Esomeprazole

04 Feb 2019| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Esomeprasol dapat meredakan rasa nyeri ulu hati dan kesulitan menelan

Esomeprasol obat untuk mengatasi masalah tertentu pada lambung dan esofagus.

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Esola, Esozid, Exocid, Nexium, Proxium, Esoferr, Esomax

Deskripsi obat

Esomeparazole merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi masalah tertentu pada lambung dan esofagus (seperti refluks asam lambung, ulkus). Obat ini menurunkan produksi asam lambung sehingga dapat meredakan rasa nyeri ulu hati, kesulitan menelan. Obat ini dapat membantu penyembuhan luka yang diakibatkan oleh asam pada lambung dan esofagus. Golongan obat ini dikenal dengan inhibitor pompa proton (PPI).

Esomeprazole (Esomeprasol)
Golongan

Penghambat pompa proton

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Infus dan tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak, dan lansia

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Intravena

Ulkus lambung dan duodenum

  • Dewasa: infus 80 mg selama 30 menit diikuti dengan infus kontinu 8 mg/jam selama 72 jam, kemudian diganti dengan terapi oral 40 mg satu kali sehari selama 4 minggu.
  • Lansia: Tidak perlu penyesuaian dosis.

Ulserasi terkait penggunaan NSAID

  • Dewasa: 20 mg/hari selama minimal 3 menit atau berikan infus selama 10-30 menit. Segera ganti dengan terapi oral.
  • Lansia: Tidak perlu penyesuaian dosis.

Penyakit refluks gastro-oesophageal

  • Dewasa: injeksi 20 atau 40 mg selama minimal 3 menit atau infus lebih dari 10-30 menit satu kali sehari selama kurang dari 10 hari. Ganti dengan terapi oral sesegera mungkin.
  • Lansia: Tidak perlu penyesuaian dosis.

Oral

Ulkus Peptikum

  • Dewasa: 20 mg dua kali sehari selama 7 hari atau 40 mg sekali sehari selama 10 hari diberikan sebagai tiga terapi kombinasi dengan amoxicillin dan klaritromisin.
  • Lansia: Tidak perlu penyesuaian dosis.

Oesophagitis erosif

  • Dewasa: 40 mg satu kali sehari selama 4 minggu, dapat dilanjutkan selama 4 minggu jika dibutuhkan. Pemeliharaan: 20 mg sekali sehari.
  • Anak: 1-11 tahun 10-20 kg: 10 mg, Lebih dari 20 kg: 10 atau 20 mg. Semua dosis cukup dikonsumsi satu kali sehari selama 8 minggu.
  • Lansia: Tidak perlu penyesuaian dosis.

Profilaksis ulkus yang dicetuskan oleh OAINS

  • Dewasa: 20 atau 40 mg / hari.
  • Lansia: Tidak perlu penyesuaian dosis.

Ulserasi berhubungan dengan penggunaan NSAID

  • Dewasa: 20 mg dalam satu kali sehari selama 4-8 minggu.
  • Lansia: Tidak perlu penyesuaian dosis.

Sindrom Zollinger-Ellison

  • Dewasa: Awalnya, 40 mg dua kali sehari. Dosis berkisar 80-160 mg/hari. Dosis lebih dari 80 mg harus diberikan dalam 2 dosis terbagi.
  • Lansia: Tidak perlu penyesuaian dosis.

Penyakit gastro-oesophageal reflux

  • Dewasa: 40 mg satu kali sehari selama 4 minggu, dapat dilanjutkan selama 4 minggu jika dibutuhkan. Dosis pemeliharaan atau GERD tanpa oesophagitis erosif: 20 mg sekali sehari.
  • Anak: 1-11 thn lebih dari 10 kg: 10 mg sekali sehari hingga 8 minggu.
  • Lansia: Tidak perlu penyesuaian dosis.

Efek samping obat

Efek samping terjadi jika obat yang dianjurkan dikonsumsi secara berlebihan, jika dikonsumsi secara berlebihan harus langsung ditangani oleh medis.

Efek samping yang sering terjadi akibat menggunakan obat ini adalah :

  • Gangguan pada sistem pencernaan: mual, diare, nyeri perut
  • Nyeri kepala, lemas
  • Mulut kering
  • Gangguan penglihatan
  • Hipomagnesemia
  • Anafilaksis
  • Angioedema
  • Nyeri sendi, nyeri otot
  • Pada penggunaan jangka panjang meningkatkan risiko patah tulang

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau menjadi lebih buruk.

Perhatian Khusus

Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, jika memiliki kondisi:

  • Kerusakan hati berat
  • Dugaan keganasan lambung harus disingkirkan
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Penggunaan bersamaan dengan rilpivirine, atazanavir, nelfinavir, dan clopidogrel

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Memakai beberapa obat secara bersamaan dapat terjadi interaksi obat. Butuh saran dokter untuk menggunakan obat secara bersamaan, dokter akan mengganti dosis obat tersebut. Seperti :

  • Meningkatkan risiko efek kardiotoksik yang diinduksi digoxin
  • Meningkatkan risiko hipomagnesemia pada jika digunakan bersama diuretik
  • Dapat mengganggu eliminasi obat yang di metabolisme enzim CYP2C19 (e.g. diazepam)
  • Meningkatkan konsentrasi serum tacrolimus, saquinavir, metotreksat
  • Dapat menurunkan bioavailabilitas ketoconazole, erlotinib dan Fe
  • Efek antiplatelet clopidogrel menurun.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/esomeprazole-oral-route/side-effects/drg-20074322
Diakses pada 2 November 2018

MIMS.  https://www.mims.com/indonesia/drug/info/esomeprazole/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 2 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-20537-4143/esomeprazole-magnesium-oral/esomeprazole-delayed-release-capsule-oral/details
Diakses pada 2 November 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal 11 Jenis Skala Nyeri dan Cara Menilainya

Skala nyeri digunakan untuk menilai tingkat keparahan rasa sakit yang dirasakan seseorang. Pengukuran ini bisa dilakukan dengan angka, gambar, hingga penjelasan yang lebih rinci dengan berbagai dimensi.
07 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal 11 Jenis Skala Nyeri dan Cara Menilainya

Efek Samping dan Bahaya Omeprazole yang Wajib Anda Ketahui

Konsumsi omeprazole dengan beberapa obat berikut dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping berbahaya. Selain itu, gejala alergi omperazole yang sering dilupakan meliputi gatal di telapak tangan, pusing, mual, pembengkakan kelopak mata dan bagian wajah lainnya.
26 Aug 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Efek Samping dan Bahaya Omeprazole yang Wajib Anda Ketahui

Mengenal Penyebab Perut Kembung pada Lansia

Perut kembung pada lansia merupakan salah satu gangguan pencernaan yang kerap terjadi. Salah satu penyebabnya adalah obat meredakan nyeri seperti ibuprofen.
10 Jul 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal Penyebab Perut Kembung pada Lansia