Etabion Kapsul

29 Nov 2020| Maria Yuniar
Etabion kapsul adalah multivitamin dan mineral untuk mengatasi anemia

Deskripsi obat

Etabion kapsul adalah suplemen yang dapat digunakan pada wanita hamil untuk mencegah kekurangan vitamin dan mineral seperti pada pasien penderita anemia atau kekurangan darah serta membantu pembentukan darah. Suplemen ini adalah produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Etabion kapsul mengandung zat besi (ferro fumarat), vitamin C, asam folat, vitamin B12, tembaga (cupri sulfat), dan mangan sulfat.
Etabion kapsul adalah suplemen yang digunakan untuk ibu hamil untuk mencegah terjadinya anemia. Kandungan zat besi dan vitamin B12 dalam suplemen ini dapat membantu proses pembentukan sel darah merah.

Etabion Kapsul
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
HETRp 7.400/strip per November 2019
Kandungan utamaZat besi (ferro fumarat), vitamin C, asam folat, vitamin B12, tembaga (cupri sulfat), dan mangan sulfat.
Kelas terapiAntianemia.
Klasifikasi obatMultivitamin.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kapsul
ProdusenErrita Pharma

Informasi zat aktif

Ferrous fumarate atau zat besi adalah mineral yang digunakan untuk mengobati atau mencegah rendahnya kadar zat besi dalam darah (seperti yang disebabkan oleh anemia atau kehamilan). Zat besi adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel darah merah dan menjaga kesehatan Anda.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, zat besi diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap terutama di usus dua belas jari (duodenum) dan usus kosong (jejunum) atas.
  • Distribusi: Diangkut ke sumsum tulang.
  • Ekskresi: Melalui urine, keringat, pengelupasan mukosa usus, dan menstruasi.

Tembaga adalah mineral yang ditemukan dalam makanan seperti daging, makanan laut, kacang-kacangan, biji-bijian, sereal dedak gandum, produk biji-bijian, dan produk kakao. Tubuh menyimpan sebagian besar tembaga di tulang dan otot. Hati mengatur jumlah tembaga yang ada di dalam darah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, tembaga diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Terutama diserap di usus kecil.
  • Ekskresi: 80% dihilangkan melalui empedu. Dikeluarkan melalui ginjal dalam jumlah yang sedikit.

Vitamin C dibutuhkan untuk perkembangan dan fungsi yang tepat dari banyak bagian tubuh. Ini juga memainkan peran penting dalam menjaga fungsi kekebalan yang tepat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam askorbat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran GI.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 25%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam bentuk yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui urine (sebagai obat yang tidak berubah dan sebagai metabolit tidak aktif).

Asam folat dibutuhkan untuk perkembangan tubuh manusia. Ini terlibat dalam menghasilkan materi genetik yang disebut DNA dan dalam berbagai fungsi tubuh lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam folat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari bagian proksimal usus halus. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) kira-kira 100% (suplemen asam folat); 85% (dengan makanan); 50% (folat makanan). Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 1 jam (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke jaringan tubuh dan disimpan di hati dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine.

Vitamin B12 diperlukan untuk fungsi dan perkembangan otak, saraf, sel darah, dan banyak bagian tubuh lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, sianokobalamin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap melalui saluran pencernaan.
  • Distribusi: Di ??dalam darah. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Melalui empedu dan urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati dan mencegah terjadinya anemia termasuk pada ibu hamil.
  • Suplemen yang mengandung vitamin dan mineral pada masa pertumbuhan, wanita hamil, dan ibu menyusui.
  • Mengatasi anemia yang disebabkan karena kekurangan gizi.
  • Mengatasi anemia terutama disebabkan kadar zat besi yang rendah dalam tubuh (anemia defisiensi besi).
  • Membantu menjaga kesehatan janin dalam kandung.
  • Mencegah anemia setelah melakukan donor darah.
  • Mencegah kekurangan vitamin dan mineral seperti pada pasien penderita anemia atau kekurangan darah serta membantu pembentukan sel darah.

