Estradiol (Alias: Estradiol)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 08 Apr 2019
Estradiol bekerja sebagi pengganti hormon pada wanita yang memiliki hormon estrogen yang rendah.
Estradiol digunakan sebagai terapi pengganti hormon seks wanita yang memiliki kadar hormon rendah, seperti wanita menopause

Merk dagang yang beredar:

Femoston, Oestrogel

Estradiol merupakan obat yang  mengandung estrogen, yaitu hormon seks pada wanita. Obat ini digunakan sebagai terapi pengganti hormon yang diberikan pada wanita dengan kadar hormon estrogen yang rendah. Contohnya, wanita yang memasuki usia menopause, dengan tujuan untuk mengurangi gejala menopause atau mencegah patah tulang. Obat yang mengandung hormon estrogen juga dapat diberikan dalam pengobatan kanker pada pria (kanker prostat) dan wanita (kanker payudara).

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, suntikan, vaginal ring dan gel. Di Indonesia, obat ini hanya tersedia dalam bentuk tablet dan gel. Pemilihan dan penggunaan obat ini disarankan dengan petunjuk dokter.

Estradiol (Estradiol)
Golongan

Hormon sintetis

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet dan suntikan

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia telah menunjukkan abnormalitas pada janin, atau ada bukti risiko kepada janin berdasarkan pengalaman pengguna, atau keduanya. Risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melebihi kemungkinan adanya manfaat. Obat ini tidak boleh digunakan pada wanita yang hamil atau akan hamil.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan  melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Defisiensi estrogen (yang berhubungan dengan hipogonadisme, vaginitis atopik pada menopause, gejala vasomotor sedang sampai berat yang berhubungan dengan menopause, serta defisiensi estrogen terkait gangguan ovarium primer)

  • Estradiol valerate (intramuscular) 10-20 mg setiap 4 minggu atau
  • Estradiol (oral) 1-2 mg/hari diberikan setiap hari (pada wanita yang sudah menjalani histerektomi) atau diberikan secara berselang (pada wanita yang belum menjalani histerektomi).

Pencegahan osteoporosis pada wanita pascamenopause

  • Estradiol (oral) 2 mg/hari diberikan setiap hari (pada wanita yang sudah menjalani histerektomi) atau diberikan secara berselang (pada wanita yang belum menjalani histerektomi).

Kanker payudara metastatik

  • Estradiol (oral): 10 mg tiga kali sehari selama minimal 3 bulan.

Kanker prostat lanjut

  • Estradiol valerate (intramuscular) > 30 mg setiap 1-2 minggu atau
  • Estradiol (oral) 1-2 mg tiga kali sehari

Aturan pakai Estradiol dengan benar

Ikuti saran dan resep dokter. Telan seluruh tablet tanpa menghancurkannya. Jangan memecah tablet, kecuali ada garis pembagi, dan dokter meminta untuk memecah obat tersebut.

Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter. Jangan menunggu rasa sakit semakin memburuk.

Efek Samping

Pemakaian obat bisa menimbulkan efek samping. Mual, muntah, nyeri perut, kembung, sakit kepala atau perubahan berat badan, merupakan efek samping yang umum terjadi selama pemakaian obat ini. Beritahukan dokter Anda mengenai setiap efek samping yang terjadi.

Bila mengalami gejala yang berat/serius sebagai berikut, segera hubungi dokter Anda:

  • Gangguan mood (depresi) atau gangguan ingatan
  • Benjolan di payudara
  • Perdarahan vagina
  • Nyeri perut hebat
  • Mual dan muntah yang terus-menerus
  • Mata/kulit berwarna kekuningan
  • Urine berwarna gelap
  • Bengkak pada tangan/kaki
  • Nyeri dada
  • Nyeri kepala hebat
  • Kesemutan atau gangguan gerak
  • Gangguan penglihatan

Peringatan

Beritahukan dokter mengenai riwayat penyakit terdahulu, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Penyakit jantung, stroke atau gangguan pembekuan darah
  • Riwayat hiperplasia endometrium
  • Riwayat operasi
  • Infeksi vagina
  • Gangguan ginjal atau hati
  • Wanita yang tidak histerektomi
  • Merokok

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Alergi terhadap obat yang mengandung estrogen
  • Kerusakan hati
  • Dalam masa kehamilan dan menyusui
  • Gangguan stroke, serangan jantung.
  • Kanker payudara.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Overdosis:

Overdosis terjadi bila obat dikonsumsi dalam takaran yang berlebihan. Jika Anda melewatkan satu jadwal konsumsi obat, jangan melipatgandakan dosis untuk jadwal mendatang. Teruskan konsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Interaksi

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat  menimbulkan interaksi obat. Konsumsi Estradiol bersamaan dengan suplemen asam folat dapat mengurangi penyerapan asam folat. Konsultasikan dengan dokter mengenai setiap obat atau suplemen yang Anda konsumsi.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/estradiol.html.
Diakses pada 24 Januari 2019

MIMS. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/estradiol?mtype=generic
Diakses pada 24 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5186/estradiol-oral/details
Diakses pada 24 Januari 2019

Artikel Terkait:
Back to Top