Estradiol

27 Apr 2021
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Estradiol digunakan untuk mengatasi kadar hormon rendah seperti pada wanita menopause

Estradiol digunakan untuk mengatasi kadar hormon rendah seperti pada wanita menopause

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Femoston, Oestrogel

Deskripsi obat

Estradiol digunakan untuk mengatasi gejala akibat rendahnya kadar hormon estrogen, seperti pada wanita yang memasuki masa menopause atau berhentinya siklus menstruasi.

Rendahnya kadar estrogen dapat menimbulkan gejala, seperti vagina kering, iritasi vagina, penipisan dinding vagina (atrofi vagina), dan penurunan gairah seksual.

Estradiol termasuk dalam obat golongan hormon sintetis. Selain mengatasi gangguan hormon, obat yang mengandung hormon estrogen ini juga dapat diberikan dalam pengobatan kanker prostat dan kanker payudara pada wanita.

Obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah patah tulang akibat pengeroposan tulang (osteoporosis). 

Estradiol
GolonganKelas terapi: Estrogen untuk terapi hormon Klasifikasi obat: Preparat hormon estrogen
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori X: Penggunaan obat ini tidak disarankan pada ibu hamil
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral

  • Kekurangan estrogen yang berhubungan dengan gangguan kelenjar gonad (hipogonadisme,) peradangan vagina (vaginitis) pada masa menopause, serta kekurangan estrogen terkait gangguan pada kantung berisi sel telur: 1-2 mg/hari diberikan setiap hari (pada wanita yang sudah menjalani histerektomi) atau diberikan secara berselang (pada wanita yang belum menjalani histerektomi)
  • Pencegahan osteoporosis pada wanita pascamenopause: 2 mg/hari diberikan setiap hari (pada wanita yang sudah menjalani histerektomi) atau diberikan secara berselang (pada wanita yang belum menjalani histerektomi)
  • Kanker payudara metastatik: 10 mg sebanyak 3 kali/hari selama minimal 3 bulan
  • Kanker prostat lanjut: 1-2 mg tiga kali sehari

Injeksi pada otot (intramuskular)

  • Kekurangan estrogen yang berhubungan dengan gangguan kelenjar gonad (hipogonadisme,) peradangan vagina (vaginitis) pada masa menopause, serta kekurangan estrogen terkait gangguan pada kantung berisi sel telur:  10-20 mg setiap 4 minggu
  • Kanker prostat lanjut: Kurang dari 30 mg setiap 1-2 minggu

Aturan pakai obat

  • Oral: Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan
  • Injeksi: Dilakukan langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan vitamin K adalah:

  • Sakit kepala
    Minumlah banyak air dan mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, beri tahu dokter Anda.
  • Pusing
    Jangan mengemudi dan menggunakan alat atau mesin sampai Anda merasa sehat kembali.
  • Mual dan muntah
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Diare
    Minum banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang. Jika diare bertambah parah, hubungi dokter Anda.
  • Kram perut
  • Perubahan suasana hati
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Gejala pilek, seperti hidung tersumbat, nyeri pada dinding hidung (sinus), dan sakit tenggorokan
  • Berat badan bertambah
  • Sakit punggung
  • Nyeri payudara
  • Penggelapan kulit atau ruam kulit
  • Rambut kulit kepala menipis
  • Vagina gatal atau keputihan
  • Perubahan periode menstruasi
  • Perdarahan hebat

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan estradiol pada kondisi:

  • Penyakit jantung
  • Masalah hati atau penyakit kuning yang disebabkan kehamilan atau penggunaan hormon
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit kandung empedu
  • Asma
  • Epilepsi atau gangguan kejang lainnya
  • Sakit kepala sebelah (migrain)
  • Penyakit autoimun lupus
  • Jaringan pembentuk dinding rahim tumbuh di luar rahim (endometriosis)
  • Kelainan enzim genetik yang menyebabkan gejala yang memengaruhi kulit atau sistem saraf
  • Gangguan tiroid
  • Kadar kalsium tinggi dalam darah

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan estradiol pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap estradiol
  • Kehamilan
  • Perdarahan vagina yang tidak biasa yang belum diperiksa dokter
  • Penyakit hati
  • Riwayat serangan jantung, stroke, atau pembekuan darah
  • Peningkatan risiko pembekuan darah karena masalah jantung atau kelainan darah keturunan
  • Riwayat kanker terkait hormon atau kanker payudara, rahim, leher rahim, dan vagina

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori X: Penggunaan estradiol tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gejala serangan jantung yang ditandai nyeri dada, nyeri menyebar ke rahang atau bahu, mual, dan berkeringat
  • Tanda-tanda stroke, seperti mati rasa atau kelemahan mendadak di satu sisi tubuh, sakit kepala parah dan mendadak, bicara cadel, serta masalah penglihatan atau keseimbangan
  • Tanda-tanda bekuan darah, seperti kehilangan penglihatan mendadak, nyeri dada menusuk, sesak napas, batuk darah, nyeri, dan rasa hangat di salah satu atau kedua kaki
  • Bengkak atau nyeri di perut
  • Kulit atau mata menguning
  • Masalah memori atau kebingungan
  • Perdarahan vagina yang tidak biasa
  • Nyeri panggul
  • Benjolan di payudara
  • Mual, muntah, sembelit, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, kelemahan otot, nyeri tulang, dan kurang energi

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti dengan obat lain.

Menggunakan estradiol dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Carfilzomib
    Carfilzomib terkadang dapat menyebabkan pembekuan darah yang berbahaya. Penggunaan bersama estradiol dapat meningkatkan risiko tersebut. Selain itu, risiko pembekuan darah akan meningkat seiring bertambahnya usia, merokok, dan tekanan darah atau kolesterol tinggi.
  • Dantrolene
    Penggunaan estradiol dengan dantrolene dapat menyebabkan efek samping serius yang dapat memengaruhi organ hati.
  • Hemin
    Penggunaan estradiol dan hemin bersamaan dapat menyebabkan hemin menjadi kurang efektif.
  • Thalidomide
    Penggunaan thalidomide bersama estradiol dapat meningkatkan risiko pembekuan darah yang berbahaya.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/estradiol?mtype=generic
Diakses pada 19 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/estradiol-with-thalidomide-1019-0-2176-0.html
Diakses pada 19 Maret 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/estradiol#drug-warnings
Diakses pada 19 Maret 2021

Hormone. https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/estradiol
Diakses pada 19 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email