Extralac sirup 120 ml adalah obat untuk mengatasi konstipasi dan penunjang terapi pada portal systemic encephalopaty.
Extralac sirup 120 ml adalah obat untuk mengatasi konstipasi dan penunjang terapi pada portal systemic encephalopaty.
Extralac sirup 120 ml adalah obat untuk mengatasi konstipasi dan penunjang terapi pada portal systemic encephalopaty.
Extralac sirup 120 ml adalah obat untuk mengatasi konstipasi dan penunjang terapi pada portal systemic encephalopaty.
Golongan obat Hijau Obat bebas: Tidak memerlukan resep dokter.
Kemasan 1 botol @ 120 ml
Produsen Kimia Farma

Extralac adalah obat untuk mengatasi konstipasi dan penunjang terapi pada portal systemic encephalopaty. Obat ini merupakan golongan obat bebas yang mengandung zat aktif laktulosa.

  • Mengobati konstipasi pada pasien dengan konstipasi kronik, terapi dengan laktulosa kan menyebabkan sering buang air bersar perhari dan menambah julah hari melakukan buang air besar.
  • Penunjang terapi pada gangguan neuropsikiatri akibat penyakit hati kronis sekunder (portal systemic encephalopaty) tekamsuk keadaan prekoma hepatik dan koma hepatik.

Tiap 5 ml: laktulosa 3,335 g.

  • Konstipasi kronis:
    • Bayi 1 tahun ke bawah:
      • Dosis awal: 2,5 ml sebanyak 2 kali/hari.
      • Dosis Penunjang: 5 ml sebanyak 1 kali/hari.
    • Anak-anak:
      • 1-5 tahun:
        • Dosis awal: 5 ml sebanyak 2 kali/hari.
        • Dosis penunjang: 5-10 ml sebanyak 1 kali/ hari
      • 5-10 tahun:
        • Dosis awal: 10 ml sebanyak 2 kali/sehari.
        • Dosis penunjang: 10 ml sebanyak 1 kali/hari.
    • Dewasa:
      • Keadaan ringan :
        • Dosis awal: 15 ml sebanyak 1 kali/hari.
        • Dosis penunjang: 10 ml sebanyak 1 kali/hari.
      • Keadaan sedang:
        • Dosis awal: 15-30 ml sebanyak 1 kali/hari.
        • Dosis penunjang: 10-15 ml sebanyak 1 kali/hari.
      • Keadaaan parah:
        • Dosis awal: 15 ml sebanyak 2 kali/hari.
        • Dosis penunjang: 15-25 ml sebanyak 1 kali/hari.

  • Untuk prekoma hepatik dan koma hepatik:
    Dosis awal: 30-50 ml sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sewaktu pada makan pagi.

  • Kembung.
  • Kram.
  • Diare.
  • Rasa tidak nyaman pada perut.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Mulut kering.
  • Penderita kelainan metabolisme gula dalam darah (galaktosemia).
  • Penderita penyumbatan yang terjadi di dalam usus (obstruksi intestinal).
  • Penderita kencing manis (diabetes).
  • Penderita kelainan metabolisme gula dalam darah (galaktosemia).
  • Wanita hamil.
  • Anak-anak.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait