit infeksi menular seksual yang terjadi pada pria dan wanita yang disebabkan infeksi virus herpes simpleks (herpes genital).
  • Infeksi yang disebbakan oleh virus varicella-zoster yang terjadi pada saraf dan kulit (herpes zoster).
  • Infeksi herpes simpleks pada kulit dan selaput lendir (mulut dan anus) yang kembali dialami pada pasien penderita infeksi human immunodeficiency virus (HIV).

Famsiklovir adalah obat yang berada dalam kelas obat yang disebut antivirus. Obat ini bekerja dengan menghentikan penyebaran virus herpes di dalam tubuh. Famsiklovir tidak menyembuhkan infeksi herpes dan mungkin tidak menghentikan penyebaran virus herpes ke orang lain. Famsiklovir dapat mengurangi gejala nyeri, terbakar, kesemutan, nyeri tekan, dan gatal, membantu menyembuhkan luka, dan mencegah terbentuknya luka baru.
Antivirus bekerja dengan membuat virus menjadi kurang aktif dalam tubuh. Famsiklovir bekerja dengan melawan virus herpes simpleks 1 dan 2 (HSV-1 dan HSV-2) yaitu virus ini menyebabkan herpes mulut atau kelamin. Faamsiklovir juga bekerja melawan herpes zoster, virus yang menyebabkan herpes zoster.

  • Famvir tablet 125 mg: famsiklovir 125 mg.
  • Famvir tablet 250 mg: famsiklovir 250 mg.
  • Famvir tablet 500 mg: famsiklovir 500 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Herpes zoster: 500 mg/hari, dikonsumsi selama 7 hari.
  • Herpes genital episode 1: 250 mg sebanyak 3 kalu/hari, dikonsumsi selama 5 hari.
  • Pengobatan akut untuk episode herpes genital yang berulang: 125 mg sebanyak 2 kali/hari, dikonsumsi selama 5 hari atau 1 g sebanyak 2 kali/hari, dikonsumsi selama 1 hari.
  • Pasien immunocompromised: 500 mg sebanyak 2 kali/hari, dikonsumsi selama 7 hari.
  • Pengobatan akut untuk herpes mukokutan berulang pada pasien yang terinfeksi HIV: 500 mg sebanyak 2 kali, dikonsumsi selama 7 hari.
  • Herpes labialis berulang: 1,5 g dikonsumsi dalam dosis tunggal.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala masih berlanjut, konsultasikan dengan dokter Anda
  • Mual, muntah, diare, dan sakit perut.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari makanan berlemak atau pedas. Konsumsi cairan yang cukup untuk menghindari terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan.
  • Ruam gatal.
    Jika ini menjadi masalah, bicarakan dengan dokter Anda
  • Pusing.
    Beristirahatlah hingga Anda merasa lebih baik, jka merasa pusing jangan mengemudi kendaraan dan jangan gunakan alat atau mesin. Hindari mengonsumsi alkohol, karena akan memperburuk kondisi Anda.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat seperti sayuram, buah segar, dan sereal.
  • Demam.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
Pasien yang mengonsumsi obat famsiklovir dan pensiklovir.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak 18 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh seperti infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV), atau sindrom imunodefisiensi didapat (AIDS).
  • Pasien dengan kondisi bawaan dimana tubuh tidak dapat mentolerir laktosa (intoleransi galaktosa atau malabsorpsi glukosa-galaktosa).
  • Probenesid.
    Penurunan pengeluaran obat (ekskresi) ginjal menyebabkan peningkatan konsentrasi plasma pada famsiklovir jika dikonsumsi dengan probenesid sehingga menimbulkan risiko terjadinya efek samping.
  • Reloxifen.
    Raloxifen dapat mengurangi pembentukan pensiklovir, metabolit aktif dari famsiklovir sehingga efek famsiklovir akan berkurang.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/famciclovir?mtype=generic
Diakses pada 7 Spetember 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/famciclovir-oral-tablet#other-warnings
Diakses pada 7 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4085/famvir-oral/details
Diakses pada 7 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/famvir.html
Diakses pada 7 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/famciclovir-for-viral-infections
Diakses pada 7 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Cara Membedakan Bercak Putih di Mata Akibat Ulkus Kornea dan Katarak

Ulkus kornea dan katarak sama-sama memunculkan luka berupa bercak bintik putih yang ada di mata. Lantas, apa beda kedua masalah mata ini?
08 May 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Cara Membedakan Bercak Putih di Mata Akibat Ulkus Kornea dan Katarak

11 Penyebab Munculnya Benjolan di Ketiak yang Mungkin Pernah Anda Alami

Ketiak adalah salah satu bagian tubuh yang jarang diperhatikan, namun memiliki banyak masalah kesehatan. Salah satunya adalah benjolan. Penyebab benjolan di ketiak yaitu infeksi bakteri atau virus, limfoma, hingga pertumbuhan sel kanker.
03 Sep 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
11 Penyebab Munculnya Benjolan di Ketiak yang Mungkin Pernah Anda Alami

OTG adalah Orang Tanpa Gejala yang Bisa Sebarkan Virus Corona

Meskipun sehat, bisa jadi Anda telah terinfeksi virus corona. Anda bisa jadi tidak menyadari bahwa Anda sudah masuk dalam kelompok OTG dan tanpa sadar menyebarkan virus kepada yang lain. Jadi, apa yang harus kita lakukan?
07 Apr 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
OTG adalah Orang Tanpa Gejala yang Bisa Sebarkan Virus Corona