Zat besi adalah mineral yang berperan dalam membentuk hemoglobin pada sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat dan mengirim oksigen ke seluruh tubuh. Kadar zat besi yang kurang dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya anemia, sehingga akan mengalami berbagai gejala seperti lelah, pusing, sesak napas, sakit kepala, dan terjadi peningkatan denyut jantung. Vitamin C bekerja meningkatkan penyerapan dari zat besi yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, sehingga vitamin C berguna dalam mencegah terjadinya anemia. Sumber vitamin C dapat diperoleh dari berbagai sayur dan buah seperti brokoli, pepaya, kiwi, stroberi, kembang kol, paprika, mangga, dan nanas.
Asam folat adalah bentuk vitamin B kompleks yang dapat larut dalam air, asam folat diperlukan dalam proses pembentukan DNA dan pembentukan sel darah merah. Asam folat berasal berbagai sumber makanan seperti bayam, brokoli, selada, kacang-kacangan seperti kacang polong, melon, pisang, dan lemon.
Vitamin B12 dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan seperti kepiting, salmon, daging sapi, kerang, tuna, yoghurt, dan susu. Vitamin B12 memiliki peran penting dalam pembentukan protein, jaringan, dan sel darah. Vitamin B12 bekerja membantu tubuh dalam memproduksi sel darah merah sehingga mencegah terjadinya kondisi kekurangan darah yang disertai lesu, letih, gejala lemah, dan kulit pucat.
Tembaga merupakan salah satu mineral yang dapat diperoleh dari sumber makanan seperti kacang-kacangan, makanan laut, kentang, sereal, dan hati. Mineral berperan dalam mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis), menangkal radikal bebas (antioksidan), memelihara kekebalan tubuh, meningkatkan produksi kolagen, menjaga jantung agar tetap sehat, dan mengatasi penyakit anemia.
Mangan merupakan salah satu mineral yang berperan dalam proses metabolisme asam amino, karbohidrat, kolesterol, dan glukosa. Selain itu mangan juga memiliki berperan dalam proses pembekuan darah, pembentukan tulang, dan dapat meringankan gejala peradangan.

Komposisi obat

  • Zat besi (ferro fumarat) 176 mg.
  • Vitamin C 50 mg.
  • Asam folat 1 mg.
  • Vitamin B12 7,5 mg.
  • Tembaga (cupri sulfat) 0,2 mg.
  • Mangan sulfat 0,2 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Wanita hamil: 2 kapsul/hari.
  • Pasien penderita anemia pada dewasa: 2 kapsul/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi pada waktu atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Mual dan muntah.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Konsultasi dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Jika Anda mengalami kesulitan buang air besar, cobalah untuk minum banyak air dan konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti sayuran dan buah segar.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Konsultasi dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Dilarang untuk minum obat diare tanpa izin dengan apoteker atau dokter.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringkan tubuh agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Tanyakan kepada apoteker Anda untuk apakah dapat merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Konsultasikan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau sakit kepala memburuk.
  • Demam.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Feses berwarna kehitaman.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar.
  • Penderita perlu diterangkan kemungkinan timbulnya feses yang berwarna hitam.
  • Pasien anemia yang disebabkan kekurangan vitamin B12 (anemia pernisiosa).
  • Jika mengonsumsi antibiotik atau antasida, konsumsi dengan selang waktu selama 2 jam.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan kelebihan zat besi atau mengalami penumpukan zat besi.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengalami transfusi darah berulang atau anemia yang bukan dikarenakan kekurangan zat besi.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antasida atau obat yang dapat menurunkan asam lambung.
    Penggunaan bersama antasida dapat menurunkan absorpsi zat besi.
  • Antibiotik jenis kuinolon dan tetrasiklin.
    Penggunaan obat ini bersama obat di atas dapat menyebabkan penurunan konsentrasi antibiotik kuinolon dan tetrasiklin. Sehingga menurunkan efektivitas obat tersebut dalam melawan infeksi.
  • Penicillamine.
    Garam besi dapat menurunkan penyerapan dari penicillamine jika dikonsumsi secara bersamaan. Sehingga menurunkan efektivitas penicillamine dalam mengatasi nyeri dan pembengkakakn.
  • Fosfat.
    Penggunaan obat ini bersama dengan fosfat dapat menyebabkan penurunan absorpsi fosfat.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami:

  • Sakit perut yang parah.
  • Mual atau muntah parah.
  • Batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Feses berdarah atau berlendir.
  • Feses berwarna merah cerah.

Sesuai kemasan per November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-18528/ferrous-fumarate-folic-acid-oral/details
Diakses pada 20 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/ferrous-fumarate-and-folic-acid.html
Diakses pada 20 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1001/vitamin-c-ascorbic-acid
Diakses pada 20 November 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/219822
Diakses pada 20 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-982/zinc#:~:text=Zinc%20is%20a%20mineral.,meat%2C%20poultry%2C%20and%20fish.
Diakses pada 20 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ferrous%20sulfate?mtype=generic
Diakses pada 20 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/copper%20sulfate?mtype=generic
Diakses pada 20 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ascorbic%20acid?mtype=generic
Diakses pada 20 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/folic%20acid?mtype=generic
Diakses pada 20 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cyanocobalamin?mtype=generic
Diakses pada 20 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email