Exjade Tablet 500 mg

15 Okt 2020
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 4 strip @ 7 tablet (500 mg)
Produsen
Novartis Indonesia
Exjade tablet adalah obat untuk terapi kelebihan zat besi kronis dalam tubuh yang disebabkan oleh transfusi darah dengan pasien yang menderita kerusakan sel darah merah (thalasemia beta), anemia sel sabit, dan anemia lainnya pada pasien dewasa maupun anak-anak. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Exjade tablet mengandung zat aktif deferasiroks.
  • Terapi kelebihan zat besi kronis dalam tubuh yang disebabkan oleh transfusi darah dengan pasien yang menderita kerusakan sel darah merah (thalasemia beta).
  • Bentuk sel darah tidak normal berbentuk sabit (anemia sel sabit).
  • Kekurangan sel darah merah (anemia) lainnya pada pasien dewasa maupun anak-anak.

Deferasiroks adalah zat pengkelat besi yang mengikat besi secara selektif mendorong ekskresi zat besi, terutama melalui feses sehingga mengurangi konsentrasi zat besi hati dan kadar serum ferritin dalam tubuh yang merupakan protein yang mengikat zat besi.

Deferasiroks 500 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Kelebihan zat besi kronis akibat transfusi darah:
    • Dosis awal: 20 mg/kgBB/hari.
    • Dosis maksimal: 40 mg/kgBB/hari.
  • Kelebihan zat besi pada sindrom thalassemia yang tidak tergantung transfusi darah:
    • Dosis awal: 10 mg/kgBB/hari. Sesuaikan dosis dengan kenaikan atau penurunan 5-10 mg/kgBB setiap 3-6 bulan.

Anak-anak:

  • 2-5 tahun:
    • Kelebihan zat besi kronis terkait transfusi darah: 20 mg/kgBB/hari.
  • 5-17 tahun: dosis sama dengan dosis dewasa.
Dikonsumsi dalam keadaan perut kosong, setidaknya 30 menit sebelum makan dan dikonsumsi dalam waktu yang sama dan tablet tablet secara utuh.
  • Mual.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat ini ketika setelah makan untuk mengurangi rasa mual, tetaplah mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebuh sedikit dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Muntah.
    Cobalah minum banyak cairan seperti air dan buah labu untuk menghindari dehidrasi, minumlah secara perlahan, dan sesering mungkin. Tanda-tanda dehidrasi terdiri dari buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau tajam. Jika diare dan muntah berlanjut selama lebih dari 24 jam, segera hubungi dokter untuk berkonsultasi masalah Anda. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berkonsultasi kepada apoteker atau dokter.
  • Diare.
    Minumlah banyak cairan yang cukup, untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urin serta urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Tetaplah konsumsi makanan sederhana, hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Pusing.
    Jika deferasiroks membuat Anda pusing, hentikan penggunaan, dan duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi, bersepeda, atau menggunakan perkakas atau mesin jika Anda merasa pusing. Jangan minum alkohol karena akan membuat kondisi Anda merasa lebih buruk. Bicaralah dengan dokter jika efek samping ini berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Sakit perut.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Kemerahan (ruam) kulit.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat antialergi yang dapat Anda beli dari apotek. Tanyakan kepada apoteker untuk mengetahui jenis apa yang cocok untuk Anda.
  • Gangguan pada penglihatan.
    Jangan mengemudi sampai efek samping ini hilang.
  • Perubahan suara.
  • Sakit pada telinga.
  • Suhu tubuh yang tinggi (pireksia).
  • Peningkatan serum keratinin.
  • Kadar protein tinggi (proteinuria).
  • Gatal di seluruh atau sebagian tubuh (pruritus).
  • Kesulitan tidur.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan jumlah platelet <50,000/mm3.
  • Pasien dengan pembersihan kreatinin < 60 ml/menit.
  • Pasien dengan perkiraan laju filtrasi glomerulus (eGFR) < 40ml/menit/ 1,73m2 atau lebih
  • Pasien gangguan hati berat.
  • Paien dengan risiko tinggi kelainan sumsum tulang (sindrom mielodisplasia)
  • Pasien dengan gangguan hati sedang.
  • Wanita hamil atau wanita yang berencana untuk hamil.
  • Anak-anak.
  • Sorafenib.
    Deferasiroks dapat mengurangi kadar sorafenib dalam darah pada beberapa pasien, sehingga dapat membuat obat kurang efektif.
  • Asetaminofen.
    Defasiroks dapat meningkatkan penyerapan dan kadar asetaminofen dalam darah sehingga berpotensi menyebabkan meningkatnya risiko efek samping dari aseteaminofen.
  • Atazanavir.
    Defasiroks menurunkan penyerapan (absorpsi) dan kadar atazanavir dalam darah sehingga berpotensi mengurangi efek obat atazanavir.
  • Reforafenib.
    Menggunakan deferasiroks bersama dengan regorafenib dapat meningkatkan risiko tukak saluran pencernaan dan perdarahan.
  • Takrolimus.
    Deferasiroks dapat menyebabkan masalah ginjal dan menggabungkannya dengan obat lain yang juga dapat mempengaruhi efek pada ginjal.
  • Obat antiplatelet seperti klopidogrel, NSAID seperti ibuprofen atau naproksen, dan dabugatran atau warfarin, serta aspirin.
    Penggunaan deferasiroks dengan beberapat obat tersebut dapat menyebabkan perdarahan atau memar.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/deferasirox?mtype=generic
Diakses pada 16 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a606002.html#side-effects
Diakses pada 16 September 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/exjade-jadenu-deferasirox-343724#5
Diakses pada 16 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/deferasirox.html
Diakses pada 16 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Manfaat Suplemen Zat Besi untuk Kesehatan, Tak Hanya Atasi Anemia

Suplemen zat besi bisa dikonsumsi untuk kelompok tertentu atas persetujuan dari dokter. Tak hanya untuk penderita anemia defisiensi besi, suplemen mineral ini juga bermanfaat untuk ibu hamil, bayi yang lahir prematur, hingga pada wanita yang menstruasi. Namun, jangan sampai berlebihan dalam mengonsumsi suplemen ini karena dapat membahayakan kesehatan.
11 Jun 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Manfaat Suplemen Zat Besi untuk Kesehatan, Tak Hanya Atasi Anemia

Jangan Senang Dulu, Kenali Penyebab Badan Kurus Meski Tidak Diet

Hipertiroid, genetik, diabetes, gangguan pencernaan, stres dan depresi adalah faktor penyebab badan kurus yang dapat berakibat menimbulkan masalah kesehatan.
14 Aug 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Jangan Senang Dulu, Kenali Penyebab Badan Kurus Meski Tidak Diet

Mudah Lelah Karena Kurang Darah? Cobalah Diet untuk Anemia

Mengatasi anemia membutuhkan perawatan ekstra, termasuk perubahan pola makan. Oleh karena itu, diet untuk anemia membantu tubuh menciptakan sel darah merah yang memadai. Nutrisi utama dalam diet anemia adalah zat besi, yang bisa ditemukan pada sayuran hijau, daging dan unggas, hati, serta seafood.
03 May 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
Mudah Lelah Karena Kurang Darah? Cobalah Diet untuk Anemia