Estesia Krim 5 g digunakan sebagai anastetik topikal pada kulit utuh yang memerlukan efek anastetik lokal.
Estesia Krim 5 g digunakan sebagai anastetik topikal pada kulit utuh yang memerlukan efek anastetik lokal.
Estesia Krim 5 g digunakan sebagai anastetik topikal pada kulit utuh yang memerlukan efek anastetik lokal.
Estesia Krim 5 g digunakan sebagai anastetik topikal pada kulit utuh yang memerlukan efek anastetik lokal.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 64.350/tube (5 g) per Februari 2020
Kemasan 1 box isi 1 tube @ 5 g
Produsen Genero Pharmaceuticals

Estesia Krim 5 g digunakan sebagai anastetik topikal pada kulit utuh yang memerlukan efek anastetik lokal. Obat ini mengandung prilocaine dan lidocaine dapat menghilangkan rasa nyeri pada pasien yang akan dilakukan tindakan klinis. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter.

Digunakan sebagai anastetik topikal pada kulit utuh yang memerlukan efek anastetik lokal.

Tiap 1 g:

  • Lidocaine 25 mg.
  • Prilocaine 25 mg.
  • Untuk penggunaan pada kulit: dioleskan pada permukaan kulit dengan lapisan tebal (1,5 g/10 cm2) dan ditutup dengan occulsive dressing.
  • Untuk prosedur bedah minor:
    • Dewasa: 2 g minimal selama 1 jam.
    • Anak-anak:
      • 3-12 bulan: jumlah pemakaian total 2 g dan daerah pemakaian maksimal 16 cm2, waktu penggunaan tidak kurang dari 1 jam dan tidak lebih dari 3 jam.
      • 1-5 tahun: jumlah pemakaian total 10 g dan daerah pemakaian maksimal 100 cm2.
      • 6-11 tahun: jumlah pemakaian total 20 g dan daerah pemakaian maksimal 200 cm2.
  • Untuk prosedur bedah dermal pada daerah yang lebih luas pada pasien dewasa, misalkan pada split-skin grafting dioleskan sekitar 1,5 - 2 g/10 cm2, selama minimal 2 jam.

Dioleskan sesuai petunjuk dokter.

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap anestetik lokal golongan amida atau komponen lain yang terdapat dalam obat ini.
  • Jangan digunakan pada luka terbuka dan membran mukosa.
  • Tidak digunakan pada kulit yang mengalami dermatitis atopik.
  • Tidak digunakan disekitar mata.
  • Tidak dianjurkan digunakan pada wanita hamil dan menyusui.
  • Tidak direkomendasikan untuk penderita dengan kongenital dan idiopatik.
  • Tidak direkomendasikan untuk bayi 1 tahun ke bawah.
  • Tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita penyakit hati berat.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita yang sensitif terhadap efek sistematik obat ini.
  • Hati-hati digunakan pada pasien usia tua, lemah dan sakit akut.
  • Obat antiaritmia.
  • Obat penginduksi methaemoglobinaemia seperti sulfonamide, phenacetin, phenobarbital, primaquine dan lain-lain.

Sesuai kemasan per Februari 2020

Artikel Terkait