Famotidine dapat mengatasi masalah lambung dan tenggorokan
Penyakit maag disebabkan adanya jumlah asam lambung berlebih.

Corocyd, Denufam, Famocid, Pratifar, Renapepsa, Antidin, Facid, Famotidine Indo Farma, Gaster, Gestofam, Lexmodine, Nulcefam, Pompaton, Promocid, Regastin, Tismafam, Ulcerid, Ulmo

Famotidine merupakan obat yang digunakan untuk mengobati sakit maag, tukak lambung dan usus dan mencegah kembalinya tukak setelah sembuh. Obat ini juga mengobati masalah lambung dan tenggorokan seperti penyakit refluks gastroesofageal dan esofagitis erosiva. Famotidin bekerja dengan menurunkan jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung sehingga dapat meredakan gejala nyeri ulu hati serta keluhan sulit menelan.

Famotidine (Famotidin)
Golongan

Antasida, agen antirefluks dan antitukak (Antagonis reseptor H2)

Kategori obat

Obat resep dan obat bebas

Bentuk sediaan obat

Tablet dan Injeksi (bubuk)

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Selama menyusui, famotidin tidak menyebabkan efek samping terhadap bayi yang mendapatkan ASI, sehingga penggunaannya tidak memerlukan perhatian khusus. Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter Anda sebelum penggunaannya.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Intravena
Pada tukak lambung dan duodenum ringan, penyakit refluks Gastro-esophageal

  • Dewasa: 20 mg setiap 12 jam, bila diinjeksi diberikan paling tidak selama 2 menit atau bila di infus diberikan paling tidak selama 15–30 menit.
  • Anak: 1–16 tahun 0,25 mg/kgBB setiap 12 jam, bila di injeksi diberikan paling tidak selama 2 menit atau bila di infus diberikan selama paling tidak 15 menit. Dosis maks: 40 mg/hari.

Oral
Tukak lambung dan duodenum ringan

  • Dewasa: 40 mg setiap hari sebelum tidur selama 4-8 ??minggu atau 20 mg dua kali sehari. Dosis pemeliharaan: 20 mg sebelum tidur untuk mencegah kambuhnya ulkus duodenum.
  • Anak: 1–16 thn. Dosis permulaan, 0,5 mg/kgBB/hari, diberikan sekali sebelum tidur atau dibagi dalam 2 dosis. Dosis maks: 40 mg/hari.

Heartburn

  • Dewasa: 10 mg/hari atau dua kali sehari.

Sindrom Zollinger-Ellison

  • Dewasa: Dosis permulaan, 20 mg setiap 6 jam, hingga 800 mg/hari jika diperlukan

Penyakit refluks gastro-oesophageal

  • Dewasa: 20 mg dua kali sehari selama 6–12 minggu atau hingga 40 mg dua kali sehari jika ada ulserasi esofagus. Dosis pemeliharaan: 20 mg dua kali sehari untuk mencegah kekambuhan.
  • Anak: <3 bln 0,5 mg/kgBB/hari, 3 bln hingga 1 thn 0,5 mg/kgBB dua kali sehari, >1–16 tahun 0,5 mg/kgBB dua kali sehari sampai dosis maksimal 40 mg dua kali sehari.

Ikuti saran dan resep dokter terlebih dahulu.

  • Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan, yang biasanya dikonsumsi malam sebelum tidur. 
  • Minum obat ini secara teratur agar mendapatkan hasil yang maksimal.
  • Dilarang meningkatkan dosis tanpa saran dokter Anda.
  • Dilarang mengonsumsi lebih dari 2 tablet/hari.

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi bila terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Efek samping mungkin terjadi akibat penggunaan famotidin antara lain:

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

  • Peningkatan risiko pneumonia.
  • Kemungkinan terjadinya keganasan harus disingkirkan karena penggunaan famotidin dapat menutupi gejala yang disebabkan karena keganasan lambung sehingga menyebabkan penegakkan diagnosis tertunda.
  • Gangguan ginjal.
  • Kehamilan dan menyusui.

Menggunakan famotidin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan terjadinya interaksi, seperti:

  • Penggunaan antasida bersamaan dengan famotidin agak menurunkan kadar famotidin dalam darah.
  • Dapat menurunkan konsentrasi serum ketokonazole dan itrakonazole.

Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum penggunaannya, dokter mungkin akan mengurangi dosis, atau bila perlu mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/famotidin
Diakses pada 5 November 2018.

Hughes H. Kahl LK. The Harriet Lane Handbook 21st ed. Elsevier. 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/famotidine-oral-route/side-effects/drg-20072972
Diakses pada 5 November 2018. 

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/famotidine/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 5 November 2018.

National Library of Medicine (US). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501267/#!po=3.84615
diakses pada 5 November 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5035-2033/famotidine-oral/famotidine-oral/details
diakses pada 5 November 2018.

Artikel Terkait